-->
Repotnya Menjadi Guru Privat Anak Sendiri di Masa Pandemi

Repotnya Menjadi Guru Privat Anak Sendiri di Masa Pandemi

mengajari anak belajar di masa pandemi
Source image : tempo.co

Harusnya artikel ini saya tulis semenjak anak saya mulai sekolah lagi, namun ada saja halangan untuk membuat tulisan ini. Ah biarlah, yang penting sekarang sudah dituliskan. 

Oh iya, anak saya sekarang sudah kelas 1 SD setelah 3 tahun mendekam di Taman kanak-kanak karena umunya tidak mencukupi.

Senang sih melihat anak mulai naik level tingkat pendidikannya, namun sedihnya tuh harus lihat mereka lebih banyak belajar di rumah dari pada ke sekolah. Yah kita tau sendiri bahwa situasi memang belum mengizinkan untuk bisa bersekolah secara normal seperti dulu.

Namun tau tidak? Di level anak kelas 1 SD harus belajar di rumah, siapa yang paling repot dalam hal ini?

Ok lah, belajar atau bersekolah bisa dilakukan melalui media daring. Yang penting ada buku paketnya dan tugas-tugas di informasikan dengan jelas. Apalagi teknologi sekarang bisa memungkinkan guru dan murid bisa bertatap muka secara langsung melalui smartphone.

Namun kebayang tidak jika anak kelas 1 yang harus belajar secara daring ataupun langsung diberi tugas seambrek untuk dikerjakan di rumah, padahal belum mendapat penjelasannya dari gurunya.

Tidak hanya anak-anak saja yang dipusingkan, kita sebagai orang tualah yang paling dipusingkan.

Harus mengajari anak-anak menjawab berbagai pertanyaan soal yang belum pernah mereka kerjakan seperti di taman kanak-kanak.

Kalau di ingat-ingat, pelajaran anak kelas 1 era sekarang, sangat jauh berbedas dengan pelajaran saya waktu kecil dulu.

Seingat saya, sewaktu kelas 1 SD saya hanya belajar membaca dan menulis, nah kalau sekarang, mereka sudah dihadpkan dengan pertanyaan “sebutkan, mengapa, dan apa?”

Bagi kita sih memang mudah untuk mejawabnya, namun mengajari anak biar tahu caranya mengerjakan itu bukan perkara mudah. Minimal anak bisa tau apa maksud pertanyaannya itu saja sudah bagus.

Anak saya sih cukup lancar dalam membaca, mengingat dia sudah tiga tahun belajar di taman kanak-kanak. Namun penalaran dan pemahaman dari apa yang dia baca itu beda lagi.

Jadi setiap dia selesai baca pertanyaan, pasti dia menoleh ke saya dan bilang “ terus apa, ma? ”

Kalau soal tugas rumahnya itu berupa pertanyaan pilihan ganda sih saya masih bisa memberi pemahaman secara logika. Namun jika soal essay, kadang saya geram sendiri saat mengajari anak saya.

Sudah saya katakan bahwa jawabannya sudah ada di buku paket atau di ringkasan buku LKS. Namun sudah dibaca berkali-kali namun masih binggung dan masih bertanya “apa jawabannya?”. Kalau dia tidak bisa, dia berhenti di situ sambil nunggu bantuan dari saya.

Memang benar bahwa mengajari anak kelas 1 SD itu bukan hal yang mudah. Harus extra sabar dalam mengajarinya, apalagi tingkat fokus anak seumuran itu masih kemana-mana. Terlebih jika yang mengajarinya itu dalam posisi kelelahan setelah bekerja.

Seperti sepupu saya yang tiap hari berangkat kerja mulai pukul 7 pagi hingga pukul 7 malam, bahkan terkadang hingga pukul 9 malam. Dengan tingkatk elelahan seperti itu, dia dipaksa untuk mengajari anaknya dalam mengerjakan tugas rumah.

Hasilnya, saya seperti melihat drama melankolis. Karena kelelahan setelah bekerja, sepupu saya sering meninggikan suaranya saat mengajari anaknya. Akhirnya anaknya jadi menangis, karena tidak tega, sepupu saya juga ikutan nangis.

Sama sih keadaannya seperti saya.

Saya juga bekerja, namun pekerjaan saya cukup normal, hanya menghabiskan 8 jam kerja seperti pada umumnya.

Lelah? Tentu.

Namun sebelum saya mengajari anak saya mengerjakan tugas rumahnya, saya masih memiliki waktu untuk mandi dan rebahan beberapa jam. Kemudian saya juga pernah membuka les privat 4 tahun yang lalu, jadi pengalaman jadi guru les masih bisa saya terapkan untuk anak saya.

Cara yang saya gunakan adalah mengawasi anak saya. Saya membiarkan dia mengerjakan sendiri sampai bisa. Jika dia binggung dengan kata-kata yang belum dia mengerti, saya akan memberi tahunya.

