-->
Cara Belajar dan Lolos Test Bahasa Inggris Untuk Karyawan

Cara Belajar dan Lolos Test Bahasa Inggris Untuk Karyawan

Cara belajar dan lolos test bahasa Inggris untuk karyawan
Source image : pixabay.com

Karena kemajuan dunia bisnis saat ini begitu pesat, maka banyak perusahaan yang menjadikan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh karyawan menjadi salah satu kualifikasi yang harus dimiliki. 
Setiap perusahaan memiliki cara dan kebijakan yang berbeda untuk melaksanakan tes bahasa Inggris untuk calon karyawan yang melamar. Ada yang hanya berupa sertifikat TOEFL, TOEIC, dan lainnya. 

Ada juga yang melakukan interview, atau bahkan melaksanakan test online bahasa Inngris untuk karyawan yang mendaftar di perusahaan tersebut dengan soal-soal yang dibuat sendiri oleh perusahaan.

Lalu saat ini yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara agar bisa lolos pada tahap tersebut tanpa harus ikut kursus atau pun dengan cara mengikuti kursus, yuk simak cara belajar dan tips lolos test.

Saat ini sudah banyak fasilitas gratis yang bisa kita manfaatkan untuk belajar mulai dari belajar online gratis hingga berbayar. Salah satunya adalah belajar dari situs untuk belajar bahasa Inggris gratis yang bisa kamu kunjungi yaitu EF Adults online class

Dalam situs tersebut kamu dapat menemukan banyak materi bahasa Inggris secara lengkap, mulai dari materi reading, writing, speaking, dan listening. Terdapat pula pilihan beberapa level yang bisa disesuaikan dengan kemampuanmu. Selain itu kamu bisa juga ikut berbagai macam tes yang ada. 

Rekomendasi situs belajar online lainnya adalah grammarly.com. Dari judulnya, situs ini dapat kamu manfaatkan untuk belajar banyak tentang grammar dan writing skills. 

Hebatnya, bukan hanya untuk belajar menulis, tetapi situs ini dapat mengoreksi penulisan yang telah kamu buat. Agar selanjutnya kamu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan kemampuanmu akan semakin meningkat. Selain itu kamu juga dapat belajar untuk persiapan TOEFL dan IELTS di situs ini. 

Bagaimana? 

Ternyata belajar bahasa Inggris dapat terasa menyenangkan bukan? Jangan lupa untuk mecoba rekomendasi situs belajar bahasa inggris secara online di atas ya!


Lanjut Baca »
Begini Cara Isi Token Listrik Online yang Mudah dan Praktis

Begini Cara Isi Token Listrik Online yang Mudah dan Praktis

Begini Cara Isi Token Listrik Online yang Mudah dan Praktis

Kebutuhan listrik sudah pasti bukan hal yang diragukan lagi. Bahkan, bisa dikatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan utama yang tidak boleh dilupakan disetiap tempat. Mulai dari rumah, sekolah, rumah sakit, hotel, perusahaan, dan tempat wisata sangat membutuhkan adanya aliran listrik. Tanpa listrik, maka segala aktivitas bisa terhambat. 

Saat ini, akses listrik tengah dioptimalkan oleh pemerintah hingga ke lokasi-lokasi terpencil. Pasalnya, wilayah terpencil tersebut masih kesulitan dalam hal pembangunan pembangkit listrik. Berbeda dengan wilayah-wilayah strategis yang melimpah pasokan listriknya. 

Bagi Anda yang hendak memasang listrik baru di wilayah ini pun akan dilayani dengan beragam pilihan daya yang dibutuhkan. Hanya saja, ada sedikit perubahan terkait metode pembayaran tagihan listrik baru yang awalnya pascabayar, sekarang menjadi prabayar. 

Sesuai namanya, maka Anda harus mengetahui cara isi token listrik sebelum bisa menggunakan aliran listriknya. 

Bagaimanakah Cara Isi Token Listrik? 


Ada tiga tahapan cara isi token listrik yang bisa Anda lakukan dengan mudah seperti uraian berikut. 

Beli Token Listrik 


Langkah pertama sebelum mengisi token listrik adalah membeli token listrik atau voucher pulsa listrik terlebih dulu. Anda bisa membelinya di konter-konter terdekat yang melayani pembelian token listrik, m-banking, atm, atau marketplace. 

