Rezeki Itu Tidak Bisa Diprediksi Dan Datangnya Tidak Bisa Ditunda

Rezeki Itu Tidak Bisa Diprediksi Dan Datangnya Tidak Bisa Ditunda

Sumber gambar dari Portalb.mk

Sebelumnya saya ingin mengucapkan minal aidin wal faidzin kepada para pembaca. Jika ada salah-salah kata yang pernah saya tulis di blog ini, saya selaku author blog Peridiri meminta maaf yang sebesar-besarnya .

Setelah liburan hari lebaran telah usai, kini aktivitas kembali normal seperti biasanya. Saya pun sudah mulai masuk kerja di H+6 di tempat kerja yang baru.

Oh iya, pernah saya singgung bahwa sejak bulan April kemarin, saya sudah bekerja di salah satu perusahaan. Namun mendekati bulan Ramadhan saya di liburkan kembali. Jadi saya bekerja hanya genap 1 bulan saja di sana.

Sudah jadi hal biasa di perusahaan tersebut, jika sudah mendekati Ramadhan, perusahaan tersebut akan memasukkan karyawan dengan jumlah besar, namun setelah Ramadhan kurang satu minggu, karyawan baru tersebut akan di liburkan karena stock order sudah terpenuhi, dan akan di panggil kembali setelah lebaran, itupun kalau benar-benar di panggil juga?.

Tapi bagi saya, libur sebulan penuh saat menjalankan ibadah puasa itu adalah anugrah terindah. Saya justru senang diliburkan saat bulan puasa, jadi bisa berpuasa dengan tenang di rumah.

Namun keinginan itu hanya menjadi sebuah angan-angan belaka, ketika saya akhirnya mendapat panggilan interview kerja di perusahaan lain dan diterima.

Awalnya saya dan teman-teman yang baru saya kenal satu bulan saat bekerja di perusahaan yang lama, berencana akan kembali sama-sama menaruh lamaran kerja seusai lebaran. Namun salah satu teman saya mengajak saya untuk menaruh lamaran di sebuah perusahaan yang baru berdiri.

Singkat cerita akhirnya saya dan teman saya ke lokasi perusahaan baru tersebut, namun sayangnya kita telat satu hari. Lowongan kerja nya ditutup menunggu gelombang kedua 6 bulan berikutnya.

Karena sudah bawa surat lamaran, sekalian saja ditaruh di peruhaan lain, dari pada surat lamarannya di bawa pulang kembali.

Kita berhenti disalah satu perusahaan dengan pagar berwarna hijau searah dengan jalur kita pulang. Katanya teman saya, perusahaan ini produksi bahan makanan. Kita masuk dan bertanya pada satpam tentang adanya lowongan kerja di perusahaan ini. Dan pertanyaan kita disambut hangat oleh satpam tersebut.

Untuk lowongan pekerjaan memang masih tidak ada, namun di saat perusahaan butuh tenaga kerja, nanti akan di panggil kok.” Jawab satpam dengan hangatnya.

Nanti surat lamaran ini tidak dibakar atau di buang kan pak?” Cetus teman saya sembari menulis alamat perusahaan di amplop surat lamaran tersebut.

Ya enggak lah neng, tulis saja, biar nanti saya akan taruh di bagian HRD. Banyak kok pegawai yang menaruh lamaran kesini dan baru di panggil interview setelah beberapa bulan” Jawab Satpam menyakinkan kita.

Setelah menaruh surat lamaran akhirnya kita sama-sama pulang. Namun sorenya, teman saya chat saya, ternyata kita taruh lamaran tersebut salah perusahaan. Harusnya sedikit ke timur lagi dan sama-sama pagar depan perusahaan berwarna hijau juga.

Niat awalnya kita mau menaruh di perusahaan yang bergerak di proses bahan makanan, sedangkan perusahaan yang kita taruh lamaran tadi bergerak di alat dan bahan medis, seperti : gips, perban, poliwash dan sebagainya.

Namun justru karena kekeliruan tersebut kita berjodoh. Rezeki memang tidak bisa di prediksi dan datangnya tidak terduga.

Niatnya ingin puasa dirumah namun akhirnya tinggal kenangan

Niatnya ingin mencoba cari keberuntungan setelah lebaran, ternyata baru libur kerja sebentar, sudah dapat ganti yang baru.

Niatnya menaruh di perusahaan tertentu, justru dapat yang jauh lebih baik dari itu.
Syukur Alhamdulillah saya panjatkan atas karuniaNya yang begitu besar kepada saya. Berawal dari keterlambatan kemudian kekeliruan, namun ujungnya begitu indah.


Apa yang saya inginkan dan yang saya rencanakan tidak selalu berjalan dengan semestinya, namun Allah memberikan bukan yang saya inginkan lagi namun justru apa yang saya butuhkan.

Dari pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga, jam kerjanya yang pas sekali bagi ibu rumah tangga semacam saya (masuk jam setegah 8), tidak ada shift malam dan yang paling penting rekan-rekan kerjanya sangat asik dan enak di ajak ngobrol. Saya sangat bersyukur atas karuniaMu yah Rabb.

Kesimpulannya, Terkadang hidup memang terlihat tidak adil, Kita sudah datang jauh-jauh ke lokasi perusahan, ternyata lowongan pekerjaan hanya di buka untuk daerah sekitar perusahaan itu saja.

Kita sudah menaruh banyak lamaran ke berbagai perusahaan, namun sudah hampir satu tahun tidak ada satu panggilan pun yang datang. Sedangkan orang lain baru satu kali menaruh lamaran sudah langsung dapat pekerjaan.

Bersabarlah, percayalah Allah Dzat Yang Maha Adil.

Disaat kita gagal dan mengalami kesulitan hidup, ketahuilah bahwa Allah sedang memperhatikan kita dengan ujianNya. Ketika kita sanggup menjalaninya dengan sabar dan ikhlas, percayalah pasti akan ada hikmah di dalamnya.

Disaat sudah memetik hikmah dalam ujian tersebut, kita akan menyadari bahwa betapa Agung Rohman dan Rokhim nya Allah kepada makhluknya.

Read more »
Menu Makanan Yang Disunnahkan Rasulullah Saat Berbuka Puasa

Menu Makanan Yang Disunnahkan Rasulullah Saat Berbuka Puasa

Tidak terasa bulan puasa telah sampai, bulan puasa merupakan moment yang paling ditunggu - tunggu oleh seluruh umat musim di dunia. Bagaimana tidak? Di bulan ini segala amalan yang kita lakukan akan dilipat gandakan oleh Allah SWT. Untuk itu di bulan yang penuh berkah ini umat muslim tidak hanya menjalankan kewajiban berpuasa, namun juga berlomba-lomba untuk melaksanakan amalan-amalan sunnah nabi Muhammad SAW.

Adapun amalan-amalan yang biasa dilakukan saat berpuasa yaitu menjalankan sholat tarawih saat malam hari, bersedekah, melakukan sholat sunnah hingga iktikaf di masjid. Jika dirasa berat, ada amalan lain yang bisa anda lakukan yaitu menyegerakan berbuka dengan makanan dan minuman yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kebanyakan orang  saat melaksanakan berbuka puasa akan mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan. Padahal, sebenarnya hal tersebut tidak dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, karena segala yang berlebihan itu sejatinya tidak baik. 

Jika anda mengkonsumsi makanan secara berlebihan saat perut dalam keadaan kosong seharian akan menyebabkan lambung bekerja terlalu keras. Selain itu mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan akan menyebabkan tubuh menjadi mengantuk dan malas untuk beraktifitas termasuk melaksanakan sholat tarawih.

