-->

Apa Alasanmu Memakai BBM Jenis Premium, Pertalite atau Pertamax Untuk Motormu?

Harga BBM di Pertamina terbaru
Sumber gambar : Tribunnews.com

Sejak dulu saya paling susah untuk berkendara sendiri menggunakan motor, bahkan dulu saat masih SMA saja, saya memakai sepeda sering jatuh sendiri. Entah kurang fokus atau keseimbangan saya yang bermasalah.

Setiap berpapasan mobil atau motor, percaya diri saya hilang seketika itu. Akhirnya pernah saya jatuh ke sawah karena takut saat hendak berpapasan sama mobil di depan saya. Sejak saat itu, saya mulai tidak menyukai berkendara sendiri, maunya diboncengin terus, hihihihihi.

Namun disaat mertua saya mulai sakit dan suami saya juga tidak selalu bisa mengantarkan saya berangkat bekerja, pada akhirnya saya memaksa diri saya untuk belajar sepeda motor sendiri. Selain bisa berhemat ongkos ojek saat berangkat kerja, saya juga bisa hangout bersama teman-teman sepulang kerja, hehehehe.

Dengan bantuan suami, pelajaran berkendara selama 3 bulan lebih didampingi secara perlahan, akhirnya saya bisa berkendara sendiri. Saya juga lulus saat mengurus SIM walaupun gagal beberapa kali sih saat tes.

Sebagai pengguna motor matic roda dua garis keras, akhirnya saya juga memikirkan pengeluaran untuk bahan bakar motor yang sebelumnya saya tidak pernah meng-anggarkan untuk keperluan tersebut.

Saya juga baru tahu bahwa jenis bahan bakar motor itu beraneka ragam jenisnya. Namun yang sepertinya cocok untuk sepeda motor beat saya hanya BBM jenis Premium, Pertalite dan Pertamax. Setidaknya begitulah kata suami saat memberi tahu saya soal pengisian BBM untuk motor ini.

Setiap orang punya pilihan sendiri tentang jenis BBM mana yang dipilih untuk motornya. Bisa karena rekomendasi teknisi bengkel atau karena punya pengalaman sendiri dalam pilihannya saat berkendara dengan memakai jenis BBM tertentu.

Kalau saya pribadi, saya memakai ketiga-tiganya. Baik Premium, Pertalite maupun Pertamax . Saya punya alasan tersendiri kapan dan bagaimana saya memakai jenis BBM ini. Pengen tau alasannya, yuk simak berikut ini :

Harga BBM Pertamina
Sumber gambar : kompasiana.com

Lebih Pilih Pertalite Untuk Kelas Medium


Saya tuh suka memilih yang sedang-sedang saja, seperti saat memilih suami dulu, yang menurut saya sedang-sedang saja, hehehe. Gantengnya sedang-sedang saja, cakepnya sedang-sedang juga, tingginya juga sedang-sedang saja, hahaha.

Menurut Harga BBM Pertamina, harga Pertalite merupakan kelas medium. Lebih murah dari pada Pertamax dan lebih mahal dari pada Premium. Namun menurut saya, Pertalite ini sangat cocok kalau digunakan untuk motor beat saya.

Karena hal ini, akhirnya saya mencari artikel yang membahas soal bahan bakar. Ternyata pemilihan bahan bakar untuk kendaraan bermesin itu harus berdasar pada nilai oktan atau Research Octane Number (RON) untuk tiap bahan bakar serta kemampuan kompresi jenis kendaraan kita.

Seperti motor Beat saya yang memiliki rasio kemampuan kompresi 9,5 dibanding 1 yang lebih cocok untuk menggunakan Pertalite dengan nilai octan 90. Sedangkan untuk jenis kendaraan Vario 150cc dengan kompresi 11,5 : 1 lebih baik menggunakan Pertamax dengan nilai octan 92.

Tujuannya sih, biar mesin lebih stabil dan tidak cepat panas karena pembakaran menjadi lebih sempurna dan tepat jika kandungan nilai octan disesuaikan dengan rasio kemampuan kompresi mesin.

Kalau Antri di SPBU Panjang Banget, Pertamax Juga Boleh banget


Namanya juga orang Indonesia, kalau ada Sale dan diskonan serta produk yang murah, pasti banyak orang lebih memilih produk tersebut.

Sama seperti di SPBU, Premium dan Pertalite merupakan bahan bakar yang paling sering dipakai oleh masyarakat. Jika udah jam kerja, mengisi BBM di Pertamina itu bisa antri panjang kayak antrian di KFC saat hari minggu.

Karena takut telat saat bekerja, akhirnya pilihan terakhir adalah memilih pengisian BBM jenis Pertamax. Di tempat saya, penggunaan BBM Pertamax tidak terlalu banyak, setidaknya bisa dilihat antrian di SPBU yang tidak begitu panjang di jam-jam berangkat kerja.

Mahal dikit gak apalah, toh katanya menggunakan pertamax juga bagus untuk mesin dan lebih irit. Dan yang paling penting adalah TIDAK ANTRI, titik.

Kalau Udah Tidak Ada Pilihan, Premium Adalah Alternatif terakhir Biar Tetap Bisa Jalan


Penggunaan Premium sebenarnya jarang saya gunakan untuk motor saya, namun kalau sudah tidak ada jalan lain, Premium pun tidak jadi masalah.

Biasanya kejadian ini dikarenakan Pertalite di SPBU dalam keadaan habis ataupun dalam SPBU tersebut hanya ada Pertamax dan Premium. Seharusnya saya ingin pilih Pertamanx nya, namun bisanya saya sudah terlanjur berhenti di tempatnya Premium, yah sudahlah “ Isi sekalian aja Bang#DenganSedikitRasaKecewa.

Meskipun jauh lebih murah dari pada Pertalite, namun saya merasakan kalau pakai Premium, penggunaanya malah terlihat boros. Biasanya saya mengisi Pertalite dengan uang 20.000 pada hari Senin bisa sampai hari Jum’at saat saya gunakan pulang pergi saat bekerja.

Namun kalau menggunakan Premium, hari kamisnya sudah terlihat di spedometer tinggal satu strip ukuran BBMnya. Padahal sama-sama saya membelinya dengan uang 20.000 hngga hampir tumpah loh.

Entahlah, saya sudah jatuh cinta sama Pertalite. Kalau kalian? Pilih BBM jenis apa untuk motor kalian? Terus alasannya apa?



Dewi’Na Irawan

Apa Alasanmu Memakai BBM Jenis Premium, Pertalite atau Pertamax Untuk Motormu?