google-site-verification=vcQB02ZIxvqCFR8t5cvxiRGjaTOwbQmToxYGEZfk6MU Perihal Diri | Sebuah Catatan Menimbah Jati Diri: Menjaga Tubuh Tetap Aktif Selama Pandemi Agar Terhindar Sarkopenia di Usia 30-an Menjaga Tubuh Tetap Aktif Selama Pandemi Agar Terhindar Sarkopenia di Usia 30-an -->

Menjaga Tubuh Tetap Aktif Selama Pandemi Agar Terhindar Sarkopenia di Usia 30-an

Menjaga Tubuh Tetap Aktif Selama Pandemi Agar Terhindar Sarkopenia di Usia 30-an
Source : unsplash.com
Sudah hampir dua tahun kita menghadapi masa sulit di pandemi covid-19 ini. Banyak hal yang mulai berubah, terutama pandangan masyarakat perihal kebersihan dan kesehatan diri.

Perlu disyukuri sih, setidaknya dengan adanya pandemi seperti sekarang, kita bisa mawas diri untuk senantiasa menjaga kesehatan diri. 

Mulai dari rajin membersihkan diri sebelum memulai aktifitas, konsumsi makanan yang sehat, hingga menjauhi hal tak penting seperti keluyuran untuk sekedar nongkrong dan say hello di cafe kekinian.

Yah, tetap stay di rumah dan bepergian jika memang ada keperluan penting adalah cara terbaik kita dalam melawan pandemi covid-19.

Selain untuk memutus rantai penularan virus, stay di rumah juga cukup mampu untuk memutus rantai kekeringan dana. Toh dengan jarang keluar rumah, kita jadi jarang shoping juga hehehe.

Namun keseringan di rumah juga tidak baik pula untuk tubuh, apalagi kalau kegiatan kita sehari-hari hanya nonton tv, main gadget, makan lalu tidur. 

Mager atau malas gerak adalah penyakit bawaan yang sering terjadi selama masa pandemi seperti sekarang. Apalagi bagi orang yang usianya di atas umur 30-an seperti saya.

Kebiasaan buruk malas gerak di usia 30-an ke atas merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia.

Seperti statistik data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.

Menjaga Tubuh Tetap Aktif Selama Pandemi Agar Terhindar Sarkopenia di Usia 30-an
Source : unsplash.com
Kebiasaan malas gerak bisa menimbulkan banyak resiko kesehatan, antara lain seperti : Meningkatkan resiko stroke dan serangan jantung, gangguan fungsi kognitif dan penurunan tingkat kosentrasi, serta beresiko terkena osteoporosis dan sarkopenia di usia senja.

Sarkopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang terjadi seiring bertambahnya usia. Biasanya sarkopenia dialami oleh orang di atas usia 50 tahun.

Namun bisa jadi sarkopenia akan dialami oleh orang di usia 30-an yang mempunyai kebiasaan buruk malas gerak setiap harinya. Dia akan kehilangan sebanyak 3% - 5% massa otot setiap 10 tahun.

Awalnya penderita sarkopenia akan mengalami kelemahan tubuh seiring berjalannya waktu. Mulai dari berkurangnya kekuatan genggaman, stamina menurun, lambat dalam bergerak, hingga kehilangan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Selain malas gerak, sarkopenia juga dipicu oleh beberapa faktor. Misalnya orang tersebut tidak pernah berolahraga atau orang tersebut dalam fase penyembuhan dari kecelakaan yang mengharuskan dia rehat dalam kurun waktu yang lama. Pola makan yang tidak seimbang juga bisa memicu sarkopenia.

Nah maka dari itu, meskipun masih dalam masa pandemi kita juga harus menjaga tubuh tetap aktif agar terhindar dari resiko penyakit seperti di atas.

Tidak harus aktif berolaraga berat seperti lari sejauh 10 km segala, berjalan kaki dengan anak-anak untuk menghirup udara segar di pagi hari juga cukup membantu dan menyehatkan pula.

Paling penting adalah membuat hati selalu ceria dan bahagia. Sebab stress terhadap sesuatu juga bisa memicu resiko banyak penyakit.

Jadi jaga pola hidup sehat, tetap aktif dalam menggerakkan tubuh tiap hari, serta hindari stres berlebih agar sehat dan tetap cantik.

Artikel Terkait

Menjaga Tubuh Tetap Aktif Selama Pandemi Agar Terhindar Sarkopenia di Usia 30-an