google-site-verification=vcQB02ZIxvqCFR8t5cvxiRGjaTOwbQmToxYGEZfk6MU Perihal Diri | Sebuah Catatan Menimbah Jati Diri Perihal Diri | Sebuah Catatan Menimbah Jati Diri -->
Tips Mengatasi Stres Menjelang Persalinan

Tips Mengatasi Stres Menjelang Persalinan

Tips Mengatasi Stres Menjelang Persalinan
Source image : Unsplash.com

Persiapan melahirkan perlu dilakukan jauh sebelum proses persalinan tiba, agar proses persalinannya nanti berlangsung nyaman dan lancar.

Setelah mengandung selama 9 bulan, kini bumil akan dihadapkan proses mendebarkan di mana ibu akan menjadi seorang ibu. Apalagi bagi ibu yang baru pertama kali menghadapi proses persalinan, mungkin akan merasa takut dan cemas. Bahkan tidak jarang bumil mengalami stres.

Stres menjelang persalinan adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil, namun sebaiknya hal ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Bumil harus mengatasinya dengen segera. Karena hal ini bisa mempengaruhi kondisi ibu dan janinnya. Bahkan pada tingkat stres yang parah, hal ini bisa mengganggu proses persalinan juga.

Lantas apa yang perlu dilakukan agar bumil tidak merasa takut dan stres akan persalinan?

Ternyata meredakan stres menjelang persalinan itu tidak terlalu sulit kok. Meskipun tidak bisa dihindari, setidaknya perasaan cemas dan stress masih bisa dihadapi dan diatasi. Berikut tips mengatasi stress menjelang proses persalinan.

1. Kenali Tanda-Tanda Melahirkan Sejak Dini

Tips Mengatasi Stres Menjelang Persalinan
Source image : Unsplash.com

Meskipun sudah memiliki hari perkiraan kelahiran, faktanya tidak sedikit ibu hamil yang melahirkan tidak tepat pada hari perkiraan. Bisa jadi rasa panik dan stres juga berasal dari kondisi mendadak hari persalinan yang tidak sesuai perkiraan.

Oleh sebab itu, Bumil juga perlu memperhatikan tanda tanda melahirkan yang umumnya mulai terasa sejak 3 minggu sebelum hari perkiraan persalinan. Bumil bisa persiapkan persiapan persalinan sejak dini agar pada waktunya tiba nantinya bumil sudah siap dan tidak cemas akan persiapan yang belum matang.

2. Tetap Tenang Dan Buang Pikiran Negatif


Bagi ibu hamil yang baru pertama kali, biasanya suka membayangkan berbagai hal yang terjadi saat proses persalinan. Banyak kekhawatiran yang dipikirkan oleh ibu hamil. Biasanya tentang takut sakitnya melahirkan, khawatir harus operasi caesar, dan ketakutan-ketakutan lainnya.

Terlebih jika ada salah satu tetangga yang suka menakuti dengan cerita-cerita tentang proses persalinan. Lebih baik jangan dengarkan orang seperti itu, kalau bisa jauhi saja dan lupakan cerita-ceritanya.

Jika bumil masih merasa takut, ada baiknya ceritakanlah kekhawatiran bumil kepada orang tua yang sudah pengalaman dalam proses persalinan. Setidaknya saran dari orang tua jauh akan membantu Bumil dalam melepakan semua kecemasan.

3. Membekali Diri Dengan Persiapan Tentang Persalinan


Agar tidak stres dan bingung apa yang harus dilakukan, sebaiknya bumil mempersiapkan mental dengan cari informasi seputar proses persalinan. Misalnya soal lokasi persalinan atau akses kesehatan untuk mempermudah proses persalinan nanti.

Ikuti juga senam hamil dan pelajari teknik bernapas pada saat melahirkan dengan sungguh-sungguh. Hal ini cukup mampu mengurangi stress dan membuat mental bumil lebih kuat dalam menghadapi proses persalinan.

Jangan ragu untuk musyawarah dengan suami juga. Karena dukungan suami dan perhatiannya akan menambah rasa tenang dan nyaman. Tentu hal ini akan mengurangi resiko stress saat persalinan tiba.

4. Tetap Terhubung Dengan Dokter Kandungan

Tips Mengatasi Stres Menjelang Persalinan
Source image : Unsplash.com

Langkah terakhir yang bisa bumil lakukan dalam mengurangi stres adalah dengan berkonsultasi rutin dengan dokter kandungan. Karena dengan berkonsultasi dengan dokter kandungan, tidak hanya kesehatan bumil saja yang akan dijaga, kesehatan mental juga akan selalu dipantau.

Dokter juga akan membantu serta mengantisipasi berbagai perubahan yang mungkin terjadi menjelang proses persalinan.

Nah itulah beberapa tip untuk mengatasi stress menjelang persalinan.