Sebagai umat muslim yang beriman sebaiknya kita berbuka dengan makanan dan minuman yang disunnahkan oleh nabi, karena selain mencari keberkahan hal tersebut juga baik utnuk tubuh kita. Untuk itu kali ini kami akan membagikan informasi mengenai beberapa makanan dan minuman yang dianjurkan untuk berbuka puasa oleh Rasulullah.

1. Kurma

Sumber gambar : Hellosehat.com

Menurut hadist riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, saat berbuka puasa Rasulullah memakan "ruthab" atau kurma muda untuk berbuka puasa, dan bilamana tidak ada kurma beliau akan meminum seteguk air. Oleh karena itu mengkonsumsi buah kurma atau seteguk air menjadi sunnah bagi umat muslim yang sedang berpuasa.

Ternyata selain membawa keberkahan, kurma sendiri memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh manusia. Berdasarkan penelitian yang telah diterbitkan oleh International Journal Food Sience Nutrition di tahun 2003, kurma memiliki 15 kandungan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa mineral tersebut yang paling utama yaitu magnesium, kalium, kobalt, zat besi, mangan, fosfor, selenium, seng, dan kalsium

Selain itu kurma juga tinggi akan protein seperti linoleat, oleat dan palmitoleat. Tidak kalah dengan buah segar lainnya, kurma juga memiliki berbagai kandungan vitamin seperti vitamin C dan vitamin B kompleks dalam jumlah yang cukup tinggi. Tidak ketinggalan sejumlah kandungan antioksidan juga terdapat di dalam buah kurma.

Beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari buah kurma ini yaitu meredakan sembelit, menambah energi, menjaga kesehatan gigi dan tulang, membantu mengatasi anemia, menyehatkan jantung, juga menyehatkan sistem saraf. Sudah tidak diragukan lagi, banyak oenelitian yang mengungkapkan manfaat dari buah kurma ini. Untuk itu selalu sedia kurma disaat berbuka puasa anda bersama keluarga.

2. Madu

Sumber gambar : Tribunnews.com

Sejak zaman dahulu telah dianjurkan untuk mengkonsumsi madu untuk berbuka puasa dan sahur. Karena madu memiliki banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, sehingga dapat membantu menyehatkan tubuh saat berpuasa. Anjuran untuk mengkonsumsi madu sendiri telah tertuang ke dalam Qur’an surah An Nahl ayat 69 : “dari perut lebah itu keluar minuman madu yang beraneka ragam warnanya , di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia

Menurut penelitian yang dituangkan dalam Codex Standart for Honey pada tahun 1981 kandungan utama yang paling banyak terdapat di dalam madu yait fruktosa dan glukosa. Selain itu terdapat kandungan lain yaitu asam-asam organik, enzim, protein, asam amino, maltosa, sukrosa dan masih banyak lagi.

Banyak manfaat yang akan kita dapatkan dari mengkonsumsi madu, diantaranya yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperlancar sistem peredaran darah, meredakan tenggorokan, membantu penyembuhan dan membantu memperlancar pencernaan. Untuk itu sebaiknya anda mengkonsumsi madu minimal 2 sendok makan saat berbuka puasa dan sahur untuk menjaga kesehatan anda.

3. Delima

Sumber gambar : Merdeka.com

Buah yang berbentuk seperti limau ini merupakan salah satu buah yang berasal dari negeri Iran. Buah ini sendiri memang telah dianjurkan sejak lama sebagai pendamping saat berbuka puasa karena buah delima berkhasiat untuk membantu melancarkan sistem pencernaan. Rasulullah pernah bersabda :
 “Makanlah delima dengan kulitnya karna sesungguhnya buah delima baik untuk penghadaman perut” (diriwayatkan oleh Ahmad, Baihaqi, dan Ibnu Sunni) 
Selain di sunnahlan untuk dikonsumsi buah delima ternyata memiliki banyak kandungan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh manusia. Kandungan yang paling baik di dalam delima yaitu polifenol seperti tanin, punikalagin, antosianin delphinidin, pelargonidin glikosida dan sianidin. 

Selain memiliki kandungan polifenol yang tinggi, delima juga dikenal memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Bahkan denganmengkonsumsi satu buah delima kita bisa mencukupi 17 % asupan vitamin C harian tubuh kita. Di dalam minyak biji delima juga terdapat asam palmiat, asam oleat, asam linoleat, asam searat, dan asam punisat.

Buah delima terbukti memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menunjukan bahwa buah delima dapat membantu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker di dalam tubuh. Selain itu manfaat lain dari buah delima yaitu membantu menurunkan kolestrol, menyehatkan jantung, membantu memperlancar sistem pencernaan dan menjaga kesehatan mulut dan gigi. 

***

Itu tadi 3 makanan yang disunnahkan Rasulullah untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Semoga apa yang kita konsumsi selama berbuka puasa menjadi berkah dan ibadah kita selalu dilancankar. Marhaban ya Ramadhan..
Read more »
Karena Hidup Adalah Jihad

Karena Hidup Adalah Jihad

Beberapa hari yang lalu kita semua mendengar kabar duka dari Surabaya tentang peledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga. Miris rasanya pelaku pengeboman itu lagi-lagi berasal dari golongan orang islam.

Sekali lagi nama baik agama Islam tercoreng dengan tindakan radikal seperti itu. Padahal ajaran Islam sesungguhnya ajaran yang penuh cinta dan budi pekerti yang luhur. Seperti adanya bulan suci Ramadhan ini juga hadir agar sesama muslim, baik yang kaya dan yang miskin sama-sama merasakan bagaimana rasanya lapar.

Dengan adanya zakat firah, tujuannya agar si kaya dan si miskin sama-sama mengeluarkan zakatnya untuk bisa saling membantu sesama muslim lainnya. Terus bagaimana tindakan terorisme dan bunuh diri ini dimaksudkan sebagai ajaran islam? Apa seperti itu disebut jihad?

Sumber gambar : mengenalislamlebihdekat.wordpress.com

Kita tidak hidup dalam peperangan seperti zaman Rosululloh yang harus berjuang demi menegakkan bendera islam. Kita juga bukan hidup di zaman penjajahan Belanda dan sekutunya. Namun kita hidup di Indonesia yang merdeka.
Andai bom bunuh diri dan membunuh orang lain disebut mati syahid dan ganjarannya surga? Andaikan segampang itu mati syahid dan mendapat surga. Kenapa kita tidak dianjurkan saling membunuh untuk mendapatkan tempat yang istimewa di hadapan Tuhan?
Jika bom bunuh diri yang ditujukan kepada penduduk pribumi dan mengakibatkan rusaknya beberapa properti negara, apa itu pantas disebut jihad! Negara mengalami kerugian, orang yang tidak bersalah jadi korban dan pelaku?

Saya yakin bahwa pelaku bom bunuh diri juga salah satu korban dari ajaran yang menyesatkan ini. Jika memang ajaran ini benar, kenapa pemimpinnya tidak melakukannya terlebih dahulu, kan jelas mereka percaya bahwa yang mereka lakukan itu ganjarannya “Surga”.

Entahlah, apakah pelakunya ini memang sudah bosan hidup atau memang otaknya sudah dicuci dan dilaundry hingga mau melakukan hal semacam itu.

Karena Hidup Adalah Jihad

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa’: 29-30). 

Jika para teroris beranggapan aksi bunuh diri adalah sesuatu yang mulia atau dikenal dalam bahasa islamnya, “jihad”. Itu hanya kekeliruan yang fatal, kesesatan yang menyesatkan. Bom bunuh diri yah sama halnya bunuh diri juga. Tidak ada keren-kerennya.

