-->
Riview Kolam Renang Kurma Asri Pandaan - Berenang Selayak Kolam Renang Pribadi

Riview Kolam Renang Kurma Asri Pandaan - Berenang Selayak Kolam Renang Pribadi

Riview Kolam Renang Kurma Asri Pandaan

Beberapa minggu belakangan ini otak serasa mau meledak saja. Dengan rutinitas yang mulai kembali lagi tiada henti setelah liburan terpanjang yang pernah saya rasakan. 

Rasanya bekerja selama dua minggu ini terasa sangat melelahkan. Mungkin karena sudah terbiasa mager di rumah selama lebih dari satu bulan. Jadi pas kembali masuk kerja lagi, badan masih belum terbiasa.

Ingin sekali liburan untuk sekedar merileks-kan pikiran bersama keluarga. Namun kok sedikit dilema yah. Selain masih musim pandemi seperti sekarang, keadaan keuangan keluarga juga lagi down-downnya.

Akhirnya cuma bisa menghela nafas panjang,

Etapi, ada bisikan yang akhirnya membuat saya jadi liburan minggu kemarin. Nggak jauh-jauh sih, masih di sekitaran Pandaan juga.

Suami tiba-tiba ngajakin untuk refreshing ke kolam renang. Anak-anak juga sangat antusias dengan ajakan ini. Jadi, saya mah ngikut aja, yang penting idenya “refreshing”.

Kali aja dengan menenggelamkan kepala ke kolam renang, tiba-tiba otak saya yang mau meledak karena tired and boring ini jadi sedikit mendingan.

Sebenarnya saya jarang banget ikutan masuk ke kolam renang. Seperti saat liburan ke Waterpark Taman Dayu ataupun ke Agrowisata Bhakti Alam yang kebagian jadi penunggu tas dan juru kamera.

Saya tuh risih banget main ke kolam renang. Selain memang saya malu kalau keliatan lekuk tubuh karena baju yang basah, saya sendiri juga tidak bisa berenang, hehehe.

Jadi selama ini yang selalu menemani anak-anak berenang di kolam renang yah suami saya. Anak-anak saya sangat antusias kalau diajakin ke kolam renang, karena suami saya sering mengajak mereka berenang tanpa mengajak saya. #Syediiih...

Sekilas Tentang Kolam Renang Kurma Asri


Sekilas tentang wisata kolem renang kurma asri

Tujuan kita kali ini adalah kolam renang Kurma Asri. Saya pertama kali ikut ke lokasi kolam renang ini. Selama ini kalau tidak ke kolam renang Kingkong, yah kolam renang dekat Lesehan Pak Sholeh.

Saya kaget saat pertama kali ke sini. Sepi banget cuy... Apa ini dikarenakan efek pandemi atau karena efek lagi musim hujan.

Saya ke sana sekitar pukul 9 pagi dan nyaris keluarga saya sendiri yang berada di kolam renang ini. Namun kata suami saya, jam segini memang masih belum banyak yang berkunjung ke kolam renang ini. Biasanya mulai banyak pengunjung setelah jam 12 siang.

Lagian kita ke sana memang bukan hari libur, jadi wajar banget kalau kolam renang sepi. Tapi senang juga sih dengan keadaan yang sepi kayak gini. Seakan-akan kita lagi renang di kolam renang pribadi. Saya jadi antusias untuk ikutan main air juga.

Oh iya, Kolam renang Kurma Asri ini terdapat dua bagian, kolam bagian depan dan kolam bagian belakang. Kolam bagian depan terdapat 3 kolam yang dibedakan sesuai dengan kedalamannya. Sedangkan di bagian belakang terdapat 2 kolam.

Suami mengajak saya dan anak-anak berenang di kolam bagian belakang. Selain karena kedalamannya yang cukup dangkal, juga karena tempat untuk menunggu dan beristirahat cukup luas dari pada di bagian depan.

Katanya suami, kolam dangkal ini cocok sekali buat saya dan anak-anak untuk belajar berenang. Tapi saya mah memang nggak jago untuk urusan berenang. Belajar tahan nafas dalam air saja saya cuma mentok 5 – 10 detik saja. Kalah sama anak saya yang paling besar.

Tapi kolam bagian belakang ini memang cocok banget buat yang ingin mengajak anak-anak belajar berenang. Kedalamannya juga sebatas leher anak saya yang berumur 3 tahun.