Saya membiarkan anak saya mengerjakan pertanyaan yang mampu dia jawab dan melompati pertanyaan yang dia tidak bisa. Baru setelah selesai semua, saya akan koreksi jawabannya beserta mengajari mengerjakan pertanyaan yang belum di jawab.

Dan Alhamdulillah, cara ini cukup memudahkan saya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya tiap hari.

Kalau kalian, punya trik khusus tidak, dalam mengajari anak kelas 1 SD di masa pandemi ini. 


Dewi’Na Irawan


Lanjut Baca »
Cara Index Artikel Baru Di Google Console Baru

Cara Index Artikel Baru Di Google Console Baru

Cara Index Artikel Baru Di Google Console Baru
Source image : Flipweb.org

Mungkin ini tips yang sudah banyak blogger pada taubagaimana cara biar artikel baru biar cepat terindex di google. Di artikel para suhu-suhu Blogger juga pada banyak info tentang tema ini, namun saya tetap bersikeras menulisnya sebagai pengalaman diri sendiri. 

Jadi ceritanya tuh saat saya mendapat penawaran dari pihak Advertiser, yang mana pihak Advertiser sendiri memberi syarat untuk menuliskan artikelnya sendiri sesuai tema, kemudian artikel harus sudah terindex di google.

Saya mah blogger awam yang taunya nulis doang, jadi saya berpikiran bahwa setiap artikel yang sudah terpublish otomatis akan terindex di Google. Apalagi saya tuh sudah setting peta situs di Google console atau Webmaster, yang menurut saya setiap artikel yang publish secara otomatis akan terindex dalam sendirinya.

Dan ternyata, pemikian saya tentang hal itu tidak benar.

Hal ini terbukti ketika pihak Advertiser menanyakan kepada saya “kok artikelnya belum terindex yah kak?”.

Beliau menjelaskan bahwa jika artikelnya memeng sudah terindex, indikasinya Backlink yang saya pasang di artikel saya menuju situs yang ditentukan juga akan terlihat. Padahal saya sudah publish artikel tersebut dua hari yang lalu loh?

Secara blog saya kan memang berasal dari platform blogger atau blogspot, namun kenyataannya untuk terindex itu tidak secara otomatis hari itu juga.

Saya jadi paham bahwa tidak selamanya blogger yang menggunakan platform dari google itu menjadi anak emas. Bahkan katanya jauh lebih enak menggunakan platform Wordpress, apalagi ada plugin-plugins yang bisa mendukung perihal index dan SEO.

Dulu pernah coba sih biar cepat terindex itu menggunakan Google search console. Yakni dengan menambahkan url artikel terkait dan mengindexnya secara manual.

Nah saya ingin coba itu, karena saking lamanya tidak melihat search console, saya binggung dengan perubahan tampilan dari google search console tersebut. Saya cari menu untuk pengindexan manual yang pernah saya ingat, namun saya gagal mencarinya. Bahkan tools-tools di versi lama juga tidak bisa digunakan.

Dan pada akhirnya saya menemukan caranya berikut saya jelaskan secara seksama, hehehe

Cara Mengindex Artikel Baru Secara Manual


Pernah saya singgung di artikel “Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar Blogmu Disukai Dan Dikunjungi Banyak Orang”. Yang mana salah satu agar blog bisa dikunjungi oleh banyak orang adalah blog kita harus terindex di Google.

Agar bisa terindex di Google syaratnya adalah dengan mendaftarkan blog kita ke Webmaster atau Google Search Console. Kalau kalian belum paham cara daftarnya, bisa banget cari rujukan lain di blog-blog lain, karena saya tidak memiliki artikel tentang itu, huhuhuhu.

Dalam Search Console, banyak menu yang dapat dimanfaatkan agar blog kita terlihat lebih baik. Misalnya masalah pembergunaan seluler, Link yang tertaut dengan blog kita, bahkan statistik blog kita juga.

Saya juga pernah mencoba untuk menghapus link broken karena artikel yang sudah pernah saya publish sebelumnya, sengaja saya hapus karena suatu hal. Nah di Google Search Console ini ada menu untuk menghapus link broken yang sudah terindex.

Saya tuh dulu taunya bahwa Search Console ini hanya berguna untuk memasukkan sitemap doang, ternyata banyak manfaat dengan mempelajari data dan statistik di Search Console ini. Nah salah satunya adalah dengan melakukan pengindexan secara manual.

Untuk caranya sendiri berbeda dengan di versi Search Console terdahulu. Dan saya baru tahu gara-gara claim dari pihak Advertiser, jadi nambah pengetahuan nih.

Cara Index Artikel Baru Di Google Console Baru

Pertama-tama, buka dan login Search Console, kemudian pilih “Inspeksi url”. Ketik atau copy url artikel dan pastekan di kolom yang tersedia.

Google akan mencari data url itu sudah terindex atau belum, jika belum akan muncul seperti gambar di bawah ini.

Cara Index Artikel Baru Di Google Console Baru
Pilih “Minta Pengindeksan”. Jika memang url itu valid di blog kita, maka dalam beberapa menit google akan mengindeks artikel baru kita.