Yang keren adalah orang-orang yang tetap ingin hidup meskipun beratnya cobaan dan ujian yang mereka hadapi. Karena hidup adalah jihad.

Kadang banyak orang menyalah artikan bahwa jihad itu berupa kekerasan, persenjataan, serangan dan peperangan. Iya kalau kita berada di negara peperangan seperti Palestina atau zaman Indonesia masih dijajah belanda dulu itu masih dibenarkan. Ini zaman now loh! Indonesia juga tidak mengalami peperangan.

Sebenarnya jihad kita jauh lebih berat, sebab jihad kita melawan diri sendiri. Seperti sabda Rosulullah SAW:

Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad (berjuang) melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih diriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr) 

Jihad kita melawan ketamakan diri, merasa benar sendiri, merasa sombong dengan kemampuan diri sendiri, dan hal-hal negatif yang ada dalam diri.

Bagi saya, menjalani hidup sesuai titah-Nya dan berusaha menjadi manusia yang baik bagi manusia lainnya adalah jihad kita sebagai manusia seutuhnya.

Karena hidup adalah jihad, dan sebaik-baiknya jihad adalah menjalani hidup yang bermanfaat bagi alam dan isinya
Dewi Nadzifah
Perihal Diri

Read more »
Menurut Kalian, Arti Dewasa Itu Seperti Apa?

Menurut Kalian, Arti Dewasa Itu Seperti Apa?

Saya sering mendengar dari pembicaraan orang bahwa tingkat kedewasaan seseorang itu terlihat dari tingkah lakunya. Dewasa tak selalu di ikuti oleh pertumbuhan usia.

Secara hukum yang berlaku di Indonesia memang seseorang dikatakan dewasa kalau sudah lulus sekolah menengah, karena di Negara Indonesia ini, seseorang yang sudah lulus sekolah berhak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan berhak mengutarakan suaranya di pemungutan suara seperti pemilu.

Arti dewasa yang sebenarnya

Namun, jika dilihat dari sudut pengertian ‘DEWASA’ itu sendiri, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dewasa adalah mencapai usia akil baligh, yaitu bukan anak-anak ataupun remaja lagi.

Sedangkan menurut islam, seseorang baik perempuan maupun laki-laki dikatakan dewasa atau baligh apabila seseorang tersebut sudah mengalami haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki. Tentu saja masa seseorang untuk mencapai akil baligh, berbeda satu dengan lainnya.

Dewasa berarti matang. Baik matang secara biologis, maupun secara psikis.Sehingga bisa dikatakan tidak perlu menunggu tua untuk menjadi dewasa, karena kedewasaan tidak selalu beriringan dengan bertambahnya usia.
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan!
Bagi saya pribadi, dewasa adalah orang yang telah mampu memilih dan memilah serta mengkategorikan mana yang perintah dan mana yang larangan Allah Subhanahu Wata'ala. Ia telah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya.

Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu menurut orang lain itu baik juga, apa yang kita yakini sudah dewasa belum tentu juga menurut orang lain itu dewasa. Dan pengertian dewasa seperti itu sangat relatif tergantung sudut pandang masing-masing orang.

Baca juga   Disaat dirimu mengutuk dunia dan merasa dunia ini tak adil

Memang tidak mudah untuk menjadi dewasa, ada masa transisi yang panjang, perlu ilmu, ada latihan, dan sebagainya. Seperti kata-kata inspirasi yang saya temukan disalah satu status di media sosial :
"Ada banyak cara menjadi dewasa, kadang begitu mudah semudah membaca buku dan menemukan kearifan di tiap lembarnya. Bahkan ada yang lebih mudah, seperti bercermin pada setiap kejadian yang terjadi pada orang lain."

"Tapi tidak jarang, kita harus menempuh jalan yang begitu berat untuk menjadi dewasa dan sadar. Kita mesti melewati sungai fitnah yang deras, harus membelah rimba cobaan dengan kerja dan sabar, bahkan kita harus penuh luka sebelum akhirnya memetik hikmah dan menjadi dewasa. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gugur di tengah jalan."
Saya semakin teringat sabda Rasulullah tentang sifat Allah SWT, “Sesungguhnya Allah SWT adalah yang Maha Pencemburunya.”

Karena itulah, saya juga ingin mengingatkan kembali bahwa sesungguhnya setiap “teguran” yang datang kepada kita bukanlah pertanda bahwa Allah SWT ingin menyengsarakan kita. Tapi mungkin karena kita sudah mulai menjauh dariNya, atau mungkin dengan cara begitu Allah SWT menguji kita untuk menjadi khalifah yang lebih dewasa dari sebelumnya.

Baca juga   Tidak ada kerugian di saat melakukan kebaikan

Dewasa adalah pilihan, maka jalan mana yang akan kita pilih? Berusaha menjadi dewasa seiring putaran masa atau bertahan dalam kekanakan dengan wajah kita yang kian menua?.


Pandaan, 18 Januari 2018
Dewi'Na Irawan
Read more »
Tidak Ada Kerugian Disaat Melakukan Kebaikan

Tidak Ada Kerugian Disaat Melakukan Kebaikan

Pernah tidak kita merasa rugi saat melakukan sesuatu hal yang baik, datang tepat waktu misalnya.

Kebanyakan orang Indonesia (tidak semua orang) itu sudah terbiasa dengan jam karet. Bahkan acara besar seperti konser ataupun hal besar lainnya saja juga terkadang diundur gegara artist atau orang yang penting dalam acara tersebut ada yang datang terlambat.

[QS. Az Zalzalah:7-8].

Kapan hari saya ada janjian dengan seseorang teman, rencananya kita bertemu jam 8 pagi ditempat yang sudah kita tentukan, kemudian memutuskan untuk bepergian ke tempat wisata bersama-sama. Saya datang lebih awal karena saya tidak terbiasa datang terlambat.

Saya sendiri juga tidak suka saat menunggu lama, makanya saya usahakan datang lebih awal karena saya tahu bagaimana resahnya dan tidak enaknya saat menunggu seseorang sendirian yang tak kunjung datang. Makanya saya tdak ingin orang lain merasakan hal yang tidak saya sukai itu. Jadi, sebisa mungkin saya tidak mau bikin orang lain menunggu.

Baca juga   Menunggu itu tak selamanya membosankan, bahkan menyenangkan bagi yang mau berfikir

Tapi, lama kelamaan lelah juga kalau yang ditunggu tak kunjung datang, hampir 1 jam lebih saya menunggu di tempat yang sudah kita tentukan. Sudah berangkatnya saya tidak sempat sarapan karena ingin datang tepat waktu, eh malah yang ditunggu tidak datang-datang.

Sempat saya berpikir bahwa teman saya ini tidak menghargai waktu saya, seandainya dia bilang datang terlambat, saya kan bisa menyiapkan diri untuk sarapan terlebih dahulu. Dan akhirnya saya merasa malas untuk datang tepat waktu, serasa apa yang saya lakukan jadi sia-sia belaka.

Kenapa saya harus ngebelain tepat waktu, sementara orang lain pun tidak menghargai waktu yang saya miliki?

Sempat kesal juga, hingga akhirnya saya mengerti bahwa menunggu tidaklah buruk. Justru saya merasa buruk sekali, kenapa juga saya merasa rugi saat melakukan kebaikan. Bukankah membiasakan diri melakukan kebaikan itu juga demi kebaikan diri sendiri juga.
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” (QS. Ar- Rahman: 60)
Justru saya sendiri yang akan rugi jika saya membiasakan diri melakukan hal yang tidak baik, datang terlambat misalnya. Tentu saya akan berdosa jika membuat orang yang menunggu kedatangan saya, kesal karena terlalu lama menunggu saya datang.