Sedangkan di kolam satunya bisa banget untuk anak di atas 3 tahun. Selain dangkal banget, ada permainannya juga yang akan seru untuk dimainkan anak seusia itu. Tapi tetap harus diawasi yah. 

Oh iya, kesegaran air di kolam renang Kurma Asri ini seger banget loh. Benar-benar menggunakan air tanpa ada campuran cairan kaporit untuk menjaga air tetap bersih. Jadi berenang di kolam renang ini sangat menyenangkan dan tidak bikin mata pedih.

Fasilitas di Kolam Renang Kurma Asri


Fasilitas di Kolam Renang Kurma Asri

Untuk fasilitas di Kurma Asri sih terbilang lengkap. Banyak variasi kolam yang sesuai dengan kedalamannya. Jadi cocok untuk segala usia.

Baik di bagian belakang ataupun depan, sama-sama terdapat wahana permainan untuk anak-anak. Yah meskipun wahananya tidak terlalu besar dan variatif. Namun kolam renang Kurma Asri ini memang lebih cocok untuk mengajari anak-anak berenang dari pada sekedar main air.

Kolam paling dalam mungkin sekitar 2-3 meter, yang berada di ujung kolam bagian depan dekat tangga menuju kolam bagian belakang. Ada juga kolam yang kedalamannya sekitar 1 meter.

Di Kurma Asri juga terdapat kantin yang menyediakan berbagai makanan dan snack. Kantin tersebut juga menyediakan sewa baju untuk renang dan persewaan ban dan pelampung. Kita juga bisa membeli aksesoris untuk renang juga di sini, seperti kacamata renang ataupun pelampung untuk anak-anak.

Kalau mau sholat, terdapat mushola dekat kantin bagian depan. Tempat parkirnya juga cukup luas kok. Kalau menggunakan sepeda motor, parkirnya di sebelah tempat pembelian tiket. Sedangkan untuk mobil berada di belakang.

Di kolam Kurma Asri ini juga menyediakan program pelatihan renang untuk pemula loh?

Programnya dinamakan “Royal Aquatic”. Terdapat dua kelas, yakni : kelas prestasi dan kelas pemula. Untuk pendaftarannya sih kurang tau berapa, namun untuk biaya SPP perbulannya sebesar Rp. 180.000 dengan 3 -4 pertemuan dalam seminggu (termasuk biaya kolam).

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Kolam Renang Kurma Asri


Wisata kolam renang kurma Asri Pandaan

Jam buka kolam renang kurma Asri ini jam 7 pagi hingga jam 5 sore. Harga tiketnya sebesar 10.000 per orang. Baik itu untuk orang dewasa maupun anak-anak, harganya tetap sama. Bisa dibilang murah kan.

Lokasi Kolam Renang Kurma Asri


Lokasi kolam renang Kurma Asri berada di dusun Sukorejo, Karangjati Pandaan. Kita bisa mengunjungi Kurma Asri ini melalui dua rute. Bisa lewat Taman Dayu ataupun lewat gang sangarejo.

Biar tidak bingung, saya kasih lokasi lengkapnya sesuai Google map di bawah ini. 


Tips Kalau Mau Berkunjung ke Kolam Renang Kurma Asri


Bagi kalian yang suka berenang dalam keadaan kolam yang sepi, sebaiknya berkunjunglah ke kolam renang Kurma Asri di hari-hari kerja bukan hari libur. Kalau bisa berkunjung sebelum jam 12 siang. 

Soalnya kalau pagi masih sangat jarang pengunjung ke sana. Seperti saya yang berkunjung ke sana di hari Senin pagi. Jadi semacam kolam renang milik kita pribadi. 

Kemudian kata suami, sebaiknya pergilah ke sana hari Senin ataupun hari Jum’at. Karena di kedua hari tersebut airnya masih sangat bersih. Sangat berbeda kalau kalian berkunjung ke sana pada hari selain itu. 

Katanya suami lagi, jadwal pembersihan kolam di Kurma Asri itu biasanya hari Minggu malam dan hari Kamis malam. Jadi kesegaran airnya masih sangat jernih saat hari Senin maupun hari Jum’at. 