Tersedia beberapa nominal yang bisa Anda pilih, mulai dari Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, Rp200.000, Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Untuk kebutuhan listrik rumahan, biasanya cukup beli voucher Rp20.000 atau Rp50.000 saja. Lalu, bulan berikutnya bisa mengisi dengan nominal serupa. 

Tips ini bisa sebagai acuan atau anggaran khusus untuk kebutuhan listrik bulanan. Sedangkan untuk kebutuhan listrik yang lebih besar, biasanya nominal yang diperlukan akan lebih besar. 

Masukkan Kode Voucher ke Meteran 


membeli token listrik atau voucher pulsa listrik, Anda akan mendapatkan kode unik yang berisi 20 digit nomor acak. Kode tersebut ditandai dengan tulisan “STROOM/ TOKEN” pada bagian bawah bukti pembelian voucher pulsa listrik. 

Sila masukkan kode tersebut pada layar meteran dengan benar. Apabila ada satu kesalahan, hapus dengan tombol backspace yang berada disebelah kiri paling bawah. 

Konfirmasi Kode Voucher dengan Tombol Enter 


Periksa kembali kode voucher listrik yang Anda masukkan apakah sudah benar atau belum. Jika sudah benar, maka tekan tombol enter. Kemudian, perhatikan layar monitornya. Apabila benar, maka akan muncul “ACCEPT” atau “benar”. 

Untuk memastikannya, sila cek saldo yang listrik Anda. Jika sudah bertambah sesuai dengan besar kWh yang Anda beli, maka pengisian pulsa listrik berhasil. Jika tidak, maka kode yang Anda masukkan salah. Tenang saja, Anda masih bisa mengulangi lagi dari awal hingga benar. Selesai.
 

Peluang Bisnis Token Listrik 


Berkembangnya era digital saat ini, semakin memberikan kemudahan layanan bagi Anda, salah satunya layanan isi token listrik online. Mengingat kebutuhan listrik yang menjadi sangat penting, maka setiap orang pasti memerlukan pengisian token listrik dengan nominal yang beragam. 

Nah, Anda bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka usaha isi token listrik online. Dengan bekerjasama dengan marketplace tertentu, misalnya Bhinneka.com, Anda bisa mengambil sedikit keuntungan dari bisnis ini. 


Sebelumnya, pahami dulu cara isi token listrik online di Bhinneka.com. Terlebih dulu, buatlah akun pada marketplace ini. Kemudian, buka laman produk digital dan pilih listrik PLN. Pada pembelian produk ini, tersedia dua pilihan jenis produk yaitu token listrik atau tagihan listrik. 

Untuk pengguna listrik prabayar, pilihlah token listrik dan masukkan nomor meteran/ID pelanggan dengan benar. Selanjutnya, pilih nominal token yang akan dibeli dan beli sekarang. 

Perlu diingat, transaksi akan langsung dilakukan, kecuali pada pukul 23.00-01.00. Jadi, jika kebetulan mendapatkan pelanggan pada jam tersebut, tunggu sebentar untuk bisa melayaninya. 

Jika memungkinkan, Anda juga bisa membuka usaha produk digital lain seperti pulsa, pasca bayar, paket daya, PDAM, uang elektronik, BPJS, hingga voucher game yang tersedia di Bhinneka.com. 

Cara pembeliannya sangat mudah seperti cara beli token listrik di atas. Jika ada kesempatan untuk membuka usaha, mengapa tidak? Toh, bermulai dari usaha kecil, akan berpeluang menjadi bisnis lebih besar bukan? 



Lanjut Baca »
Repotnya Menjadi Guru Privat Anak Sendiri di Masa Pandemi

Repotnya Menjadi Guru Privat Anak Sendiri di Masa Pandemi

mengajari anak belajar di masa pandemi
Source image : tempo.co

Harusnya artikel ini saya tulis semenjak anak saya mulai sekolah lagi, namun ada saja halangan untuk membuat tulisan ini. Ah biarlah, yang penting sekarang sudah dituliskan. 

Oh iya, anak saya sekarang sudah kelas 1 SD setelah 3 tahun mendekam di Taman kanak-kanak karena umunya tidak mencukupi.

Senang sih melihat anak mulai naik level tingkat pendidikannya, namun sedihnya tuh harus lihat mereka lebih banyak belajar di rumah dari pada ke sekolah. Yah kita tau sendiri bahwa situasi memang belum mengizinkan untuk bisa bersekolah secara normal seperti dulu.

Namun tau tidak? Di level anak kelas 1 SD harus belajar di rumah, siapa yang paling repot dalam hal ini?

