Saya Rasa Dilan Salah Kalau Mengatakan Rindu Itu Berat

Jangan rindu. Ini berat, kau takkan kuat. Biar aku saja.” Dilanku. 1990

Quote fenomenal dari novel karya Pidi baiq yang mengisahkan kehidupan masa remaja antara Dilan dan Milea di tahun 1990-an. Tapi sudah cukup kita hanyut dalam ucapan Dilan yang berkata rindu itu berat, menurut saya itu tidak sepenuhnya benar.

Jangan rindu. Ini berat, kau takkan kuat. Biar aku saja.
Sumber gambar : mahriansyah.com
Jika kalian pernah merasakan rindu, mungkin kalian akan sadar bahwa terkadang rindu itu menyenangkan dan begitu indah. Ada perasaan ingin bertemu tapi terhalang oleh jarak dan waktu. Memang berat, tapi rindu masih tetap bisa terobati jika sudah bertemu. Benar kan?


Bukan Rindu Yang Berat! Tapi Rasa Kehilangan

Yang berat itu ketika kita rindu disaat sudah kehilangan. Saat kehilangan memaksamu untuk ikhlas menerima dan merelakan apa yang terjadi, maka saat itulah sesuatu yang berat terjadi pada hidupmu.

Saat kehilangan orang-orang yang kita cinta misalnya. Kita mungkin masih ingin bercerita padanya, mengucap kata cinta padanya, memberikan perhatian padanya, kau masih ingin memeluknya namun ia telah tiada. Yang pada akhirnya kita sulit menerima kenyataan bahwa dia telah tiada.

Maka, bagi saya yang berat itu bukanlah rindu, tapi kehilangan. Jika rindu, masih ada harapan kelak bisa bertemu dan mengobati rindu yang tercipta. Bagaimana dengan kehilangan? Yang sama sekali tak akan pernah kembali lagi.

Baca juga   Enaknya membangun cinta, bukan jatuh dari cinta

Bukan Rindu Yang Berat, Tapi Move-on Dari Kenyataan

Bukan Rindu Yang Berat, Tapi Move-on Dari Kenyataan
Sumber gambar : pexels.com
Rindu itu semacam candu ingin dan berharap pada sesuatu. Rasa rindu itu sangat luas jangkauannya, seperti rindu kampung halaman, rindu makanan ibu dirumah, rindu dengan sahabat tercinta. Selama rindu itu masih bisa di gapai, rindu tak seberat apa yang dikatakan Dilan pada Milea. 

Di akhir novel ketiga, Dilan mengatakan:
Lia, di mana pun kau berada. Aku tahu bukan itu yang kita harapkan, tapi itu adalah kenyataan. Ini bukan hal yang baik untuk merasakan sebuah perpisahan, tapi sekarang bagaimana caranya kita tetap akan baik-baik saja setelah itu. Menerimanya dengan ikhlas, akan lebih penting daripada semuanya.

Rasa sedih jika ada, itu harus berbatas untuk memberi peluang munculnya harapan pada hari-hari berikutnya, mengejar impian, dan meraih kebahagiaan bersama seseorang yang dapat menghabiskan sisa hidup kita dengannya. Mudah-mudahan kita kuat, ya Lia, sekuat kehidupan, cinta, dan pemahaman. Rasa sedih dan kegagalan tidak selalu berarti kekalahan.

Dan sekarang, yang tetap di dalam diriku adalah kenangan, di sanalah kamu selalu.

Terima kasih, Lia. Terimakasih kau dulu pernah mau.
Menghadapi sebuah kenyataan pait adalah hal yang paling berat. Kalau kata anak zaman sekarang susah move-on.

Dari pada rindu, Susah move-on jauh lebih berat. Disaat hati kita masih sayang dan penuh harap untuk balikan, satu sisi kita juga terluka dan ingin mengakhirinya secepat mungkin, dilema dua sisi ini yang sulit untuk bisa membuka halaman baru dalam kehidupan. Butuh proses dengan waktu yang cukup lama untuk bisa melupakan dan mengikhlaskan.

Baca juga   Beginilah seharusnya menyikapi masa lalu yang membayang

Bukan Rindu Yang Berat, Tapi Berjuang Dan Bersaing Mendapatkan Pasangan Impian

Saya juga pernah merasakan muda, bagi saya rindu itu tidak seberat saat kita menyukai seseorang dan ternyata kita mengetahui bukan hanya kita saja yang merasakan hal yang sama kepada seseorang yang kita sukai itu. Sebuah pesaing cinta.

Jodoh memang sudah ditetapkan, tapi kalau kita hanya diam dan menunggu tanpa melakukan apa-apa, sama saja kita sudah merelakan jodoh kita diambil orang.

Meskipun kata orang para lelakilah yang harus berjuang mendapatkan pasangan idaman, wanita juga tetap harus mengusahakan juga dong. Memang tidak harus se-agresif para lelaki juga saat mendekati lawan jenis, tapi dengan cara lain yang lebih efektif sebagai wanita. Permasalahannya adalah adanya pesaing ini.

Tentu kita tidak ingin si dia jatuh kepelukan wanita lain, tapi kita juga tidak bisa memaksakan kehendak agar dia memilih kita. Dan berjuang dan bersaing ini jauh lebih berat dari pada rasa rindu itu sendiri. Benar tidak?

Baca juga   Bukan tentang bakat, tapi kemauan untuk terus belajar

Bukan Rindu Yang Berat, Tapi Rasa Penyesalan Ketika Semua Sudah Terlambat

Bukan Rindu Yang Berat, Tapi Rasa Penyesalan Ketika Semua Sudah Terlambat
Sumber gambar : pexels.com
Saya pernah mengalami hal ini, ketika saya menyukai seseorang dan saya juga takut untuk mengungkapkan maupun memberi perhatian kepadanya. Saya sadar diri bahwa dia terlampau jauh untuk saya gapai. Tapi saya salah. 

Cinta itu tidak bisa dipendam dalam-dalam, semakin kita pendam semakin sakit ketika kita terluka akan sebuah kenyataan. Yah, seorang yang saya suka, secara tidak sengaja justru sedang dekat dengan teman baik saya. Betapa terluka ketika saya harus melihat kenyataan pahit bahwa dia harus bersanding dengan sahabat saya sendiri.

Seandainya saya lebih berani saat itu, seandainya saya tidak menganggap semua perasaan waktu itu sebagai perasaan yang biasa saja, Seandainya saja saya bisa mengungkapkan perasaan yang saya rasakan saat itu. Aku menyesal dan mungkin memang sudah terlambat.

Mungkin Dilan juga merasakan hal yang sama, seandainya dia tidak putus, atau dia mau menuruti keinginan Milea dan sebagainya. Tentu ending cerita mereka akan berbeda dan mungkin saja bisa berbahagia bersama. Tapi kenyatannya keduanya sama-sama merasakan sebuah penyesalan yang mereka sendiri sadar bahwa menyesal seperti itu juga sudah cukup terlambat.

**** 

Kalau menurut kalian, setujukah dengan ucapan Dilan bahwa Rindu itu berat? Boleh kalian bagi dikomentar dan saya sangat senang mendengar jawaban kalian tentang ini. See you ^_^


Pandaan, 07 Februari 2018

Dewi’Na Irawan

Saya Rasa Dilan Salah Kalau Mengatakan Rindu Itu Berat
  1. Yang berat itu move-on dari kenyataan memang mbak, bukannya rindu.

    ReplyDelete
  2. Yang berat itu, tiket dan semua persiapan traveling udah lengkap, eh izin dari kantor ngga turun juga. Nyesek banget.

    ReplyDelete