Tips Kalau Mau Berkunjung ke Kolam Renang Kurma Asri
Serasa kolam renang milik pribadi yah

Nah begitulah kira-kira riview singkat dari wisata kolam renang Kurma Asri di Pandaan. Semoga artikel ini cukup membantu bagi kalian yang ingin merencanakan liburan ke kolam renang Kurma Asri Pandaan Pasuruan Jawa Timur. 


15 Desember 2020 

Dewi’Na Irawan 

Lanjut Baca »
Ketika Ada Promo 12.12 Tapi Tak Punya Uang

Ketika Ada Promo 12.12 Tapi Tak Punya Uang

Tips Belanja online di event promo diskon
Source image : pexels.com

Ketika Ada Promo 12.12 Tapi Tak Punya Uang? Santuy aja sis.

Dulu awal-awal mengenal belanja online di e-commerce, event banyak diskon itu tidak seperti sekarang, yang tiap bulan ada event promo dan diskon. Kalau tidak bertepatan hari lebaran yah Harbolnas.

Sekarang mah, kalau ada angka kembar dari perpaduan tanggal dan bulan, di situlah ada promo. Seperti event 12.12 ini. Seakan-akan kita itu diberi mindset kalau ada tanggal cantik, bawaannya itu harus belanja melulu.

Apalagi iklan tentang diskon dan promo di televisi sekarang itu lagi gencar-gencarnya. Tiap nonton televisi, jeda iklannya pasti ada iklan promo. Entah dari Shopee, Lazada maupun Tokopedia.

Tampilan iklannya juga gitu. Kalau enggak pakai model seksi, yah pakai artis korea. Emang ampuh banget yah pakai pemasaran model gitu. Huft...

Promo 12.12 Mau Beli Apa?


Saya suka belanja online. Setidaknya untuk cari barang yang kita inginkan tak perlu keliling Mall ataupun Departement Store. Cukup rebahan di rumah dan scrool sampai ketemu.

Barang yang saya beli juga bukan barang mahal. Paling tidak jauh dari kebutuhan tambahan sehari-hari semisal bedak, gincu, maupun aksesoris.

Saya jarang sekali beli baju maupun sepatu secara online. Alasannya sih karena saya jarang menemukan ukuran yang sesuai dengan tubuh saya. Gini nih nasib cewek dengan tinggi minimum.

Budget yang saya keluarkan untuk belanja online juga tidak terlalu besar. Pembelian terbesar saya secara online waktu itu saat beli Juicer sekitar 200.000. Selain itu, pernah juga belanja sampai 300.000, namun saya belinya bersama sepupu-sepupu saya.

Promo yang sering saya incar paling mentok cuma gratis ongkir dari Shopee. Promo ini cukup membantu. Setidaknya harga ongkos kirim tidak melebihi harga produk murah yang saya beli. Apalagi dapat free ongkir saat toko penjualnya masih dalam satu provinsi.

Tergiur Dengan Diskon Gede-Gedean di Promo 12.12?


Kalau saya sendiri sih jarang banget termakan bujuk rayu diskon. Kalaupun pengen beli, tentu saya akan beli sesuai yang saya butuhin. Dan itupun paling barang yang masih bisa dijangkau oleh dompet.

Seperti halnya diskon lebaran di swalayan dan di mall. Banyak orang akan berbondong-bondong cari baju sale menjelang lebaran. Kalau saya sendiri lebih menyukai membeli jauh sebelum memasuki bulan puasa ataupun setelah lebaran sekalian.

Alasannya sih simple.

Saya tidak butuh harga diskonan jika pilihan produknya jarang ada yang menarik. Kebanyakan sih gitu.

Saat cari-cari baju lebaran untuk diri-sendiri, saya jarang menemukan baju yang pas atau setidaknya membuat saya tertarik untuk memakainya. Entah sudah diembat orang lain atau memang karena barang diskonan.

Sama saja dengan promo diskon belanja online. Kebanyakan sih, produk yang sedang promo tidak sesuai dengan apa yang saya butuhkan. Kalaupun ada yang menarik, kembali lagi lirik keadaan dompet. 

Yang jelas dalam berbelanja online, selalu gunakan tips cerdas dalam belanja online agar tidak kecewa nantinya saat barang sudah dikirim. Jangan sampai apa yang sudah kita bayarkan tidak sebanding dengan produk yang kita dapatkan.