Dengan datang terlambat, tentu saya akan merasa serba salah karena keterlambatan tersebut. Lebih baik jika saya yang menunggu dari pada saya yang di tunggu.

Dengan datang tepat waktu, saya bisa lebih santai menikmati keadaan dengan duduk bersantai. Saya juga bisa mengakses internet ataupun mengetik sebuah konten untuk blog saya dikala menunggu kedatangan teman saya.

Disaat teman saya datang, dia minta maaf atas keterlambatannya. Saya tersenyum dan memeluk dia dengan erat. Saya berbisik kepada dia “tidak apa-apa, mari kita berangkat”. Kemudian diapun tersenyum karena hal yang saya lakukan kepadanya.

Sungguh tidak ada kerugian dalam melakukan sebuah kebaikan. Kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan, percayalah kita akan mendapat hasil dari kebaikan itu sendiri.

Yuk mari kita menjadi seorang yang menginisiasi kebaikan dari hal-hal kecil, seperti buang sampah ditempatnya, tertib dalam mengantri, datang tepat waktu dan kebaikan-kebaikan kecil disekitar kita.

Baca juga   Kenikmatan yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang

Kita awali semua dengan kebaikan dan semoga kebaikan itu bisa menular ke orang disekitar kita. Disaat satu orang melakukan kebaikan, kemudian orang di sebelahnya mengikuti, dan seterusnya sampai semua yang ada di tempat itu melakukan kebaikan yang sama untuk berbagi kebahagiaan.
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” [QS. Az Zalzalah:7-8].

Pandaan 11 Januari 2018
Dewi'Na Irawan 
Read more »
Baca dan Renungkanlah! Disaat Dirimu Mengutuk Dunia Dan Merasa Dunia Ini Tak Adil

Baca dan Renungkanlah! Disaat Dirimu Mengutuk Dunia Dan Merasa Dunia Ini Tak Adil

Kita pasti pernah merasakan yang namanya ketidakadilan. Merasa bahwa kehidupan dunia ini seakan tidak berpihak pada kita, juga semua yang kita lakukan seakan kita melakukan hal yang sia-sia, karena selalu mengalami sebuah kegagalan.

Atau mungkin kita pernah merasa tidak diperlakukan adil oleh seseorang misalnya. Meskipun, di dalam hati kita yakin dan percaya bahwa pencipta kita itu MAHA ADIL.

Baca dan Renungkanlah! Disaat Dirimu Mengutuk Dunia Dan Merasa Dunia Ini Tak Adil

Paradoksnya kita sebagai manusia itu percaya di alam semesta ini ada hukum timbal balik atau yang lebih hits disebut KARMA. Setiap yang kita lakukan pasti akan berimbas ke diri kita sendiri.

Lalu mengapa kita sering menganggap bahwa dunia ini tak adil jika kita tau bahwa Tuhan itu Maha Adil?

Hidup memang tak selalu mudah. Kadang kita berada di atas dan kadang kita berada di bawah. Disaat berada dibawah, kita harus melewati berbagai kesulitan yang terkadang membuat kita ingin menyerah.

Baca juga   Dampak Buruk Sering Marah-marah Dan Cara Ampuh Menahan Rasa Marah Berlebih

Seperti contoh disaat kita bekerja dalam suatu perusahaan, kita lebih sering disuruh ini itu, pergi kesana, pergi kesitu, belajar ini, belajar itu dan dituntut serba cepat dan perfect. Serasa tugas yang dibebankan kepada kita itu terlalu berat.

Dengan pekerjaan tersebut, Kita merasa bahwa kita pantas mendapatkan hasil yang lebih dari ini, yakni berupa materi (gaji) yang sepantasnya dengan kesulitan pekerjaan yang kita lakukan. Tapi pada kenyataanya, gaji kita tetap saja masih sama dengan gaji karyawan lainnya yang justru kerjanya biasa-biasa saja. Disaat itulah kita merasa hidup ini tak adil.

Disitulah masalahnya, fitrah manusia tentu mengharapkan kehidupan yang baik dan bahagia. Tetapi pada kenyataannya, kita selalu berfokus pada “hasil atau materi” dari pekerjaan yang kita lakukan, tanpa peduli bagaimana “pembelajaran” pada saat proses melakukan pekerjaan tersebut.

Kita tidak melihat dari sudut pandang yang berbeda, ada banyak hal di luar materi yang bisa kita dapatkan.

Misalnya disaat kita disuruh belajar ini dan itu. Memang akan berat kita menghadapinya, dari adaptasi dengan pekerjaan baru, kembali belajar dan mengingat pekerjaan baru, kesalahan juga akan sering kita dapati karena kita masih belum paham betul pekerjaan yang kita lakukan.

Tapi coba renungkan dampak positifnya? Kita mendapat ilmu dan pengalaman baru yang tidak semua orang bisa mengalaminya. Dan saya rasa ilmu dan pengalaman tidak sebanding dengan materi berupa apapun.

Begitupun juga disaat kita sering disuruh ini dan itu, disuruh pergi kesana dan kesitu. Sesungguhnya, jika kita meyakini kebesaran dan Kebaikan Allah pada hamba-Nya, pada saat proses disuruh-suruh itulah Allah sedang bersamamu, Allah menemani setiap langkahmu, mengamati keikhlasanmu dan tentunya sedang menyiapkan hadiah yang sesuai dengan perjuanganmu itu.

Disaat perusahaan mengalami krisis besar dan terdengar kabar ada pengurangan karyawan. Kita lah orang yang tidak akan masuk daftar pengurangan karyawan. Karena dibalik kita mondar-mandir kesana kemari, belajar ini dan itu. Pimpinan kita yang tidak pernah mengatakan apapun pada kita, dan tanpa mendengar dari orang lainpun dimatanya kita dianggap pekerja yang giat dan pekerja yang kompeten. Bisa jadi, kita akan dipromosikan menjadi pimpinan suatu hari nanti.

Dalam Alqur’an menjelakan bahwa “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,Kecuali orang yg mendirikan shalat,(yaitu) orang yg istikhomah mendirikan shalat." (QS Al-Maarij 19-23).

Disaat kita merasa dunia ini tak adil, percayalah kita hanya mengukur dari sudut pandang kita yang amat sempit. Kita terlalu sibuk mengutuk kekurangan diri sendiri dan menganggap dunia ini tak adil. Padahal di luar sana, banyak orang yang ingin bertukar posisi dengan kita, yang melihat sisi bahagia dari sudut pandang yang berbeda.


Pandaan 09 Januari 2018
Dewi'Na Irawan

Read more »
Doa Penyembuh Sakit Di Era Digital

Doa Penyembuh Sakit Di Era Digital

Di zaman teknologi saat ini, rasanya jarang sekali anak muda seumuran saya tidak memiliki akun sosial media. Hanya sebagian kecil dari mereka yang enggan untuk bersosial melalui dunia maya. Alasannya mungkin karena menganggap social media lebih banyak mudhorotnya, dari pada manfaatnya. Dan alasan lainnya karena memang tidak menyukai hal semacam itu.

Doa Penyembuh Sakit Di Era Digital
Source image by pexels.com
Saya sendiri pertama kali mempunyai akun media sosial sejak SMA, sewaktu itu masih zamannya friendster. Saya juga sudah mempunyai facebook sejak tahun 2009 kalau tidak salah. Sempat saya vakum tidak pernah membuka account facebook sama sekali, baru satu tahun belakangan saya kembali aktif lagi setelah rutin menulis di blog.