Ok lah, belajar atau bersekolah bisa dilakukan melalui media daring. Yang penting ada buku paketnya dan tugas-tugas di informasikan dengan jelas. Apalagi teknologi sekarang bisa memungkinkan guru dan murid bisa bertatap muka secara langsung melalui smartphone.

Namun kebayang tidak jika anak kelas 1 yang harus belajar secara daring ataupun langsung diberi tugas seambrek untuk dikerjakan di rumah, padahal belum mendapat penjelasannya dari gurunya.

Tidak hanya anak-anak saja yang dipusingkan, kita sebagai orang tualah yang paling dipusingkan.

Harus mengajari anak-anak menjawab berbagai pertanyaan soal yang belum pernah mereka kerjakan seperti di taman kanak-kanak.

Kalau di ingat-ingat, pelajaran anak kelas 1 era sekarang, sangat jauh berbedas dengan pelajaran saya waktu kecil dulu.

Seingat saya, sewaktu kelas 1 SD saya hanya belajar membaca dan menulis, nah kalau sekarang, mereka sudah dihadpkan dengan pertanyaan “sebutkan, mengapa, dan apa?”

Bagi kita sih memang mudah untuk mejawabnya, namun mengajari anak biar tahu caranya mengerjakan itu bukan perkara mudah. Minimal anak bisa tau apa maksud pertanyaannya itu saja sudah bagus.

Anak saya sih cukup lancar dalam membaca, mengingat dia sudah tiga tahun belajar di taman kanak-kanak. Namun penalaran dan pemahaman dari apa yang dia baca itu beda lagi.

Jadi setiap dia selesai baca pertanyaan, pasti dia menoleh ke saya dan bilang “ terus apa, ma? ”

Kalau soal tugas rumahnya itu berupa pertanyaan pilihan ganda sih saya masih bisa memberi pemahaman secara logika. Namun jika soal essay, kadang saya geram sendiri saat mengajari anak saya.

Sudah saya katakan bahwa jawabannya sudah ada di buku paket atau di ringkasan buku LKS. Namun sudah dibaca berkali-kali namun masih binggung dan masih bertanya “apa jawabannya?”. Kalau dia tidak bisa, dia berhenti di situ sambil nunggu bantuan dari saya.

Memang benar bahwa mengajari anak kelas 1 SD itu bukan hal yang mudah. Harus extra sabar dalam mengajarinya, apalagi tingkat fokus anak seumuran itu masih kemana-mana. Terlebih jika yang mengajarinya itu dalam posisi kelelahan setelah bekerja.

Seperti sepupu saya yang tiap hari berangkat kerja mulai pukul 7 pagi hingga pukul 7 malam, bahkan terkadang hingga pukul 9 malam. Dengan tingkatk elelahan seperti itu, dia dipaksa untuk mengajari anaknya dalam mengerjakan tugas rumah.

Hasilnya, saya seperti melihat drama melankolis. Karena kelelahan setelah bekerja, sepupu saya sering meninggikan suaranya saat mengajari anaknya. Akhirnya anaknya jadi menangis, karena tidak tega, sepupu saya juga ikutan nangis.

Sama sih keadaannya seperti saya.

Saya juga bekerja, namun pekerjaan saya cukup normal, hanya menghabiskan 8 jam kerja seperti pada umumnya.

Lelah? Tentu.

Namun sebelum saya mengajari anak saya mengerjakan tugas rumahnya, saya masih memiliki waktu untuk mandi dan rebahan beberapa jam. Kemudian saya juga pernah membuka les privat 4 tahun yang lalu, jadi pengalaman jadi guru les masih bisa saya terapkan untuk anak saya.

Cara yang saya gunakan adalah mengawasi anak saya. Saya membiarkan dia mengerjakan sendiri sampai bisa. Jika dia binggung dengan kata-kata yang belum dia mengerti, saya akan memberi tahunya.

Saya membiarkan anak saya mengerjakan pertanyaan yang mampu dia jawab dan melompati pertanyaan yang dia tidak bisa. Baru setelah selesai semua, saya akan koreksi jawabannya beserta mengajari mengerjakan pertanyaan yang belum di jawab.

Dan Alhamdulillah, cara ini cukup memudahkan saya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya tiap hari.

Kalau kalian, punya trik khusus tidak, dalam mengajari anak kelas 1 SD di masa pandemi ini. 


Dewi’Na Irawan


Lanjut Baca »

Blogging

Wanita Muslimah

Parenting

Wisata