Intinya, mau itu ada promo atau tidak, saya akan memutuskan untuk belanja online setelah mempertimbangkan matang-matang keadaan keuangan terlebih dahulu. Setelah itu musyawarah dengan suami.

Setelah musyawarahpun prosesnya belum kelar sampai situ. Masih ada proses menghitung ulang rumus keuangan keluarga. Barulah memutuskan untuk beli atau tidak. Kebanyakan sih putusan akhirnya “nggak jadi beli” Hahaha.

Promo 12.12 Kurang Dua Hari Lagi, Tapi Tak Punya Uang?

Ketika ada promo 12.12 tapi tak punya uang
Source image : liputan6.com

Yah bodoh amat. 

Kalau tidak ada uang untuk beli produk yang ada promonya, mau gimana lagi. Masak harus hutang? Gengsi lah.

Mending lebih bersabar lagi. Toh event seperti ini ada tiap bulan loh.

Coba diingat lagi. Bulan September ada promo 9.9, Oktober ada promo 10.10, November ada promo 11.11, dan sekarang bulan Desember ada promo 12.12. Dengan melihat kombinasi angka seperti itu pastinya bulan Januari nanti akan ada promo 1.1 .

Jadi tidak perlu khawatir kehabisan diskon. Toh e-commerce membuat diskon seperti itu supaya produknya laku kan. Kalau banyak pengguna yang tidak beli di promo diskon sekarang, siapa tahu event selanjutnya diskonnya lebih ngreget lagi.

Lagian ini kan bulan Desember. Paling di akhir bulan nanti akan ada promo diskon lainnya dengan tema Natal dan Tahun Baru yang pastinya promonya lebih menggila dari promo 12.12 ini.

Kalau kalian? Event Promo 12.12 mau beli produk apa? 

Dewi'Na Irawan



Lanjut Baca »
Memutuskan Menikah di Umur 13 Tahun

Memutuskan Menikah di Umur 13 Tahun

Pernikahan dini
Source image : kompasiana.com

Wi, minggu depan datang ke rumah yah? Tengoklah keponakanmu yang mau tunangan
Sempat kaget sih saat mendapat telpon dari kakak tertua saya, yang kasih kabar kalau mau ada hajatan tunangan di rumahnya. Jarang ada kabar, sekali kasih kabar, langsung ke intinya. Hehehe.

Lebih kagetnya lagi, saat saya dengar bahwa yang mau tunangan itu bukan keponakan laki-laki yang baru lulus 1 tahun yang lalu. Melainkan keponakan perempuan yang paling kecil yang masih duduk di bangku SMP.

Banyak tanda tanya dibenak saya kenapa keponakan saya ini tiba-tiba memutuskan untuk melangkah sejauh itu. Sempat negatif thinking sih, apakah keponakan saya ini dipaksa menikah atau ada hal buruk yang telah terjadi lainnya.

Namun setelah bertemu langsung dengan keponakan saat jamuan pertunangan, sedikit lega sih. Leganya karena dia memang memutuskan sendiri untuk bertunangan tanpa adanya paksaan ataupun hal buruk lain yang memaksa.

Namun sedih juga dan bertanya-tanya “kenapa seberani itu memutuskan untuk menikah di usia yang masih 13 tahun”.

Dulu sewaktu umur segitu, pikiran saya hanya sebatas memikirkan pelajaran sekolah maupun bermain dengan teman sebaya. Suka dengan lawan jenis saja hanya tersirat dalam hati, apalagi kepikiran untuk pacaran. Pasti akan diomelin sama kakak (kakak kedua).

Sempat juga saya diancam sama kakak, seandainya saya kepergok pacaran saat di luar, dia berencana untuk memutuskan untuk menghentikan sekolah saya. Maklum, biaya sekolah saya ditanggung oleh kakak kedua saya ini.

Sewaktu SMA saya pernah sih pacaran, namun pacaran saya dulu hanya sebatas status gitu. Toh saya dan mantan juga jarang bertemu waktu itu. 

Hubungan kita juga sebatas cinta lewat surat menyurat. Maklum, saat itu di keluarga saya masih belum ada yang memiliki handphone. Handphone masih mahal coy, meskipun yang layarnya masih hitam putih

Namun untuk keinginan menikah di usia segitu? Jujur saja, saya tidak pernah memikirkannya.

