-->

Memutuskan Menikah di Umur 13 Tahun

Pernikahan dini
Source image : kompasiana.com

Wi, minggu depan datang ke rumah yah? Tengoklah keponakanmu yang mau tunangan
Sempat kaget sih saat mendapat telpon dari kakak tertua saya, yang kasih kabar kalau mau ada hajatan tunangan di rumahnya. Jarang ada kabar, sekali kasih kabar, langsung ke intinya. Hehehe.

Lebih kagetnya lagi, saat saya dengar bahwa yang mau tunangan itu bukan keponakan laki-laki yang baru lulus 1 tahun yang lalu. Melainkan keponakan perempuan yang paling kecil yang masih duduk di bangku SMP.

Banyak tanda tanya dibenak saya kenapa keponakan saya ini tiba-tiba memutuskan untuk melangkah sejauh itu. Sempat negatif thinking sih, apakah keponakan saya ini dipaksa menikah atau ada hal buruk yang telah terjadi lainnya.

Namun setelah bertemu langsung dengan keponakan saat jamuan pertunangan, sedikit lega sih. Leganya karena dia memang memutuskan sendiri untuk bertunangan tanpa adanya paksaan ataupun hal buruk lain yang memaksa.

Namun sedih juga dan bertanya-tanya “kenapa seberani itu memutuskan untuk menikah di usia yang masih 13 tahun”.

Dulu sewaktu umur segitu, pikiran saya hanya sebatas memikirkan pelajaran sekolah maupun bermain dengan teman sebaya. Suka dengan lawan jenis saja hanya tersirat dalam hati, apalagi kepikiran untuk pacaran. Pasti akan diomelin sama kakak (kakak kedua).

Sempat juga saya diancam sama kakak, seandainya saya kepergok pacaran saat di luar, dia berencana untuk memutuskan untuk menghentikan sekolah saya. Maklum, biaya sekolah saya ditanggung oleh kakak kedua saya ini.

Sewaktu SMA saya pernah sih pacaran, namun pacaran saya dulu hanya sebatas status gitu. Toh saya dan mantan juga jarang bertemu waktu itu. 

Hubungan kita juga sebatas cinta lewat surat menyurat. Maklum, saat itu di keluarga saya masih belum ada yang memiliki handphone. Handphone masih mahal coy, meskipun yang layarnya masih hitam putih

Namun untuk keinginan menikah di usia segitu? Jujur saja, saya tidak pernah memikirkannya.

Saya juga menikah di umur yang cukup muda. Bisa dibilang pernikahan saya itu pernikahan dini. Saya menikah di umur 21 tahun.

Namun kalau keponakan saya ini jadi menikah, bukan pernikahan dini lagi namanya, namun jadi “pernikahan terlalu dini”.

Bayangkan saja, umur 13 tahun sudah tukar cincin dan berstatus tunangan. Terus mau nikah umur berapa? Tidak mungkin juga kalau masa tunangannya lebih dari 5 tahun kan? paling sehabis lulus SMP (1,5 tahun lagi) pernikahan itu akan terjadi.

alasan kenapa pernikahan dini itu dilarang
Source image : alodokter.com

Sebenarnya pernikahan di bawah 18 tahun sudah menjadi hal lumrah di Indonesia, terutama di daerah pedalaman. Sepupu suami saya juga menikah di umur 18 tahun dan ada juga sepupu laki-laki yang menikahi gadis 15 tahun.

Namun kasusnya sedikit beda sih. Sepupu suami saya ini memang tidak meneruskan sekolah setelah lulus sekolah dasar. Dia juga sudah bekerja dalam beberapa tahun setelah lulus SD. Yah setidaknya dia sudah menjalani kehidupan selayak orang dewasa yang mandiri.

Nah kalau keponakan saya ini masih duduk di kelas 2 SMP dan belum pernah hidup mandiri. Entah kena angin apa dia tiba-tiba memutuskan untuk menikah. Apa karena kebanyakan nonton sinetron “Dari Jendela SMP”. Jadi halu banget soal cinta-cintaan.

Emang sih calon suaminya sudah cukup dewasa secara umur, namun bisakah keponakan saya ini bisa menjalani kehidupan berumah tangga di usia yang sangat muda. Kan biasanya di umur segitu masih labil-labilnya.

Saya sih takutnya kalau perasaannya itu hanya sekedar cinta monyet. Mungkin saja keponakan saya sekarang ini lagi jatuh cinta banget sama pasangannya, namun besok-besoknya, takutnya malah suka sama yang lain gimana? Gitu kan kalau cinta monyet yah.

Usia labil itu biasanya jarang mikir panjang. Kan tau sendiri kalau orang yang lagi jatuh cinta itu serasa dunia milik berdua. Jadi mungkin saja ponakan saya tidak mikir panjang ke depannya itu bakal seperti apa.

Kehidupan berumah tangga itu tidak seperti pacaran, kalau putus bisa cari pacar lainnya. Nah kalau sudah nikah, putus atau cerai itu akan berdampak banget bagi si wanita.

Terus, saya juga mikir gini “Apa keponakan saya tidak memiliki keinginan atau cita-cita yang ingin dicapai, sampai buru-buru memutuskan untuk menikah atau tunangan di usia 13 tahun”.

Padahal di usia sekolah itu menurut saya adalah masa paling bebas dan bahagia (dan itu yang saya rasakan sekarang). Yang menjadi beban masa sekolah, paling cuma tugas makalah ataupun PR matematika. Nah kalau sudah nikah, beban tugasnya itu complicated banget.

Yang dipikirin itu tentang ribetnya masalah keluarga, mulai dari ketidakcocokan dengan keluarga suami di awal pernikahan, masalah keuangan, adat dan kebiasaan yang berbeda, apalagi kalau sudah punya anak juga.

Saya juga mengalami hal tersebut di awal pernikahan. Dilema dan bikin depresi. Bayangkan jika semua kejadian seperti itu terjadi pada anak umur 13 tahun.

Saya sih tidak menyalahkan keponakan saya jatuh cinta, hingga mau aja diajak nikah segala. Cuma saya menyanyangkan kenapa kakak saya mau aja merestui hingga ada pertunangan segala.

Ok lah kalau tujuannya untuk mencegah anak pacaran yang berlebihan hingga terjadi kehamilan sebelum nikah misalnya. Namun semua itu kan bisa diusahakan dengan mendidik dan mengawasi anak dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan cara menikahkan anak di bawah umur juga untuk solusinya.

Yah semoga aja keponakan saya tidak buru-buru melakukan pernikahan. Syukur-syukur dia terus melanjutkan sekolahnya hingga lulus SMA, baru memutuskan untuk menikah. 

Dewi'Na Irawan
Artikel Terkait

Memutuskan Menikah di Umur 13 Tahun