Kurang Minum? Waspada Penyakit Jantung

Kurang Minum? Waspada Penyakit Jantung
Sumber gambar : okaydoc.com

Jangan sepelekan masalah kurang minum. Sebab, itu juga menyebabkan penyakit jantung.

Penyakit jantung tidak ada habisnya untuk dibahas. Wajar, karena penyakit ini memang menduduki peringkat 1 sebagai penyebab kematian di Indonesia. Salah satu yang menjadi penyebab penyakit jantung adalah ternyata kurang minum.

Anda pasti tidak mau jadi salah satu korban akibat penyakit ini. Kuncinya adalah hindari faktor risikonya. Dan, percaya atau tidak, kurang minum dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Kaitan Kerja Jantung dan Asupan Air Minum


Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, jantung agar bisa bekerja baik perlu mendapatkan dukungan. Beberapa hal pendukung itu adalah kekuatan otot, kelengkapan mineral dalam tubuh, dan kecukupan cairan yang akan mengisi pembuluh darah. 

Jika seluruh komponen terpenuhi, kerja jantung menjadi lebih lancar dan ringan. Sebaliknya, jika ada salah satu komponen yang kurang, jantung harus bekerja lebih keras agar aliran darah tetap lancar dan kebutuhan tubuh akan oksigen dalam darah tercukupi. 

Di sisi lain, bila jantung dipaksa melampaui aktivitas normalnya dalam jangka waktu yang lama, maka risiko terjadi gangguan pun menjadi semakin besar. 

Kini yang mau disoroti adalah masalah kurangnya asupan cairan. Ternyata ketika kurang asupan cairan, dapat meningkatkan kekentalan darah, sehingga berpotensi mendongkrak risiko sumbatan dalam pembuluh darah. 

"Jika sudah tersumbat, serangan jantung dan stroke yang dapat menjadi ancamannya," tegas dr. Dyan Mega Inderawati. 

Inilah yang kemudian mendasari pentingnya menjaga kecukupan asupan air minum setiap harinya. Dengan demikian kerja jantung tetap baik dan terhindar dari berbagai penyakit di kemudian hari.

Takaran Minum per Hari

Kurang Minum? Waspada Penyakit Jantung
Sumber gambar : idntimes.com

Secara umum, takaran minum per hari adalah 8 gelas atau 2 liter per hari. Hanya saja, untuk menentukan seberapa banyak air putih yang harus diminum tergantung banyak faktor. Mulai dari usia, aktivitas, kondisi lingkungan, hingga pakaian yang dikenakan dan penyakit yang dimiliki. 

Sementara, bagi orang yang banyak beraktivitas di bawah terik matahari, kebutuhannya tentu akan semakin meningkat. Sebaliknya, seseorang dengan gangguan ginjal mungkin diharuskan untuk membatasi asupan air dalam keseharian untuk mencegah pembengkakan di berbagai area tubuh. 

Ternyata, kebiasaan minum tak hanya berdampak pada dehidrasi semata. Akan tetapi, juga bisa memengaruhi jantung. 

Mulai sekarang, jika ingin jantung Anda sehat, konsumsi air putih yang banyak yah.



Kurang Minum? Waspada Penyakit Jantung