Banyak alasan kenapa saya vakum beberapa tahun dari social media, Selain merasa bosan, juga saya merasa tidak ada manfaatnya juga saya melakukan aktivitas di sosial media ini. Tapi kali ini berbeda, Saya ingin kembali aktif di social media sebagai sarana promosi’in blog.

Sebenarnya banyak juga manfaat dari sosial media ini, selepas dari media promosi bisnis maupun share artikel, media sosial ini juga bisa menemukan teman lama yang sudah lama menghilang tidak ada kabar.

Baca juga  Berbagai Share Yang Sering Dijumpai di Group Media Social

Meskipun tidak tahu kontak dan alamat dia tinggal, tapi disaat ada salah satu teman yang menyarankan seseorang yang mungkin kita kenal di account media sosial, dan kebetulan juga orang tersebut adalah teman lama kita sewaktu masih di bangku sekolah dasar. Rasanya senang juga bisa bertemu lewat dunia maya seperti ini.

Selain media sosial bisa mendekatkan yang jauh menjadi dekat dan menemukan seseorang yang pernah hilang di masa lalu, kini bertemu di dunia maya di masa sekarang. Tapi media sosial juga bisa menjauhkan yang dekat.

Seperti disaat kumpul disebuah acara, perbincangan yang seharusnya lebih menyenangkan dengan bertatap muka, malah justru kebanyakan orang tertunduk dan terfokus dengan gadget yang di pegangnya. Seakan mengabaikan orang yang sekarang sedang berdekatan dan lebih mengurusi orang yang jauh disana dibalik dunia maya.

Ironis bukan?

Dan tadi pagi saya juga menjumpai beberapa orang yang sedang dilanda musibah, justru lebih mementingkan media sosialnya. Seperti upload foto keluarga yang sedang sakit atau memasang sebuah status (baca: doa) agar diberi kemudahan segala urusan di media sosial.

Caption dari salah satu ststus di Facebook
Dengan segala kesusahan salah satu anggota keluarga yang mengalami sakit dan harus dirawat di sebuah rumah sakit, justru perhatiannya terfokus dengan minta doa dari penghuni dunia maya di sosial media.

Disaat melakukan hal besar seperti ujian sekolah maupun interview kesebuah perusahaan, justru meminta dan berdoa di media sosial itu terlihat lebih penting dari pada beribadah dan berdoa yang sebenar-benarnya beribadah dan berdoa.

Baca juga  Wanita harus tegas antara halalkan atau tinggalkan

Mungkin media sosial adalah Obat penyembuh yang mujarab di era digital ini. Dengan berkeluh kesah tentang masalah yang dihadapi, bisa terselesaikan dengan update status dan membalas komentar yang masuk.

Juga media sosial adalah tempat penampung doa yang baik di era digital ini. Berharap dengan banyaknya ucapan “Aamiin” di kolom komentar, bisa sedikit membantu meringankan beban hidup yang sedang dijalani.

Seakan-akan Media Sosial adalah Tuhan diera digital yang bisa menyelesaikan segala permasalahan hidup. Tempat berkeluh kesah dan berdoa agar kehidupan menjadi lebih baik hanya dengan menuliskan beberapa kata di kolom status.

Saya sempat kesal sendiri dengan fenomoena seperti itu di media sosial. Saya jadi bertanya-tanya, apakah saya sudah ketinggalan zaman, ataukah memang dunia ini sudah semakin EDAN.

Kita memang hidup di era digital sekarang. Era dimana teknologi bisa mempermudah pekerjaan manusia sehari-hari. Tapi apakah mungkin, teknologi tersebut bisa mengantikan TUHAN, padahal teknologi itu juga buatan manusia.

Coba tengok Google. Kita bisa menemukan apa saja di mesin pencari itu dengan mengetikkan apapun yang ingin kita cari. Tapi tetap saja semua informasi didalamnya merupakan buatan manusia sendiri. Hanya sebatas pengetahuan dan ilmu manusia dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Bahkan masih belum bisa teruji kebenarannya.

Dan bagaimana mungkin berdoa dan berkeluh kesah di media sosial bisa meringankan beban yang kalian hadapi.

Mungkin alasannya adalah untuk mendapatkan doa dari orang lain juga, semakin banyak ucapan Aamiin kepada status kita, maka semakin cepat pula beban yang dihadapi bisa terselesaikan dengan sendirinya.

Justru kalau menurut saya pribadi, itu adalah hal sedikit konyol.

Kenapa harus meminta doa dari orang lain, sementara kita juga punya Tuhan yang Maha Pendengar segala Doa yang kita panjatkan. Kenapa kita tidak fokus kepada Dzat yang memberi kita Cobaan dan Ujian, kita meminta dengan setulus hati agar harapan dan keinginan kita dikabulkan.

Bukankah segala hal itu atas Ridho-Nya, kenapa kita harus susah payah mencari ridho orang lain yang tidak sepenuhnya kita kenal di dunia maya.

Baca juga   Ternyata dalam islam memperbolehkan pacran, Asalkan...?

Jadi renungkan sekali lagi, kepada siapa hendaknya kita berdoa dan berkeluh kesah tentang kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat

Pandaan 13 Desember 2017
Dewi’Na Irawan

Read more »
Ternyata Dalam Islam Memperbolehkan Berpacaran, Asalkan....?

Ternyata Dalam Islam Memperbolehkan Berpacaran, Asalkan....?

Islam Memperbolehkan Berpacaran. Kemarin saya menjumpai sekelumit topik menarik di beranda media sosial tentang “Pacaran Islami”. Saya melihat banyak komentar tentang status fenomenal tersebut.

Kebanyakan dari para komentator tentu banyak yang kontra dengan "Pacaran islami" tersebut. Tapi ada juga yang pro dengan status di beranda media sosial itu.

Kalau menurut saya pribadi, Pacaran itu sah-sah aja kok. Hehehe.

Banyak yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang, terutama dalam sudut pandang Islam.

Pacaran islami itu setelah ijab qobul

Kenapa pacaran itu dilarang? 

Jelas sekali karena banyak unsur negatifnya dari pada positif.

Tetapi banyak diantara kita yang masih menjalani hubungan “Pacaran”ini? Bahkan sebagian besar masyarakat yang beragama Islam, masih melakukan ritual ini sebelum prosesi pernikahan.

Sebuah pertanyaan besar, apakah pendidikan agama sudah mulai memudar? Atau karena “Pacaran” ini memang berpengaruh besar terhadap sukses dan tidaknya suatu hubungan pernikahan?
Baca juga : Apa untungnya pacaran? Rugian mana pacaran dan single?
Saya tersenyum sendiri membaca komentar di sebuah status tersebut, bukan berarti saya membenarkan perihal “Pacaran Syar’i” itu, sejujurnya saya sendiri juga mengikuti faham bahwa pacaran itu hanya menimbulkan banyak sisi negatifnya.

Ada yang beralasan dengan berpacaran, semangat untuk belajar akan semakin meninggi. Coba renungkan lagi perihal statement ini. Ini adalah alasan dari oknum yang pro dengan diberlakukan pacaran sebelum menikah.

Padahal kalau secara logika, dengan pacaran, sesungguhnya niat belajar juga akan menurun. Single akan berada dirumah saat malam minggu tiba, kalau yang pacaran pasti akan keluar untuk merayakan malam mingguan kan?

