5 Hal Yang Dipertimbangkan Muslimah Saat Memilih Jodoh Pasangan Hidup

Setiap muslimah tentu mendambakan pasangan hidup yang sholeh, yang mampu membimbing dirinya kepada kebahagian dunia dan akhirat, tidak terkecuali saya pribadi. Saya sendiri paling pilih-pilih dan menimbang dengan sangat hati-hati dalam mencari pasangan, apalagi dulu banyak pria yang mengejar-ngejar saya.

dakwah tentang jodoh dalam islam
Sumber gambar dari cyberdakwah.com
Bukan ingin menyombongkan diri, tapi pada kenyataannya ada masa dimana seorang wanita akan didekati oleh dua atau lebih pria dalam hidupnya. Bukanlah mudah untuk memilih salah satu dari mereka, karena kita sendiri tidak tahu jodoh seperti apa yang terbaik bagi kita.

Sebagai muslimah, saya tentu memilih yang terbaik versi saya, Meskipun saya harus memilih orang yang salah. Namun saya percaya bahwa jodoh akan datang diwaktu dan tempat yang tepat. Bukan untuk memaksa kehendak saya, tapi saya jalani dengan sepenuh hati dan keikhlasan, InsyaAllah kita akan dipertemukan.

Yang paling bikin galau, disaat terdapat dua pilihan yang sama-sama baik menurut kita. Memang anjuran sholat istikhoroh disaat kebingungan memilih adalah tuntunan dari Baginda Rosul Muhammad Sholallahu alaihi wassalam.

Namun bukan berarti kita harus tutup mata dan telinga setelah menjalankan sholat istikhoroh. Kita tetap harus milih dan menjalaninya dulu agar sampai pada takdir yang di tentukan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Nah disaat memilih tersebut , tidak hanya tentang hati yang harus kita pertimbangkan tapi banyak hal.

Kalau pengalaman saya pribadi disaat memilih pasangan, 5 hal ini yang saya pertimbangkan dari seorang laki-laki untuk jadi calon suami nantinya.

Baca juga   Tips buat single yang mencari jodoh dunia akherat

#1. Menjalankan Syariat Agama Dan Baik Akhlaknya

syariat agama islam dan alqur'an
Sumber gambar dari Pexels.com
Sangat wajar bagi muslimah memilih calon suami seorang muslim juga. Namun bagi saya, status muslim (KTP) tidaklah cukup untuk dijadikan suami seumur hidup. Calon suami setidaknya harus taat dan tidak lalai atas kewajibannya sebagai hamba Allah. Dia harus rajin dengan sholatnya, dia puasa, dan ibadah yang lainnya.

Selain itu, tentu akhlaknya juga jadi pertimbangan utama. Karena kebaikan akhlak juga mencerminkan bagaimana sholat seseorang. Siapa yang baik sholatnya, maka baik pula akhlaknya. Jika buruk sholatnya, maka bisa jadi buruk akhlaknya, begitu kata guru ngaji saya dulu.

Kita tidak inginkan, jika seandainya ibadah yang dia tunjukkan kepada kita hanya sebagai topeng agar kita tertarik kepadanya. Setelah menikah, dia justru lebih sering meninggalkannya. Jadi perlu diperhatikan bahwa beragama islam saja tidak cukup untuk jadi pertimbangan, Carilah yang Taat menjalankan kewajiban beragama islam untuk kebaikan diri sendiri.

Baca juga   Apasih untungnya pacaran, Rugian mana antara pacaran atau single?

#2. Sifat dan Kepribadian Yang Baik

Saya seorang wanita yang manja, apalagi kepada orang yang jadi sandaran hidup saya. Karena saya memiliki sifat seperti itu, saya mencari tipikal laki-laki yang sabar dalam mendengar dan sabar dalam mengerti kepribadian saya.

Jadi mempertimbangkan sifat dan kepribadian calon suami itu penting, seperti penyabar dalam menghadapi permasalahan, bijak dalam mengambil keputusan, tidak egois dan mau berkomunikasi dalam sebuah keputusan dan sebagainya.

Minimal dia bisa mengayomi dan membuat kita sebagai istri nyaman saat hidup bersama. Karena bukan masalah harta yang membuat kehidupan rumah tangga kita aman dan nyaman, tapi bagaimana suami dan istri bisa berjuang bersama dalam segala keadaan.

