Karena Hidup Adalah Jihad

Beberapa hari yang lalu kita semua mendengar kabar duka dari Surabaya tentang peledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh satu keluarga. Miris rasanya pelaku pengeboman itu lagi-lagi berasal dari golongan orang islam.

Sekali lagi nama baik agama Islam tercoreng dengan tindakan radikal seperti itu. Padahal ajaran Islam sesungguhnya ajaran yang penuh cinta dan budi pekerti yang luhur. Seperti adanya bulan suci Ramadhan ini juga hadir agar sesama muslim, baik yang kaya dan yang miskin sama-sama merasakan bagaimana rasanya lapar.

Dengan adanya zakat firah, tujuannya agar si kaya dan si miskin sama-sama mengeluarkan zakatnya untuk bisa saling membantu sesama muslim lainnya. Terus bagaimana tindakan terorisme dan bunuh diri ini dimaksudkan sebagai ajaran islam? Apa seperti itu disebut jihad?

Sumber gambar : mengenalislamlebihdekat.wordpress.com

Kita tidak hidup dalam peperangan seperti zaman Rosululloh yang harus berjuang demi menegakkan bendera islam. Kita juga bukan hidup di zaman penjajahan Belanda dan sekutunya. Namun kita hidup di Indonesia yang merdeka.
Andai bom bunuh diri dan membunuh orang lain disebut mati syahid dan ganjarannya surga? Andaikan segampang itu mati syahid dan mendapat surga. Kenapa kita tidak dianjurkan saling membunuh untuk mendapatkan tempat yang istimewa di hadapan Tuhan?
Jika bom bunuh diri yang ditujukan kepada penduduk pribumi dan mengakibatkan rusaknya beberapa properti negara, apa itu pantas disebut jihad! Negara mengalami kerugian, orang yang tidak bersalah jadi korban dan pelaku?

Saya yakin bahwa pelaku bom bunuh diri juga salah satu korban dari ajaran yang menyesatkan ini. Jika memang ajaran ini benar, kenapa pemimpinnya tidak melakukannya terlebih dahulu, kan jelas mereka percaya bahwa yang mereka lakukan itu ganjarannya “Surga”.

Entahlah, apakah pelakunya ini memang sudah bosan hidup atau memang otaknya sudah dicuci dan dilaundry hingga mau melakukan hal semacam itu.

Karena Hidup Adalah Jihad

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An Nisa’: 29-30). 

Jika para teroris beranggapan aksi bunuh diri adalah sesuatu yang mulia atau dikenal dalam bahasa islamnya, “jihad”. Itu hanya kekeliruan yang fatal, kesesatan yang menyesatkan. Bom bunuh diri yah sama halnya bunuh diri juga. Tidak ada keren-kerennya.

Yang keren adalah orang-orang yang tetap ingin hidup meskipun beratnya cobaan dan ujian yang mereka hadapi. Karena hidup adalah jihad.

Kadang banyak orang menyalah artikan bahwa jihad itu berupa kekerasan, persenjataan, serangan dan peperangan. Iya kalau kita berada di negara peperangan seperti Palestina atau zaman Indonesia masih dijajah belanda dulu itu masih dibenarkan. Ini zaman now loh! Indonesia juga tidak mengalami peperangan.

Sebenarnya jihad kita jauh lebih berat, sebab jihad kita melawan diri sendiri. Seperti sabda Rosulullah SAW:

Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad (berjuang) melawan dirinya dan hawa nafsunya” (Hadits shahih diriwayatkan oleh ibnu Najjar dari Abu Dzarr) 

Jihad kita melawan ketamakan diri, merasa benar sendiri, merasa sombong dengan kemampuan diri sendiri, dan hal-hal negatif yang ada dalam diri.

Bagi saya, menjalani hidup sesuai titah-Nya dan berusaha menjadi manusia yang baik bagi manusia lainnya adalah jihad kita sebagai manusia seutuhnya.

Karena hidup adalah jihad, dan sebaik-baiknya jihad adalah menjalani hidup yang bermanfaat bagi alam dan isinya
Dewi Nadzifah
Perihal Diri

Karena Hidup Adalah Jihad