Begitu juga saat dirumah, Single akan mengerjakan tugas-tugas kuliah maupun belajar tentang pelajarannya ataupun berkumpul dengan keluarganya. Sedangkan yang sudah pacaran, biarpun dirumah, mereka tidak akan bisa fokus dalam belajar maupun mengerjakan tugas kuliahnya, justru mereka akan sibuk memperhatikan gadgetnya meskipun sedang berkumpul dengan keluarga.
Baca : Tips Buat Single Yang Sedang Mencari Jodoh Dunia Akherat
Jadi istilah “Pacaran Islami” atau “Pacaran Syar’i” ternyata hanyasekelumit cara yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang membuat seolah-olah pacaran itu dibolehkan dalam Islam.

Dari sekian banyak sumber yang Saya temukan baik dari Ulama maupun guru modern “Mbah Google” , belum ada satupun yang bisa membuat Saya membenarkan bahwa pacaran itu diperbolehkan dalam Islam.

Namun saya tetap setuju kalau Pacaran itu dibolehkan dalam islam, hanya saja dengan satu syarat. Dan apabila syarat ini tidak dipenuhi, maka “Pacaran” tetaplah tdak diperbolehkan dalam Islam.

Syaratnya adalah:

PACARAN YANG DILAKUKAN SETELAH IJAB DAN QABUL DI KUA

Nah setelah syarat tersebut terpenuhi, maka kita akan terbebas untuk berpacaran dengan pasangan kita. Hal yang tadinya dilarang, sekarang justru diperintahkan dan berpahala pula.

Nah, bagaimana?

Sudah siap melakukan “Pacaran islami”?



Pandaan, 24 Agustus 2017
Dewi’Na Irawan
Read more »
Wanita Harus Tegas Antara Halalkan Atau Tinggalkan

Wanita Harus Tegas Antara Halalkan Atau Tinggalkan

Janganlah terlalu mudah jatuh cinta, karena cinta tidak selalu tentang bahagia.
Bisa saja yang terasa hanyalah luka yang cukup lama untuk menyembuhkannya.


Janganlah terlalu mudah memaafkan, Bisa saja itu hanya alibi untuk menyakitimu lagi.
Jika nanti kau di sakiti lagi, mungkin luka yang kedua lebih menyakiti lebih dari yang yakini.

Source image by  muslimAfiyah.com

Janganlah terlalu peduli dan perhatian, Jika hanya sebatas pacaran yang tak kunjung menghalalkan
Tak banyak cerita lamanya pacaran, berujung dengan sebuah pernikahan, bisa saja akhirnya kau yang akan ditinggalkan.


Janganlah mudah mengumbar perasaan, Jika pada akhirnya kau hanya di manfaatkan.
Apalah arti kebahagiaan sesaat, kalau pada akhirnya kau hanya menjadi korban kegilaan.
Sudah kehilangan hal berharga seperti kesucian, terlebih lagi dosa yang tak terbantahkan.


Sebagai wanita muslimah,
Kita harus TEGAS dalam menjawab antara HALALKAN Atau TINGGALKAN...
Apapun hasilnya, yang perlu kita lakukan hanyalah “Meng-Ikhlaskan” karena Allah Subhanahu wata'ala.


Pandaan, 22 Juli 2017
Dewi'Na Irawan

Read more »
Islam memuliakan Wanita sebagai Perhiasan Terindah di Dunia

Islam memuliakan Wanita sebagai Perhiasan Terindah di Dunia

Jika Anda sudah menikah, maka patutlah Anda bersyukur akan nikmat dipertemukan jodoh Anda. bersyukur bukan berarti hanya dengan mengucapkan “Alhamdulillah” saja!. Harus ada pertanggung-jawaban atas janji suci yang Anda ucapkan saat meminang istri Anda.

Tidaklah mudah membina rumah tangga kalau Anda tidak memahami wanita yang Anda nikahi. karena tidaklah cukup kata “CINTA” untuk membuat dia bahagia dan tidaklah cukup membuatnya tersenyum dengan memberinya hadiah saat dia menangis karena kesalahan Anda. 

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholihah (HR.Muslim).
Wanita Sholihah
Karena sesungguhnya Wanita itu sangat unik dan rumit, mereka tak butuh harta, hadiah, kata romantis dan sebagainya. Yang mereka tunggu hanyalah kata maaf yang tulus serta perhatian Anda kepadanya.

Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air.

Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman.

Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.

Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata. 

Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. 

Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehingga tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri disaat lengah atau larut.

Wanita memiliki kekuatan luar biasa yang tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Yakni kekuatan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yang bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yang jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.

Dan wanita adalah sumber kehidupan. Yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadikan seorang wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yang kelak mendampinginya di surga

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholihah (HR.Muslim).

Pandaan, 23.02.2017
Dewi'Na Irawan 
Read more »
Larangan Merayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam

Larangan Merayakan Hari Valentine Bagi Umat Islam

Valentin Day's. Sebentar lagi tanggal 14 Februari, Banyak orang Indonesia di zaman sekarang mewarnai hari tersebut dengan kebudayaan yang di “import” dari budaya asing, yang katanya hari tersebut sangat sakral dengan bertabur kasih sayang. Pada hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.
Sejarah Valentin days
Say No to Valentine Days
Di tanggal 14 Februari seakan menjadi hari nasional bagi sebagian orang terutama pemuda-pemudi untuk menyatakan dan mengungkapkan isi hati mereka. Banyak pemuda-pemudi berbondong-bondong menyiapkan kado untuk kekasihnya, dari cokelat, bunga atau benda lainnya yang pantas untuk mengungkapkan isi hati.

Terus, Sebagai umat Islam, Apakah perlu kita mengikuti Ajaran yang diluar Syariat Islam seperti ini?

Sebelum kita menyikapi hal ini, sebaiknya kita harus tau dulu seperti apa sejarah ditetapkannya hari Valentine ini.

Sejarah Hari Valentine

Ada beberapa versi sejarah tentang valentine day itu sendiri. Dikutip dari The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentines Day:
Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers?
Menurut enksiklopedia tersebut, beberapa sumber sejarah menyebutkan perayaan valentine day berasal dari perayaan Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love), Juno Februata.

Pada hari itu, para pemuda mengundi nama nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Glasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari.

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian, tidak pernah ada penjelasan siapa St. Valentine itu, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada yang telah menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Alasan Mengapa Merayakan Hari Valentin Itu Tidak Diperbolehkan Bagi Umat Islam

Nah dari mempelajari sejarah tentang Valentin, kita bisa memastikan bahwa Merayakan hari valentin memang tidak sepatutnya untuk ditiru oleh umat muslim. Selain budaya hari valentin ini di Adopsi dari budaya orang romawi penyembah berhala yang mengadakan acara penyucian yang disebut Lupercalia.

Begitu juga dengan sejarah Katolik yang menyebutkan bahwa tanggal 14 Februari merupakan hari kematian St. Valentin yang dihukum oleh Kaisar Claudius II. Kedua sejarah tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan hari kasih sayang yang sebenarnya. Yang ada hanya ajaran paganisme penyembah berhala dan penghormatan kepada seorang Pastor.

Sebenarnya, Hari Valentine tidak akan menjadi semeriah dan segemerlap seperti sekarang jika tanpa adanya campur-tangan para PEBISNIS. Sudah menjadi hukum kapitalisme, bahwa para pebisnis senantiasa mencari-cari celah sekecil apa pun guna dijadikan obyek bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan material bagi dirinya. Celah ini termasuk perayaan-perayaan keagamaan, yang oleh mereka dijadikan sebagai ‘perayaan bisnis’.

Diskon hari kasih sayang "Valentine day"
Diskon Hari Kasih Sayang
Seperti pergantian Tahun baru masehi, berapa banyak keuntungan yang diperoleh para pembisnis yang menjual kembang api dan pernak-pernik tahun baru lainnya. Tahun baru bukan hari raya suatu agama, tapi sudah menjadi fardu ain bagi kebanyakan orang terutama yang beragama islam untuk ikut-ikutan merayakan hari besar umat manusia sedunia ini.

