Bukan Sok Suci! Ini Perihal Tanggung Jawab Sebagai Manusia

Akhir-akhir ini saya jarang update artikel di blog, hanya sekali dalam seminggu saya menulis di sela-sela kesibukan sehari-hari. Oh iya saya sekarang sudah bekerja di sebuah perusahaan loh! Mungkin karena alasan tersebut saya jadi jarang menulis di blog ini. 

Dengan kesibukan kerja dan rutinitas tugas harian di rumah, saya mulai tidak punya banyak waktu untuk menulis, saya lebih sering menghabiskan sela waktu untuk rehat dan merebahkan semua penat yang ada dalam diri. 

Sumber gambar dari karyapemuda.com
Sudah 3 minggu sejak saya mulai bekerja di perusahaan tersebut, berbeda dengan kerjaan saya dulu di mantan perusahaan yang kerjaanya lebih santai. Tinggal duduk dan menhadap komputer selama 8 jam karena saya seorang admin di sana.

Berbeda dengan pekerjaan sekarang, saya di tempatkan di produksi dan mengharuskan bekerja sesuai target. Melelahkan sih, tapi sudah bukan rahasia umum kalau bekerja itu melelahkan, terutama saat itu pekerjaan pertama di sebuah perusahaan. Namun hari demi hari saya sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan ini.

Dengan pekerjaan baru berarti akan ada teman baru juga. Nah disinilah serunya mempunyai pekerjaan di perusahaan baru.Namun tidak semua rekan kerja itu baik semua, bahkan ada yang menyebalkan (mungkin masih belum kenal akrab yah).

Yang namanya anak baru, pasti akan disuruh ini itu oleh karyawan lama. Karena masih dalam tahap belajar dan proses adaptasi, saya menuruti semua perlakuan itu dari senior. Namun tidak untuk satu hal, perihal Sholat.

Perusahaan saya ini menerapkan istirahat secara bergilir, tujuannya pasti untuk efesiensi waktu dan hasil yang lebih banyak. Sewaktu itu saya terkena shift malam hari di hari pertama kali kerja. Ah terbayang bagaimana rasa kantuk yang saya derita sebab sudah lama saya tak bekerja malam hari.

Namun saya berusaha tetap tegar dan terus menguatkan kantung mata saya untuk tetap waras selama bekerja. Tibalah waktu sholat subuh, teman-teman yang satu angklatan dengan saya mendapatkan gilirannya terlebih dahulu untuk rehat, sedangkan saya masih menunggu dapat giliran istirahat.

Saya sebal tidak ada orang yang mau menganti tempat saya, dan kebetulan ada satu senior yang sudah selesai istirahat, melihat hal tersebut saya memutuskan untuk rehat dengan pergi dari tempat saya berdiri.

Sewaktu saya kembali, senior itu malah marah-marah tidak jelas gitu sama saya. Dia bilang gini “Kerjaan numpuk seperti ini, malah di tinggal sholat. Jangan sok suci jadi orang!”. Saya tidak diam saja, saya membalasnya dengan senyuman. Eh dia malah ngedumel loh, hehehe
Bukannya sok suci kok, memang saya lagi suci dari haid, makanya saya sholat
Ini bukan masalah sok suci, sok alim dan sok hijabers seperti yang senior pikirkan. Sholat itu sebuah kewajiban, dan sholat juga menjadikan kita sebagai manusia seutuhnya, manusia yang menghamba pada TuhanNya.

Dan saya rasa, itu juga hak saya sebagai karyawan mendapatkan waktu rehatnya. Terus apa masalahnya dengan saya meninggalkan pekerjaan karena sholat di waktu yang tepat dan di izinkan oleh perusahaan?

Mungkin memang pada waktu itu pekerjaanya menumpuk sebelum saya tinggal, namun harus di garis bawahi juga, bahwa kerjaan numpuk itu juga karena sebagian karyawan lain sedang istrirahat dan saya masih baru untuk bisa menghandle itu semua.

Jika pekerjaan itu tidak bisa di handle senior macam mbak-mbak yang ngedumel tersebut, bagaimana dengan saya yang masih baru?

Saya bersyukur di tempatkan dengan mbak-mbak ngedumel tersebut hanya seminggu saja, dua minggu kemarin saya sudah pindah bagian, dan saya menikmati berada di tempat baru tersebut.

Ah, maafkan saya yang harus curhat di blog ini. Entah kenapa saya merasa lega saja sudah menuliskannya. Terlepas dari semua itu, saya terus mengingat kata-kata suami saya.
“Jika pekerjaan itu memberatkanmu akan sholatmu, hari itu juga keluarlah dari pekerjaan itu”

Pandaan 29 februari 2018
Dewi’Na Irawan

Bukan Sok Suci! Ini Perihal Tanggung Jawab Sebagai Manusia