Ingat! Bumil mungkin saja akan mengalami stres dan kekhawatiran sebelum proses melahirkan, namun setakut apapun itu, semua itu bisa silewati dan diatasi. Fokuslah pada akhir yang membahagiakan, yakni anak yang lahir dengan selamat.

Lanjut Baca »
Kenali Jenis Kulit Wajah Kamu Dulu Sebelum Memilih Produk Perawatan Yang Tepat

Kenali Jenis Kulit Wajah Kamu Dulu Sebelum Memilih Produk Perawatan Yang Tepat

Kenali Jenis Kulit Wajah Kamu Dulu Sebelum Memilih Produk Perawatan Yang Tepat
Source image : hellosehat.com

Memiliki wajah bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang, terutama bagi seorang wanita. Karena dengan memiliki kulit wajah yang sehat, kita bisa lebih percaya diri menjalani setiap aktifitas harian.

Ciri kulit wajah yang sehat itu memiliki tampilan wajah yang kenyal, bersih, glowing dan halus. Jika kita sudah memiliki ciri wajah seperti itu, kita tak perlu lagi repot-repot menutupi wajah dengan makeup berlebihan.

Karena kulit wajah yang sehat, tanpa pakai kosmetik pun sudah terlihat glowing alami. Terlebih wajah yang kenyal dan halus ini dikasih makeup, tentu hasiilnya akan lebih sempurna.

Menjaga dan merawat kulit wajah yang sehat memang bukan perkara mudah. Karena untuk mendapat kulit yang sehat, tentu banyak step yang harus kita lakukan selain menjaga pola hidup sehat saja. Apalagi jika kita sudah memasuki usia 30-an.

Untuk menjaga agar kulit wajah tetap sehat dan terawat di usia 30-an, setidaknya kita sudah melakukan perawatan kulit wajah sejak usia 20-an. Namun tak apa juga jika kita mulai melakukan rutinitas perawatan wajah di usia 30-an ini. Toh tidak ada kata terlambat untuk merawat diri menjadi lebih baik lagi kan.

Namun sebelum kita memulai rutinitas merawat wajah, ada baiknya kita juga kenali dulu jenis-jenis kulit wajah yang kita miliki ini. Karena setiap tipe kulit wajah memiliki kebutuhan yang berbeda dengan tipe wajah yang lainnya.

Hal ini penting kita ketahui agar kita tidak salah step dalam melakukan perawatan kulit wajah, serta kita bisa beli produk perawatan wajah yang tepat tanpa menyia-nyiakan uang untuk beli produk yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Jenis-jenis Kulit Wajah

Kenali Jenis Kulit Wajah Kamu Dulu Sebelum Memilih Produk Perawatan Yang Tepat
Source image : unsplash.com

Jenis-jenis kulit wajah dapat dibagi menjadi 4 kategori. Yakni kulit wajah normal, kulit wajah kering, kulit wajah berminyak dan kulit wajah kombinasi.

Cara mengetahui jenis kulit wajah bisa kita ketahui dengan cara yang sederhana. Misalnya menggunakan metode dengan memanfaatkan tisu.

Caranya dengan cuci muka sebelum tidur, kemudian tepuk wajah hingga kering. Jangan gunakan pelembap ataupun serum apapun. Setelah bangun tidur di pagi hari, tekan wajah dengan tisu di permukaan wajah.

Jika tisu tersebut tidak menyerap minyak dari kulit, artinya jenis kulit wajah kita itu normal. Namun jika tisu tersebut menyerap banyak minyak, berarti jenis wajah kita itu kulit wajah berminyak. Untuk jenis wajah kering, setelah kita bangun tidur, wajah kita terasa kencang dan bersisik.

Namun jika tidur hanya menyerap di daerah T, namun diarea lain terasa kering. Artinya jenis kulit wajah kita adalah jenis kulit wajah kombinasi.

Cara Perawatan Yang tepat Sesuai Jenis Kulit Wajah

Kenali Jenis Kulit Wajah Kamu Dulu Sebelum Memilih Produk Perawatan Yang Tepat
Source image : unsplash.com

Alasan penting mengapa jenis produk perawatan wajah itu beraneka ragam adalah untuk menyesuaikan kebutuhan jenis kulit wajah dan diformulasikan khusus untuk jenis tipe kulit yang sesuai.

Penggunaan produk perawatan wajah yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah bisa menyebabkan timbulnya jerawat, kulit terasa lebih kering hingga muncul masalah lain pada wajah. Untuk itu penting sekali kita merawat kulit wajah berdasarkan jenis.

Kulit wajah berminyak merupakan jenis kulit wajah yang sangat rentan berjerawat. Hal ini disebabkan karena adanya kelebihan produksi minyak atau sebum yang bisa menyumbat pori-pori, sehingga memunculkan jerawat dan komedo.

Untuk merawat jenis kulit wajah ini, salah satunya dengan mencuci muka secara rutin dengan sabun cuci muka yang dikhususkan untuk wajah berminyak.