Sama halnya dengan hari Valentin, memang hari valentin tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional, karena memang bukan suatu hari yang perlu dirayakan sebenarnya. Tapi, budaya valentin ini sudah mendoktrin pikiran kebanyakan orang.

Salah satu faktor yang sangat bisa mempengaruhi adalah tipu daya pebisnis. Dengan mengadakan diskon besar-besaran saat hari valentin, tentu saja hari valentin akan lebih semarak dan gemerlap lagi. Maksud hati ingin membahagiakan orang yang kita cinta, justru kita terjebak dalam ajaran yang menyesatkan. Naudzubillah.
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Nah loh, itu dalil cukup mencengangkan bagi yang sudah terlanjur mengikuti tren Valentin day’s. Kita sebagai umat muslim seharusnya kita tidak mengikuti budaya-budaya agama lain, Karena dalam Agama Islam memang telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Telah jelas pembahasan diawal bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.

So, Jika kamu Muslim, masih inginkah kamu ikut-ikutan merayakan Hari Valentin Day’s?

Renungkanlah... ^_^


Pandaan. 10.02.2017
Dewi’Na Irawan
Read more »
Kenikmatan Yang Jarang Disadari dan Disyukuri Oleh Kebanyakan Orang

Kenikmatan Yang Jarang Disadari dan Disyukuri Oleh Kebanyakan Orang


Kenikmatan Yang Jarang Disyukuri, Sebelum kita bahas mengenai syukur lebih jauh, alangkah baiknya kita memahami “apa sih arti syukur” sebenarnya ?.

Kata "syukur" adalah kata yang berasal dari bahasa Arab Syakaro-yasykuru-syukron yang artinya adalah “membuka” dan lawan katanya adalah Kufur yang berasal dari kata Kafaro-yakfuru-kufron yang artinya “menutup”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Syukur diartikan sebagai Rasa terima kasih kepada Allah, dan Untunglah (menyatakan lega, senang, dan sebagainya).

Bagi saya syukur sangatlah sering di artikan sebagai suatu ungkapan sebagai tanda rasa terimakasih kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Karena kita telah menerima kenikmatan yang begitu besar dari-Nya.

Source image by google
Kenikmatan itu beraneka ragam, mungkin dengan mendapatkan rezeki dari hasil kerja kita, mendapat hadiah dari tetangga atau sanak saudara, pun juga nikmat terhindar dari malapetaka.

Cara menyampaikan syukurpun beraneka ragam, ada yang hanya mengucapkan rasa syukur hanya dari lisan, seperti mengucapkan terima kasih yang di tujuhkan ke Allah atau dengan mengucapkan Alhamdulillah. Ada pula yang mengunakan acara sebagai rasa syukurnya, seperti membuat acara undangan syukuran dengan mengundang tetangga terdekat untuk bisa berbagi kebahagiaan.

Tapi dewasa ini, banyak orang yang sudah jarang mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadanya. Mereka hanya beranggapan bahwa semua karunia yang didapatnya, bukan lain hanya karena usaha kerasnya sendiri. Ada pula yang memang tidak sadar atau lalai bahwa apa yang sekarang dipunyainya tak lain dan tak bukan adalah nikmat dari Allah semata.

Kufur nikmat, begitulah yang terjadi di zaman kita ini. Kita sebagai manusia lebih banyak menyombongkan diri dengan hasil yang didapat dari usaha sendiri. Padahal, kalau kita lebih teliti, kesuksesan kita dan keberhasilan kita, jika Allah tidak mengizinkannya, maka kesuksesan tersebut juga tak akan terjadi.

Barulah, ketika kita sudah berada dalam titik bawah, dengan dihancurkannya kenikmatan yang selama ini kita peroleh tiap harinya. Kita baru sadar bahwa kita terlalu sombong dengan apa yang kita punyai. Semua yang kita miliki tak lebih dari pemberian sang Ilahi.

Banyak orang tidak menyadari bahwa Nikmat yang kita miliki tidak hanya berupa uang, harta dan jabatan saja. Masih banyak lagi di Dunia ini yang merupakan nikmat yang diberikan kepada kita oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Nah pada kesempatan kali ini, saya ingin mendiskripsikan Kenikmatan apa saja yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang.

Nikmat Terlahir Berkecukupan

Menjadi anak orang berkecukupan adalah anugrah dalam kehidupan, diberi fasilitas untuk bisa bahagia dalam konteks tidak menderita kelaparan dan terpenuhi beberapa keinginan yang mungkin tidak semua anak bisa mengalami hal tersebut.

Akan tetapi, terlahir menjadi anak orang kaya, justru membuat dia terbelingar dengan gemerlap kehidupan. Terlahir menjadi anak orang kaya justru membuatnya sombong, dengan hidup berfoya-foya dan lebih banyak mengunakan harta dari orang tuanya hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu saja.

Seharusnya, ketika kita terlahir sebagai anak orang yang berkecukupan, kita harus mensyukuri keadaan tersebut. Tidak banyak anak seberuntung Anda yang bisa mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang layak.

Banyak anak yang tidak bisa sekolah karena keadaan orang tuanya, banyak anak yang terpaksa melakukan tindak kriminal karena ingin memenuhi kebutuhannya. Terlahir sebagai anak yang berkecukupan itu nikmat, sayang tak banyak orang yang menyadarinya.

Berkecukupan disini bukan hanya orang kaya saja, tapi lebih tepatnya kita merasa cukup ketimbang keluarga yang jauh dari standart yang kita bayangkan. Bukan dengan melihat status sosial di atas kita, tapi lebih merenungi bahwa masih banyak keluarga yang berada di status sosial di bawah kita.

Nikmat Terlahir Fisik Sempurna

Nikmat diberi fisik yang sempurna
Tubuh Yang Sempurna adalah kenikmatan yang tiada tara
Terlahir dengan fisik yang sempurna adalah anugrah terindah dalam hidup kita, diberi akal yang sehat, tubuh yang kuat, dan otak yang cerdas adalah sebuah keberuntungan yang diberikan kepada kita.

Tak semua orang terlahir sama, ada yang memiliki cacat fisik sejak lahir, entah itu kebutaan, kelumpuhan dan kehilangan panca indera lainnya. Juga ada yang terlahir dengan otak yang cerdas dan ada juga yang terlahir dengan otak yang standart.

Mensyukuri nikmat berupa kesempurnaan fisik sering kali kita lupakan, hanya dengan penyakit rabun jauh saja kita sudah mengkufuri nikmat fisik yang lainnya. Padahal masih banyak yang tidak beruntung dengan mengalami cacat kebutaan sejak lahir, tapi mereka tetap bahagia.

Bukannya seharusnya kita tetap mensyukuri keadaan kita walau menurut kita itu tidak sempurna, setidaknya masih banyak orang yang tak seberuntung kita. Allah Dzat yang Maha Adil, Dibalik kekurangan kita, pasti ada tujuan yang terbaik dibaliknya.

Nikmat Diberi Kesehatan

Sehat itu nikmat, tapi tak banyak orang yang menyadari bahwa kesehatan kita sehari-hari adalah kenikmatan melebihi rezeki yang kita peroleh.

Sebanyak apapun rezeki dan harta yang kita miliki, ketika fisik kita dalam keadaan sakit, kita tak akan bisa menikmatinya. Seberapa lezat masakan yang mampu kita beli, tapi jika pada akhirnya ketika kita makan dan terbuang sia-sia karena kita memuntahkannya.

