Rezeki Itu Tidak Bisa Diprediksi Dan Datangnya Tidak Bisa Ditunda

Sumber gambar dari Portalb.mk

Sebelumnya saya ingin mengucapkan minal aidin wal faidzin kepada para pembaca. Jika ada salah-salah kata yang pernah saya tulis di blog ini, saya selaku author blog Peridiri meminta maaf yang sebesar-besarnya .

Setelah liburan hari lebaran telah usai, kini aktivitas kembali normal seperti biasanya. Saya pun sudah mulai masuk kerja di H+6 di tempat kerja yang baru.

Oh iya, pernah saya singgung bahwa sejak bulan April kemarin, saya sudah bekerja di salah satu perusahaan. Namun mendekati bulan Ramadhan saya di liburkan kembali. Jadi saya bekerja hanya genap 1 bulan saja di sana.

Sudah jadi hal biasa di perusahaan tersebut, jika sudah mendekati Ramadhan, perusahaan tersebut akan memasukkan karyawan dengan jumlah besar, namun setelah Ramadhan kurang satu minggu, karyawan baru tersebut akan di liburkan karena stock order sudah terpenuhi, dan akan di panggil kembali setelah lebaran, itupun kalau benar-benar di panggil juga?.

Tapi bagi saya, libur sebulan penuh saat menjalankan ibadah puasa itu adalah anugrah terindah. Saya justru senang diliburkan saat bulan puasa, jadi bisa berpuasa dengan tenang di rumah.

Namun keinginan itu hanya menjadi sebuah angan-angan belaka, ketika saya akhirnya mendapat panggilan interview kerja di perusahaan lain dan diterima.

Awalnya saya dan teman-teman yang baru saya kenal satu bulan saat bekerja di perusahaan yang lama, berencana akan kembali sama-sama menaruh lamaran kerja seusai lebaran. Namun salah satu teman saya mengajak saya untuk menaruh lamaran di sebuah perusahaan yang baru berdiri.

Singkat cerita akhirnya saya dan teman saya ke lokasi perusahaan baru tersebut, namun sayangnya kita telat satu hari. Lowongan kerja nya ditutup menunggu gelombang kedua 6 bulan berikutnya.

Karena sudah bawa surat lamaran, sekalian saja ditaruh di peruhaan lain, dari pada surat lamarannya di bawa pulang kembali.

Kita berhenti disalah satu perusahaan dengan pagar berwarna hijau searah dengan jalur kita pulang. Katanya teman saya, perusahaan ini produksi bahan makanan. Kita masuk dan bertanya pada satpam tentang adanya lowongan kerja di perusahaan ini. Dan pertanyaan kita disambut hangat oleh satpam tersebut.

Untuk lowongan pekerjaan memang masih tidak ada, namun di saat perusahaan butuh tenaga kerja, nanti akan di panggil kok.” Jawab satpam dengan hangatnya.

Nanti surat lamaran ini tidak dibakar atau di buang kan pak?” Cetus teman saya sembari menulis alamat perusahaan di amplop surat lamaran tersebut.

Ya enggak lah neng, tulis saja, biar nanti saya akan taruh di bagian HRD. Banyak kok pegawai yang menaruh lamaran kesini dan baru di panggil interview setelah beberapa bulan” Jawab Satpam menyakinkan kita.

Setelah menaruh surat lamaran akhirnya kita sama-sama pulang. Namun sorenya, teman saya chat saya, ternyata kita taruh lamaran tersebut salah perusahaan. Harusnya sedikit ke timur lagi dan sama-sama pagar depan perusahaan berwarna hijau juga.

Niat awalnya kita mau menaruh di perusahaan yang bergerak di proses bahan makanan, sedangkan perusahaan yang kita taruh lamaran tadi bergerak di alat dan bahan medis, seperti : gips, perban, poliwash dan sebagainya.

Namun justru karena kekeliruan tersebut kita berjodoh. Rezeki memang tidak bisa di prediksi dan datangnya tidak terduga.

Niatnya ingin puasa dirumah namun akhirnya tinggal kenangan

Niatnya ingin mencoba cari keberuntungan setelah lebaran, ternyata baru libur kerja sebentar, sudah dapat ganti yang baru.

Niatnya menaruh di perusahaan tertentu, justru dapat yang jauh lebih baik dari itu.
Syukur Alhamdulillah saya panjatkan atas karuniaNya yang begitu besar kepada saya. Berawal dari keterlambatan kemudian kekeliruan, namun ujungnya begitu indah.


Apa yang saya inginkan dan yang saya rencanakan tidak selalu berjalan dengan semestinya, namun Allah memberikan bukan yang saya inginkan lagi namun justru apa yang saya butuhkan.

Dari pekerjaan yang tidak terlalu menguras tenaga, jam kerjanya yang pas sekali bagi ibu rumah tangga semacam saya (masuk jam setegah 8), tidak ada shift malam dan yang paling penting rekan-rekan kerjanya sangat asik dan enak di ajak ngobrol. Saya sangat bersyukur atas karuniaMu yah Rabb.

Kesimpulannya, Terkadang hidup memang terlihat tidak adil, Kita sudah datang jauh-jauh ke lokasi perusahan, ternyata lowongan pekerjaan hanya di buka untuk daerah sekitar perusahaan itu saja.

Kita sudah menaruh banyak lamaran ke berbagai perusahaan, namun sudah hampir satu tahun tidak ada satu panggilan pun yang datang. Sedangkan orang lain baru satu kali menaruh lamaran sudah langsung dapat pekerjaan.

Bersabarlah, percayalah Allah Dzat Yang Maha Adil.

Disaat kita gagal dan mengalami kesulitan hidup, ketahuilah bahwa Allah sedang memperhatikan kita dengan ujianNya. Ketika kita sanggup menjalaninya dengan sabar dan ikhlas, percayalah pasti akan ada hikmah di dalamnya.

Disaat sudah memetik hikmah dalam ujian tersebut, kita akan menyadari bahwa betapa Agung Rohman dan Rokhim nya Allah kepada makhluknya.

Rezeki Itu Tidak Bisa Diprediksi Dan Datangnya Tidak Bisa Ditunda