Belajar Tetap Tenang Dan Pintar Dalam Pandemi Coronavirus

Wabah Coronavirus masih menjadi kekhawatiran di Dunia saat ini, tidak terkecuali di indonesia. Berawal dari tanggal 2 Maret pemerintah mengumumkan bahwa adanya warga yang terinfeksi virus korona. Dan hingga kini jumlah warga yang terinfeksi makin bertambah dan meluas ke berbagai wilayah di Indonesia. 

Di kota saya tinggal juga sudah terdapat 14 kasus positif COVID-19 dan 2 orang diantaranya sudah meninggal.


Informasi terbaru per tanggal 28 April 2020, terdapat total kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 9511. Dengan perincian pengidap sembuh sebanyak 1254, yang masih dirawat 7484 dan yang meninggal sebanyak 773 orang.


Dengan melihat data statistik tersebut, virus korona ini memang benar-benar menyeramkan terutama soal penyebarannya yang sangat cepat. Meskipun begitu, kita tidak seharusnya panik yang berlebihan dalam menghadapi pandemi ini.

Waspada boleh, panik jangan !

Menurut saya, setiap orang berpotensi terinfeksi virus korona ini, namun hanya beberapa golongan saja yang sangat rentan terhadap serangan virus korona. Seperti anak balita, manula dan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Begitupun warga yang memiliki penyakit bawaan seperti jantung, asma, paru-paru dan penyakit berat lainnya, juga sangat beresiko mengakibakan kematian jika terinfeksi virus korona ini.

Untuk itu sebaiknya kita selalu patuh pada himbauan pemerintah guna memutus rantai penyebaran COVID-19 ini. Mulai dari pakai masker saat di luar rumah, sedia hand-sanitizer serta tidak berkerumun di tempat yang ramai.

Tetap di rumah saja juga himbauan Pemerintah yang sudah banyak kita dengar di berbagai iklan di media online. Namun jika kondisi yang membuat kita tetap beraktifitas di luar, sebaiknya kita tetap waspada dan selalu sedia perlengkapan pencegahan penularan coronavirus.

Seperti halnya saya yang masih bekerja di Pandemi COVID-19 ini. Bukan karena sok-sok-an sudah kebal dengan virus ini yah, namun sebuah tuntutan kontrak kerja dari perusahaan yang membuat saya masih tetap bekerja sampai sekarang.

Kebetulan perusahaan saya juga bergerak di bidang medis, seperti memproduksi antiseptik, perban dan peralatan medis lainnya. Protokol pencegahan COVID-19 juga sudah dilakukan di perusahaan saya, mulai dari pengecekan suhu tubuh, semprot desinfektan hingga memberi suplemen bagi karyawan tiap harinya.

Meskipun begitu, secara pribadi saya juga terus berusaha untuk tetap tenang dan mewaspadai penyebaran coronavirus ini. Karena dengan menjaga diri sendiri tetap sehat, berarti kita juga sudah melindungi keluarga beserta lingkungan disekitar tetap sehat juga.

Ada beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar dalam menghadapi pandemi coronavirus ini, antara lain :

1. Sedia Masker Untuk Keluarga

Source image by : pexel.com

Perlu diketahui bahwa penyebaran virus corona itu sebenarnya bisa disebabkan oleh terkena bersin pengidap virus korona, bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, serta menyentuh mata, mulut, dan hidung ketika tangan kita sudah menyentuh barang yang tercemar virus korona sebelumnya.

Dengan memahami penyebab penyebaran COVID-19 tersebut, kita tahu pasti bahwa penggunaan masker merupakan hal penting dalam mencegah penyebaran virus korona ke diri kita. Untuk itu, saya selalu membawa masker kalau hendak keluar rumah. Anak saya yang kecilpun saya suruh memakai juga kalau mau ikut keluar rumah.

2. Menjaga Kebersihan Diri


Hal penting lainnya dalam mencegah penyebaran virus korona adalah dengan selalu menjaga kebersihan diri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam hal ini ini, mungkin membeli hand-sanitizer merupakan hal yang cukup sulit, mengingat harga hand-sanitizer juga cukup mahal untuk ukuran masyarakat menengah ke bawah. Namun menjaga kebersihan diri terutama bagian tangan, sebenarnya cukup dengan mencuci tangan dengan sabun saja kok.

Seperti yang saya lakukan disetiap dari luar rumah, misalnya dari pulang kerja ataupun dari tempat perbelanjaan, saya selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh anak-anak atau menyentuh hal lainnya di rumah.

3. Menjaga Daya Tahan Tubuh


Selain dengan menjaga kebersihan diri, memperkuat daya tahan tubuh juga merupakan cara paling efektif dalam mencegah infeksi COVID-19. Apalagi pas bulan puasa seperti ini, yang mana badan akan terasa lemas karena seharian belum kemasukan makanan sama sekali.

Makanan bergizi aja belumlah cukup untuk menjaga daya tahan tubuh tetap fit setiap harinya, apalagi kita juga sedang bekerja seperti biasanya saat bulan puasa. Kita perlu istirahat yang cukup setiap hari, kalau perlu konsumsi juga sumplemen yang dapat perkuat sistem imun tubuh.

Hindari pikiran stress juga sangat perlu, karena penurunan kekebalan tubuh juga bisa dipengaruhi oleh stress ini.

4. Kalau Perlu Periksa ke Dokter Lebih Dini


Jika mengalami gejala flu yang tak kunjung membaik dan makin parah per harinya, akan lebih baik kita segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Namun jika hanya terkena flu biasa, tak perlulah kita langsung ke rumah sakit kalau hanya sekedar bertanya ke Dokter. Karena sekarang ada aplikasi Halodoc yang memungkinkan kita bisa bertanya secara langsung ke dokter di aplikasi tersebut. 



Tidak hanya konsultasi kepada dokter yang sangat berpengalaman, di Halodoc juga memungkinkan kita bisa membuat janji dengan dokter di Rumah sakit. Kita juga bisa membeli obat di Halodoc ini secara online dan akan dikirim ke rumah kita. Bahkan kita bisa menggunakan akses layanan Rapid Test Drive Thru melalui aplikasi Halodoc ini.

Jadi jangan panik ya gaes, tetap tenang dan pintar dalam menghadapi pandemi COVID-19. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan virus korona ke diri kita dan keluarga.

Kalau perlu, sering-seringlah kita baca-baca artikel yang bermanfaat tentang pencegahan virus korona dari sumber yang terpercaya seperti di situs halodoc.com.

Mari kila lawan Korona bersama 

#DiRumahAja #PakaiMasker 


Belajar Tetap Tenang Dan Pintar Dalam Pandemi Coronavirus
  1. Jawa Timur banyak juga ya mbak yg positif. Madiun kabupaten ada 2 kl ga salah. 1 di antaranya di kec yg sama dengan saya.

    ReplyDelete