Nikmat sehat itu nomer satu, mending sehat walau keadaan ekonomi sedikit memburuk dari pada sakit-sakitan walau dengan harta melimpah.
Nikmat sehat
Kesehatan itu Nikmat

Nikmat Diberi Keturunan Yang Baik

Ada tigal hal yang tidak akan putus amalannya walau sudah berada di liang lahat, amal jariyah, anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat.

Mempunyai anak yang sholeh/sholihah merupakan sebuah anugrah terindah dalam hidup. Anak merupakan suatu hal yang bisa mempererat hubungan rumah tangga, anak juga obat pelipur lara ketika hati merasa terluka.

Jadi, beruntung sekali ketika menjalani keluarga dan di anugerahi seorang anak. Tak sedikit dari kita yang masih belum di beri amanat seorang anak meski sudah 10 tahun menjalani pernikahannya.

Anak adalah rezeki yang tak ternilai harganya, biarpun fisik kedua pasangan dengan keadaan sehat dan prima, tapi perihal anak, bukan tentang sehat atau tidaknya kedua pasangan, bukan tentang mandul atau tidak. Tapi tentang siapa yang diberi amanat oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Jadi, bersyukurlah ketika kita sudah di karuniai ahli waris dari darah daging kita sendiri, karena tak semua orang bisa menikmati kenikmatan yang luar biasa seperti itu.

Nikmat Terlahir Islam

Terlahir isalam itu Nikmat Yang Luar Biasa
Terlahir isalam itu Nikmat Yang Luar Biasa
Sebagai orang Islam, Terlahir dalam keadaan Islam adalah nikmat yang luar biasa. Tanpa harus menemukan taukhid diri, kita sudah berbekal ke-islaman dari orang tua. Memang konteksnya kita masih ikut-ikutan dalam mengerti arti islam, tapi setidaknya kita sudah berada di jalan yang benar.

Banyak yang tidak menyadari bahwa terlahir Islam itu anugrah yang wajib kita syukuri. Seandainya kita terlahir sebagai Nasrani atau Yahudi, tentu kita akan sepaham dengan jalan yang dipilih orang tua kita. Kita pasti akan mengaku bahwa agama yang dianut orang tua kita itu yang paling benar.

Terlahir islam merupakan anugrah yang terindah, kita pasti akan sulit menemukan taukhid diri jika kita terlahir di keluaga dengan agama lain selain Islam. Tak banyak orang yang beruntung mendapat hidayah dengan menjadi mualaf.

So, untukmu wahai sahabat sesama Muslim. Temukanlah sejatinya Islam didalam dirimu, Bersyukurlah terlahir di keluarga islam, tapi berusahalah untuk menemukan keislamanmu sendiri, mencintai agama islam dengan hakekat diri dan mengakui secara hakiki dalam diri bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

*****

Itulah beberapa pembahasan perihal Kenikmatan yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang, kiranya itu bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan tentunya bagi sang pembaca yang semoga dalam hidayah-Nya. Aamiin



Read more »
Aku Tak Pernah Mau Menjadi Seperti Bunga Yang Indah Tapi Murahan

Aku Tak Pernah Mau Menjadi Seperti Bunga Yang Indah Tapi Murahan

Wanita identik dengan bunga, Bunga memang melambangkan kecantikan, dengan warna yang begitu indah dan menggoda.

Wanita juga sangat menyukai bunga, entah itu bunga tumbuhan maupun bunga simpanan di Bank. Keduanya mempunyai daya tarik yang luar biasa dan menimbulkan rasa senang pada diri setiap wanita.



Aku Tak Pernah Mau Menjadi Seperti Bunga Yang Indah Tapi Murahan

Jadi tak heran ketika seorang wanita mendapatkan hadiah berupa bunga, entah itu bunga nyata atau bunga bank. Hati wanita akan luluh karena itu.

Tapi, saya tak pernah mau menjadi seperti bunga, bahkan tak mau kalau di ibaratkan seperti bunga walaupun itu terlihat anggun dan indah.

Banyak alasan kenapa saya menolak ketika wanita di samakan seperti bunga, berikut ini adalah alasan mengapa saya tak mau disamakan dengan bunga

Sebut Saja Bunga

Inilah salah satu alasan yang membuat saya enggan tuk disamakan dengan bunga. Banyak perumpamaan di media dan di berita-berita tentang kata “Sebut saja Bunga”.

Sungguh, kata “bunga” itu lebih menjurus ke sebuah wanita yang kondisinya teraniaya, wanita nakal, wanita simpanan dan typikal wanita yang tidak baik menurut saya.

Jadi ogah aja, ketika saya harus disamakan dengan Bunga atau wanita seperti itu.

Bunga Yang Dikerumuni Kumbang

Bunga yang tidak pernah menolak setiap kumbang datang untuk menikmatinya.

Kenapa saya mengatakan demikian?

Karena memang terjalin simbiosis mutualisme antara kumbang dengan bunga, Kumbang selalu menikmati sari pati bunga dengan leluasa dan tanpa perlawanan sedikitpun, sedangkan bunga mendapatkan cara untuk berkembang biak lewat penyebaran benih dari si kumbang.

Selayaknya wanita pelacur, yang membiarkan lelaki menyentuh dan menikmati setiap lekuk tubuh. Dan si wanita mendapatkan uang atau perasaan senang.

Karena alasan ini, saya tak mau di ibaratkan menjadi bunga yang selalu dinikmati si kumbang tanpa penolakan.

Bukankah ironi di zaman sekarang seperti itu, banyak wanita yang mau terikat sebuah hubungan tanpa status, seperti pacaran. Mereka rela si lelaki menyentuh dan menikmati setiap lekuk tubuh indah si wanita. Jujur, saya tak ingin disamakan dengan Bunga seperti itu

Bunga Untuk Berduka

Selain untuk hadiah event bahagia, Bunga juga untuk hadiah saat berduka. Setiap kematian, selalu ada hiasan bunga yang dikirim untuk menghormati orang yang meninggal.

Saya tak ingin di ibaratkan menjadi bunga pembawa duka, Saya ingin menjadikan sekitar saya berbahagia atas kehadiran saya. Bukan malah berduka saat saya hadir didalamnya.

Seharusnya…

Wanita itu harus Seindah Dan Semahal Mutiara

Begitu indah dengan kilaunya, begitu mengoda dan begitu berharga.

Wanita itu terlahir cantik, baik dari parasnya, lembut hatinya dan perasaannya. Wanita juga mahluk paling menggoda didunia, banyak raja takluk dengan kecantikan istrinya.

Dan Wanita adalah makhluk yang berharga, Lelaki harus mau membeli dengan cinta dan mahar untuk bisa memilikinya. Wanita juga tempat manusia untuk bisa berkembang dan mendapat keturunan.

Jadi bukan sekedar wanita yang bisa di sentuh dan di nikmati secara gratis dalam sebuah hubungan tanpa status kejelasan.

Wanita Harus Terjaga Layaknya Mutiara

Wanita itu harusnya selayak mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya, untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya.

Tersembunyi, tetapi sangat berharga…

Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Selayaknya wanita yang berharga, Yang selalu menjaga kecantikannya dengan bersembunyi di tabir penutup auratnya. Menunggu dengan sabar sosok lelaki yang mau berusaha menemukannya dan berusaha mati-matian untuk bisa memilikinya.

Jadi, maukah anda (seorang wanita) di ibaratkan dengan sekunt
um bunga?

Pikirkan sekali lagi...



Pandaan 29 September 2017
Dewi'Na Irawan
Read more »

Islam

Parenting

Blogging