Tadaaaaa…

Dengan begitu artikel baru kita akan terindex dalam hari itu juga.

Bagaimana? Sudah sedikit paham tentang cara pengindeksan artikel baru secara manual.
Semoga bermanfaat



Dewi’Na Irawan

Lanjut Baca »
Ternyata Perbedaan Air Aki Merah Dan Biru

Ternyata Perbedaan Air Aki Merah Dan Biru

Perbedaan air Aki merah dan air Aki biru
Source image : tribunnews.com

Seperti yang sudah kita ketahui jika jenis aki basah adalah salah satu jenis aki yang banyak digunakan untuk kendaraan di Indonesia. Hal ini karena aki basah memiliki keistimewaan dimana jika akinya tekor, kita hanya perlu melakukan pengisian air accu agar bisa digunakan kembali.

Ciri utama dari jenis aki basah ini adalah terdapat air yang ada di dalam unit aki tersebut. Nah seiring berjalannya waktu tentu saja air aki akan menyusut secara perlahan, apalagi jika kendaraan sering digunakan untuk sehari-hari. Untuk bisa menjaga kualitas dari aki, maka dibutuhkan pengisian air accu secara berkala.

Kapan kita boleh mengisi ulang air aki? kita dianjurkan untuk melakukan pengisian ulang air aki ketika air yang ada dalam unit aki tersebut sudah berada di bawah ambang batas normal. Air aki yang digunakan untuk mengisi ulang unit aki ini tentu saja bisa kita dapatkan dengan mudah di bengkel sekitaran rumah kita, jika tidak anda bisa membelinya di toko otomotif terdekat. 

Namun jangan asal sembarangan membeli air aki ya, karena terdapat dua jenis air aki yaitu aki merah dan biru. 

Perbedaan Air Aki Merah Dan Biru


Perbedaan air Aki merah dan air Aki biru
Source image : medium.com

Pada saat kita ingin membeli cairan air aki di bengkel atau toko otomotif tentu saja kita akan ditawari dengan dua jenis cairan air aki, yaitu air aki merah dan juga air aki biru. Keduanya bisa anda lihat dengan warna tutup yang digunakan pada botol tempat air aki tersebut.

Jika botol menggunakan penutup warna merah, maka bisa dipastikan air aki tersebut adalah jenis air aki merah, begitu juga sebaliknya jika air aki tersebut menggunakan penutup warna biru, maka bisa dipastikan jika jenis air aki tersebut adalah air aki biru.

Pastinya anda bertanya-tanya, kenapa keduanya dibedakan? bukankah keduanya sama-sama air aki? Tentu saja berbeda, kedua jenis air aki ini dipilih karena memang dibuat untuk tujuan yang berbeda.

Air aki dengan penutup warna biru tersebut digunakan untuk menambah cairan aki yang sudah tinggal sedikit. Jadi bagi anda yang ingin mengisi ulang air aki anda, maka anda pilih saja air aki dengan warna yang biru.

Sedangkan untuk air aki yang berwarna merah ini memang dibuat khusus untuk melakukan pengisian pada unit aki yang baru. Jadi jika anda ingin mengisi air aki untuk unit aki yang baru, anda bisa menggunakan air aki yang warna merah.

Yang membuat berbeda antara air aki warna biru dan merah berikutnya adalah pada kedua jenis cairan yang terkandung dalam masing-masing air aki tersebut. Air aki jenis merah ini lebih dikenal dengan nama air aki zuur. Air aki merah ini mengandung asam sulfat atau H2S04 yang mengandung elektrolit atau zat yang dapat menyimpan sekaligus menghantarkan listrik

Sementara untuk air aki warna biru ini mengandung cairan yang cukup berbahaya. Hal ini karena jika air aki dengan warna biru ini terkena kulit, maka bisa menimbulkan efek gatal-gatal pada kulit. Oleh sebab itu anda harus hati-hati saat akan menuangkan air aki warna biru ke dalam unit aki. Karena zat yang bisa menyimpan dan menghantarkan listrik tersebut, maka aki warna merah lebih banyak digunakan untuk air aki pertama.

Sebenarnya pada dasarnya masing-masing pabrikan memiliki formula H2S04 mereka sendiri-sendiri. Untuk air aki dengan warna biru ini biasanya digunakan untuk menambah volume air aki, atau untuk pengisian ulang air aki.

Air aki warna biru ini merupakan air yang telah mengalami demineralisasi. Karena sudah mengalami demineralisasi tentu saja air aki tersebut tidak mengandung logam sama sekali di dalamnya.

Air aki warna biru juga tidak bisa menambah berat jenis H2S04 yang masih tersisa. Oleh sebab itu air aki warna biru banyak digunakan untuk menambah atau mengisi ulang volume air aki yang sudah ada sebelumnya. 

Meskipun memiliki kandungan yang berbeda, namun kedua jenis aki ini dijual dengan harga yang tidak jauh berbeda kok

Semoga bermanfaat

Lanjut Baca »

Blogging

Wanita Muslimah

Parenting

Wisata