Saya juga menikah di umur yang cukup muda. Bisa dibilang pernikahan saya itu pernikahan dini. Saya menikah di umur 21 tahun.

Namun kalau keponakan saya ini jadi menikah, bukan pernikahan dini lagi namanya, namun jadi “pernikahan terlalu dini”.

Bayangkan saja, umur 13 tahun sudah tukar cincin dan berstatus tunangan. Terus mau nikah umur berapa? Tidak mungkin juga kalau masa tunangannya lebih dari 5 tahun kan? paling sehabis lulus SMP (1,5 tahun lagi) pernikahan itu akan terjadi.

alasan kenapa pernikahan dini itu dilarang
Source image : alodokter.com

Sebenarnya pernikahan di bawah 18 tahun sudah menjadi hal lumrah di Indonesia, terutama di daerah pedalaman. Sepupu suami saya juga menikah di umur 18 tahun dan ada juga sepupu laki-laki yang menikahi gadis 15 tahun.

Namun kasusnya sedikit beda sih. Sepupu suami saya ini memang tidak meneruskan sekolah setelah lulus sekolah dasar. Dia juga sudah bekerja dalam beberapa tahun setelah lulus SD. Yah setidaknya dia sudah menjalani kehidupan selayak orang dewasa yang mandiri.

Nah kalau keponakan saya ini masih duduk di kelas 2 SMP dan belum pernah hidup mandiri. Entah kena angin apa dia tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Apa karena kebanyakan nonton sinetron “Dari Jendela SMP”. Jadi halu banget soal cinta-cintaan.

Emang sih calon suaminya sudah cukup dewasa secara umur, namun bisakah keponakan saya ini bisa menjalani kehidupan berumah tangga di usia yang sangat muda. Kan biasanya di umur segitu masih labil-labilnya.

Saya sih takutnya kalau perasaannya itu hanya sekedar cinta monyet. Mungkin saja keponakan saya sekarang ini lagi jatuh cinta banget sama pasangannya, namun besok-besoknya, takutnya malah suka sama yang lain gimana? Gitu kan kalau cinta monyet yah.

Usia labil itu biasanya jarang mikir panjang. Kan tau sendiri kalau orang yang lagi jatuh cinta itu serasa dunia milik berdua. Jadi mungkin saja ponakan saya tidak mikir panjang ke depannya itu bakal seperti apa.

Kehidupan berumah tangga itu tidak seperti pacaran, kalau putus bisa cari pacar lainnya. Nah kalau sudah nikah, putus atau cerai itu akan berdampak banget bagi si wanita.

Terus, saya juga mikir gini “Apa keponakan saya tidak memiliki keinginan atau cita-cita yang ingin dicapai, sampai buru-buru memutuskan untuk menikah atau tunangan di usia 13 tahun”.

Padahal di usia sekolah itu menurut saya adalah masa paling bebas dan bahagia (dan itu yang saya rasakan sekarang). Yang menjadi beban masa sekolah, paling cuma tugas makalah ataupun PR matematika. Nah kalau sudah nikah, beban tugasnya itu complicated banget.

Yang dipikirin itu tentang ribetnya masalah keluarga, mulai dari ketidakcocokan dengan keluarga suami di awal pernikahan, masalah keuangan, adat dan kebiasaan yang berbeda, apalagi kalau sudah punya anak juga.

Saya juga mengalami hal tersebut di awal pernikahan. Dilema dan bikin depresi. Bayangkan jika semua kejadian seperti itu terjadi pada anak umur 13 tahun.

Saya sih tidak menyalahkan keponakan saya jatuh cinta, hingga mau aja diajak nikah segala. Cuma saya menyanyangkan kenapa kakak saya mau aja merestui hingga ada pertunangan segala.

Ok lah kalau tujuannya untuk mencegah anak pacaran yang berlebihan hingga terjadi kehamilan sebelum nikah misalnya. Namun semua itu kan bisa diusahakan dengan mendidik dan mengawasi anak dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan cara menikahkan anak di bawah umur juga untuk solusinya.

Yah semoga aja keponakan saya tidak buru-buru melakukan pernikahan. Syukur-syukur dia terus melanjutkan sekolahnya hingga lulus SMA, baru memutuskan untuk menikah. 

Dewi'Na Irawan
Lanjut Baca »

Blogging

Wanita Muslimah

Parenting

Wisata