Sedangkan untuk jenis kulit wajah kering, umumnya terjadi karena rendahnya tingkat kelembapan pada lapisan kulit. Kulit wajah jenis ini akan terlihat kasar, kusam dan kurang elastis. Cara merawat kulit jenis ini adalah dengan menggunakan pelembab agar kulit tidak mudah kering.

Beruntung jika kamu mempunyai kulit wajah normal, tidak terlalu berminyak dan tidak terlalu kering. Cara merawatnya pun mudah, cukup dibersihkan dan dilembabkan.

Yang susah itu kalau kita memiliki kulit wajah kombinasi. Yaitu berminyak di daerah T, namun terasa kering di bagian pipi. Tentu untuk merawat kulit wajah jenis ini akan butuh usaha ekstra. Yakni dengan menggunakan produk untuk mengurangi kadar minyak di daerah T dan produk khusus untuk melembabkan bagian pipi.

Dengan memahami jenis-jenis kulit wajah dan cara merawatnya, kita bisa mengambil langkah yang tepat untuk melakukan perawatan wajah yang lebih maksimal. Kulit wajah menjadi lebih sehat, lebih merona, tentu suamipun makin suka dan bahagia hehehe.
Lanjut Baca »
Lactamil Lactasis : Susu Khusus Untuk Ibu Menyusui

Lactamil Lactasis : Susu Khusus Untuk Ibu Menyusui

Lactamil Lactasis : Susu Khusus Untuk Ibu Menyusui
Source image : hellosehat.com
ASI merupakan sumber asupan nutrisi yang sangat penting bagi tumbuh kembang si kecil, terutama di enam bulan pertamanya.

Manfaat ASI eksklusif yang paling penting yakni bisa menunjang dan membantu proses perkembangan fisik dan otak si kecil. Selain itu, pemberian ASI untuk si kecil juga mempunyai peranan penting agar si kecil tidak mudah terserang penyakit.

Maka dari itu, penting sekali bagi ibu menyusui untuk menjaga produksi serta kualitas ASI dengan baik.Namun tidak sedikit ibu yang merasa kesulitan dalam memberi ASI ekslusif, terutama saat produksi ASI-nya kurang lancar.

Untuk mengatasi produksi ASI yang kurang lancar, caranya bisa dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Kita juga bisa meningkatkan produksi ASI dengan mengonsumsi makanan-makanan yang dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI, seperti pepaya, daun katuk, wortel maupun bayam.

Kalau perlu, kita bisa mengonsumsi susu khusus yang diperuntukkan untuk ibu menyusui. Tak harus bagi ibu yang merasa kurang lancar saja yang butuh susu khusus menyusui, melainkan bagi ibu yang ASI-nya lancar pun perlu juga mengonsumsi susu ini.

Selain agar kualitas ASI tetap dalam keadaan lancar dan baik, kesehatan ibu menyusui juga tak kalah penting dalam periode menyusui. Dengan susu khusus ibu menyusui inilah kita bisa dapat asupan nutrisi yang tepat dan seimbang selama periode menyusui. Salah satunya adalah susu Lactamil Lactasis.

Saya merekomendasikan susu Lactamil lactasis karena sewaktu menyusui anak pertama dan kedua, saya selalu mengonsumsi susu Lactamil ini. Selain memang enak, manfaatnya juga sangat terasa bagi kesehatan saya selama periode menyusui secara eksklusif.

Lactamil Lactasis diformulasikan khusus untuk mendukung asupan gizi ibu pasca melahirkan dan periode menyusui. Nutrisi Lactamil Lactasis dirancang dengan formula ACTIDuobio+ yang mengandung:
  • Sari Daun Katuk untuk meningkatkan kualitas ASI
  • Vitamin C untuk membantu pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen.
  • Omega 6 untuk membantu perkembangan otak si Kecil
  • Tinggi Kalsium untuk mencegah tulang rapuh dan pertumbuhan tulang serta gigi si Kecil
Lactamil lactasis juga tersedia dalam dua varian rasa, yakni rasa vanila dan cokelat. Kalau saya sendiri lebih menyukai yang rasa cokelat, namun tak jarang saya mencoba varian rasa vanila juga.

Asupan nutrisi memang sangat penting dalam periode ibu menyusui, namun kita juga tidak boleh bergantung pada asupan nutrisi dari makanan saja. Penting bagi kita untuk mengatur pola hidup sehat dan pola istirahat yang cukup.

Ibu menyusui juga tidak boleh stres karena dapat mengganggu stimulasi ASI tidak lancar. Faktor utamanya adalah tingkat kelelahan karena kurang istirahat. Maka dari itu, penting bagi kita untuk bisa mengatur waktu istirahat dan menyusui dengan bijak.

Lanjut Baca »

Blogging

Wanita Muslimah

Parenting

Wisata