Akan Selalu Ada Hikmah Dibalik Cobaan Hidup Di Dunia

Hikmah Disetiap Cobaan Hidup - Kehidupan di dunia memang tak selalu manis yang terasa, terkadang kita akan menjumpai waktu dimana kita merasa berat menjalani setiap menitnya, ditinggalkan orang yang kita cintai misalnya.

Akan Selalu Ada Hikmah Dibalik Cobaan Hidup Di Dunia

Siapapun orangnya, pasti tidak menginginkan hal seperti itu terjadi pada hidupnya. Namun apa daya kita hanya seorang manusia yang tak memiliki daya dan upaya selain mengikuti kehendak sang Pencipta waktu.

Tapi yang perlu kita yakini bahwa setiap cobaan yang diberikan Allah Subhanahu Wata’ala kepada kita, bukan serta merta Allah murka kepada kita, bukan karena Allah sudah tidak sayang lagi dengan kita. Allah selalu menyanyangi kita (hamba-Nya) dengan Rohman dan Rokhim-Nya, entah itu kita selalu menjalankan perintahnya maupun sering khilaf menjalankannya.

Mungkin saja cobaan itu ada untuk menerpa cara pandang kita untuk menjadi lebih dewasa. Kita yang sering khilaf, katanya mau lebih baik lagi, namun kenyataannya kita selalu PHP sama Rabb kita.

Baca juga  :  Berbuat baiklah! setiap kita akan meninggalkan dan ditinggalkan

Mungkin ini sebuah teguran agar kita waspada, agar kita sadar bahwa apa yang kita lakukan sebelumnya itu salah. Dan dalam cobaan ini, kita diingatkan untuk kembali ke jalan yang di ridoi-Nya.

Mungkin juga cobaan yang kita terima sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada kita. Kasih sayang untuk menguji seberapa sabar kita menghadapinya dan menguji betapa iklasnya kita untuk menjalaninya.

Tidak ada cobaan yang terlalu berat bagi hambanya, semua itu sudah dikondisikan sesuai batasan dan kesanggupan setiap hamba-hamba-Nya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqoroh: 286)

Sesungguhnya Allah memberi pelajaran berharga bagi kita melalui problematika yang terjadi, bukan agar kita lemah, bukan agar kita menyerah, namun sebaliknya. Kita musti harus kuat untuk menghadapinya, menjalankan dengan kesabaran dan belajar untuk melepaskan dengan keikhlasan.

Kita diberitahu rasanya sakit bukan untuk menyakiti, apalagi sampai menyakiti diri sendiri. Rugi banget.

Jika kita tersakiti oleh seorang yang pernah menghiasi hari-hari kita dengan penuh harapan, kemudian meninggalkan kita dengan bekas luka yang menancap cukup dalam disaat dia pergi. Itu pasti sangat menyakitkan, saya juga pernah mengalami hal tersebut.

Menangislah sepuasnya, menangis tak membuatmu menjadi seorang yang lemah dan hina. Menangis itu fitrah seorang manusia disaat terluka, namun kita harus tau diri kapan waktunya untuk berhenti.

Ada jeda waktu bagi kita untuk bersedih, karena luka di hati tidak mudah terobati. Disaat kita sudah lebih baikan, cobalah untuk mengerti bahwa memaafkan untuk bangkit menjalani hari-hari lebih mudah ketimbang mendendam karena rasa sakit hati.

Baca juga  : Kenikmatan yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang

Jangan menyalahkan orang lain dengan rasa sakit yang kita alami, sesungguhnya semua rasa sakit itu berawal dari diri kita sendiri. Semua perjalanan ini bergantung dari pilihan kita, Jika pilihan kita salah, mungkin ini cara Tuhan untuk mengingatkan kita untuk kembali.

Percayalah didekatkan dengan mereka yang kemudian pergi, bukan karna Tuhan benci, melainkan agar Tuhan punya alasan untuk mendatangkan orang yang mengasihi kita setulus hati.

Yah semua itu hanyalah ujian bagi kita, dan sebaik-baiknya muslim dan muslimah adalah orang yang selalu mengambil hikmah dari perjalanan yang dilalui.


Pandaan 08 maret 2018
Dewi'Na Irawan

Akan Selalu Ada Hikmah Dibalik Cobaan Hidup Di Dunia