#3. Keadaan Keluarga Calon Pasangan

ikatan keluarga
Sumber gambar dari Pexels.com
Menikah tidak hanya hubungan antara KITA, tapi menikah itu tentang menyatukan dua adat, dua budaya dan dua keluarga agar bisa berjalan bersama. Banyakloh perceraian yang disebabkan ketidak cocokan dengan keluarga pasangan.

Jadi menurut saya, mempertimbangkan keluarga calon pasangan juga penting. Karena kita juga akan hidup berdampingan dengan mereka, meskipun kita terpisah rumah.

Bagi saya, keluarga yang baik akan menghasilkan anak yang baik. Dengan melihat keluarganya, kita setidaknya tahu bagaimana calon pasangan kita di didik. Selain itu, Kita juga bisa menerka-nerka bagaimana saat sudah menikah, kita bisa hidup berdampingan dengan keluarga calon pasangan kita.

Baca juga   Wanita harus tegas, antara halalkan atau tinggalkan

#4. Visi dan Misi Untuk Masa Depan

Jika disuruh memilih antara pria baik tapi pengangguran dan pria yang sudah bekerja namun tidak begitu baik, maka jelas saya akan memilih pria baik yang bekerja. Hehehe

Faktanya, pria yang punya karier yang baik cenderung memiliki satu kualitas yang lebih baik daripada mereka yang pengangguran. Sebab kehidupan rumah tangga akan lebih baik dengan financial yang stabil.

Saya dulu justru tidak memilih laki-laki karena memprioritaskan kariernya, yang saya pilih justru pria yang sederhana namun tetap memiliki pekerjaan yang layak. Namun kita memiliki visi dan misi yang sama.

Maksudnya kita memiliki impian yang sama untuk diwujudkan, meskipun itu sulit, tapi kita bisa berjuang bersama untuk mengapainya. Bagi saya, memilih seorang laki-laki yang memiliki rencana kedepan (masa depan) lebih menarik dari pada laki-laki yang bergelatungan mengikuti zaman (tidak tau arah dan perencanaan).

#5. Tampilan Fisik Dan Rasa Cinta

arti cinta yang sesungguhnya
Sumber gambar dari Pexels.com
Dan terakhir, tentu saja atas dasar cinta. Bagaimanapun, menikah itu sebuah komitmen besar yang harus ada ikatan kasih dan sayang antara keduanya. Biarpun pernikahannya dijodohkan, tetap harus ada ta’aruf antara keduanya biar saling mengenal, minimal menumbuhkan rasa sayang antara keduanya. Karena ikatan cinta itu yang akan menguatkan sebuah hubungan rumah tangga,

Tentu kalau berbicara tentang cinta tak lepas dari penampilan fisik, bagi saya sendiri, mempertimbangkan masalah fisik calon laki-laki itu penting. Karena menurut saya, calon laki-laki harus kuat dan sehat secara jasmani agar kuat untuk menafkahi lahir dan batin.

Berpenampilan menarik biar saya sendiri betah hidup bersamanya dan juga dia bisa menjaga dirinya karena dia adalah bapak dari anak-anak saya nantinya. Karena saya juga ingin mendapat keturunan yang baik dari calon suami yang baik secara fisik.

Baca juga   Arti cinta yang sesungguhnya itu seperti apa?

**** 
Yah seperti itulah hal yang saya pertimbangkan saat memilih pasangan hidup dulu. Memang sulit melihat seseorang laki-laki yang ingin menikahi kita menampakkan sisi aslinya didepan kita. Namun yang harus kita yakini adalah tetap memilih dan menjalaninya, sementara kita berikhtiar dan berdoa kepada Allah agar dituntun dijalan yang benar dan jalan yang di ridhoi-Nya.

Telur yang baik sangat dipengaruhi dari induknya, dan Induk yang baik bisa dilihat dari telurnya.
Dewi Nadzifah
Perihal Diri

5 Hal Yang Dipertimbangkan Muslimah Saat Memilih Jodoh Pasangan Hidup
  1. Sejujurnya aku sedih sekali saat baca ini. Tidak ada satupun poin di atas yg aku terapkan saat mencari pasangan. Menyebabkan aku gagal terus. Hehehe.

    ReplyDelete
  2. berarti, kata orang tua-tua jaman dulu soaal pertimbangkan bibit, bebet, bobot itu berlaku sampai kapan pun ya?

    ReplyDelete