Belajar Mengunakan Kata "Di dan Ke" Yang Benar

Sumber gambar Pixabay.com
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah job menulis di situs freelancer yang saya ikuti. Job tersebut merupakan job pertama saya yang saya dapat dari situs freelancer Indonesia. 

Saya sedikit pilih-pilih perihal project yang saya ambil, karena menurut saya kebanyakan project tidak sebanding dengan harga yang diberikan. Misalnya tentang penulisan konten. 

Dengan banyaknya syarat yang di ajukan oleh pihak pemberi job, juga harga penawarannya yang terlalu rendah menurut saya. Jadi saya lebih banyak memilih job yang sekiranya dapat menambah isi artikel blog pribadi dan dapat penghasilan juga dari job tersebut.

Seperti job riview atau backlink placement yang jadi incaran saya. Namun tetap saja harga yang ditawarkan juga terlalu murah menurut saya. Biasanya saya mendapat job riview dan backlink placement dari pihak advertiser secara langsung dengan fee kisaran 200rb-300rb.

Tapi di penyedia freelencer ini, paling banyak cuma 100rb-150rb dan itupun memberikan syarat yang cukup berat seperti Domain Authority website yang di daftarkan harus melebihi angka 20.

Akhirnya saya dapat sebuah job dengan fee yang lumayan menjatuhkan harga pasaran dunia perblogeran, namun saya tetap menerimanya. Alasannya sih karena biar dapat pengalaman dan juga dapat rate user yang bagus.

Pendek cerita, akhirnya saya berhasil menyelesaikan job sesuai deadline yang diberikan. Secara umum pemberi job merasa puas dengan konten dan ide cerita yang saya berikan, namun saya mendapat kritik yang membangun saat setelah menyelesaikan job tersebut.

Saya senang sekali bekerja sama dengan pemberi job, selain mendapat kritik dan saran guna memperbaiki segi SEO blog, juga saya dapat ilmu baru dari beliau.

Dikatakan ilmu baru juga kurang tepat, sebab ini adalah dasar penulisan yang harusnya di pahami oleh seorang bloger. Namun saya sering mengabaikan hal tersebut yang mengakibatkan saya mendapat kritik dari pemberi job tersebut.

Kritik tersebut tentang pengunaan kata depan "di dan ke".

Aturan Penulisan Kata "Di" dan "Ke" Yang Benar

Secara umum pengunaan kata ke dan di itu ada dua cara penulisan yaitu jika kata "di" sebagai kata depan, maka penulisannya dipisah dan berfungsi untuk menandai tempat. Selain itu kata di hanya boleh diikuti kata benda atau nama tempat.

Sebagai contoh, saya akan paste dari percakapan antara saya dan pemberi job tentang penulisan kata depan "di" yang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
* di dalam ; bukan didalam

* di kalbu ; bukan dikalbu

* di hadapan; bukan dihadapan

* di akhir; bukan diakhir

* di lapangan; bukan dilapangan
* di sisi ; bukan disisi

* di sebelah ; bukan disebelah

* di kampung; bukan dikampung

* di Surabaya; bukan diSurabaya

* di medan pertempuran; bukan dimedan pertempuran
Jika kata "di" sebagai awalan, maka penulisannya disambung dan berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif. Berikut contoh-contoh penulisan kata depan di yang ditulis sambung dengan kata yang mengikutinya.
* ditulis ; bukan di tulis

* dibeli; bukan di beli

* dibuat; bukan di buat

* dioper ; bukan di oper


* dikasih; bukan di kasih
* disuap; bukan di suap

* diintip; bukan di intip

* dikejar; bukan di kejar

* disambung ; bukan di sambung

* diminta; bukan di minta

Nah sudah jelas bukan!

Oh ya, Ada beberapa penggunaan kata "di" yang bisa dipisah dan ada yang bisa disambung sesuai dengan fungsinya. Padahal kata yang mengikutinya sama, namun memiliki fungsi dan arti yang beda.

Coba perhatikan contoh di bawah ini:

Dia dipenjara selama 2 tahun. (di berfungsi sebagai awalan)

Dia sekarang ada di penjara. (di berfungsi sebagai kata depan)

Surya bersembunyi di balik (di berfungsi sebagai kata depan)

Kerupuk itu sudah dibalik dari penggorengan. (di berfungsi sebagai awalan)

Nah, dengan adanya contoh-contoh di atas, semoga kita tidak bingung lagi tentang penggunaan kata "di" yang benar dalam penulisan.

Belajar Mengunakan Kata "Di dan Ke" Yang Benar