Tipe-tipe Tamu Undangan Hajatan Pernikahan

Setelah liburan akhir tahun berakhir, petualangan baru di tahun 2018 dimulai sejak kembali kerutinitas sebuah pekerjaan.

Tahun baru berarti awal yang baru, planning kerja yang baru, target yang baru dan kalau bisa semua hal bisa serba baru. Bagi sebagian orang, Tahun baru bisa menjadi awal yang baik untuk menjalin sebuah hubungan serius dalam indahnya mahligai pernikahan.

Tipe-tipe Tamu Undangan Hajatan Pernikahan

Yah, selain tahun baru identik dengan habisnya uang belanjaan setelah liburan panjang tahun baru. Kini diperparah lagi dengan banyaknya undangan hajatan di awal tahun baru ini. Ada 4 undangan hajatan pernikahan yang saya terima minggu ini.

Ngomong-ngomong soal undangan hajatan, ada hal unik yang saya pelajari saat berada dalam kondangan tersebut. Yaitu uniknya tipe-tipe tamu kondangan yang hadir dalam acara hajatan tersebut.

#1. Tamu Kepagian

Disetiap undangan, pasti sudah ditentukan kapan acara hajatan tersebut dilangsungkan. Dan normalnya, kebanyakan tamu hadir di waktu yang ditentukan, tapi ada sebagian tamu yang merobohkan sebuah aturan. Yaitu datang paling awal.

Paling awal disini bukan hadir tepat acara itu dimulai, justru sebelum acara hajatan tersebut dimulai. Ada saja tamu seperti ini, hajatan yang seharusnya dimulai jam 4 sore, tamu seperti ini malah datang jam 7 pagi.

Alasan mereka beragam, ada yang beralasan sibuk kerja atau kerja masuk sore, bebarengan dengan hajatan lain dan sebagainya.

Dan ada yang lebih unik lagi di daerah saya, banyak diantara tamu undangan, khususnya laki-laki, justru memberi amplop disaat acara walimatul urushi, sedangkan acara hajatannya masih besoknya. Alhasil, dengan banyaknya yang memberi amplop di acara walimatul urushi, kondangan besoknya jadi terlihat sepi dari tamu undangan yang tinggal didesa sendiri.

Baca juga   Keberagaman itu Indah Jika Kita Bijak Menyikapinya

#2. Tamu Terakhir

Tipikal tamu seperti ini ada dua, yang pertama karena terpaksa datang paling akhir karena urusan pekerjaan dan yang satunya iseng karena ingin mengoda pasangan suami istri dengan lebih leluasa.

Normalnya, acara hajatan itu berakhir disekitar jam 9-10 malam. Nah tamu terakhir ini justru datang di jam 11 malam, disaat semua pernak-pernik acara hajatan sudah banyak yang dikemas kembali.

Tujuannya pasti untuk mengoda pengantin baru, juga biar pengantin baru tidak bermesraan terlalu dini. Dulu sewaktu pernikahan saya di acara hajatan suami, disaat saya dan suami sudah masuk kamar dan menghapus riasan, tamu seperti ini hadir hampir jam 12 malam.

Karena saya lelah dan mengantuk, saya berpamitan untuk tidur terlebih dahulu, dan suami saya yang menemani tamu-tamu ini hingga satu jam lebih.

#3. Tamu Zaman Now

Tamu zaman now

Nah, tipikal tamu seperti ini didominasi oleh kaum anak muda yang tak bisa lepas dari pengaruh gadget dan teknologi informasi.

Setelah datang dan menyantap menu makanan yang disediakan di acara hajatan, tipikal Tamu zaman now ini lebih sibuk memperhatikan gadgetnya ketimbang memperhatikan sekelilingnya. Bahkan ada juga disaat tangan kanan pegang sendok untuk menyantap hidangan, tangan kiri sibuk memainkan gadget.

Baca juga   Bunda Zaman Now Itu Seperti Apa?

#4. Tamu Anak Kos-kos-an

Dulu sewaktu menjadi anak kos. Menghadiri acara hajatan seperti ini merupakan cara tepat untuk menikmati berbagai makanan enak dengan biaya yang cukup hemat.

Hanya dengan mengeluarkan uang sekitar 20rb-50rb, kita bisa memilih berbagai menu yang ada di acara hajatan. Apalagi acaranya di selenggarakan di hotel ataupun gedung. Tentu dalam hajatan seperti ini, menu yang ditawarkan cukup bervariasi.

Nah dikesempatan seperti itu, kita sebagai anak kos bisa mencicipi semua menu yang ada di suguhan acara hajatan tersebut. Makan senang, perut kenyang, pulang membawa bingkisan, hehehe :D

#5. Tamu Unknown

Mengahadiri acara hajatan sudah menjadi sebuah adat dalam bangsa ini. Malah bagi sebagian wilayah, hajatan seperti ini jadi seperti investasi ataupun hutang yang harus dibayar.

Maksudnya investasi disini, bagi mereka yang belum menikah, menghadiri hajatan merupakan investasi. Jika suatu saat giliran dia yang menikah, secara otomatis dia akan mendapatkan feedback dari hajatan yang pernah dia kunjungi.

Tapi ada sedikit orang yang tidak mementingkan hal demikian, kebanyakan orang menuliskan nama di sebuah amplop yang berisi uang untuk menghadiri hajatan, agar suatu hari nanti amplop tersebut juga dia terima saat membuat hajatan serupa.

Tamu unknow ini justru tidak menulisi amplop berisi uang itu dengan namanya. Seakan akan dia tidak mengharapkan imbalan lagi.

#6. Tamu Opportunis

tipe tipe tamu kondangan

Tipikal tamu unknow adalah sebutan tamu dengan keikhlasan yang luar biasa, jauh berbeda dengan tipikal tamu oportunis. Tamu opportunis ini juga sama-sama tidak menulis amlop dengan mencantumkan nama. Bedanya berada dinilai uang dari amplop tersebut.

Logikanya, tidak ada batasan dalam memberikan amplop hadiah dalam sebuah hajatan, tapi coba renungkan lagi. Kita rinci dari besarnya pengeluaran dari pemilik hajatan, makanan yang disantap setiap tamu, juga pengeluaran lain seperti sound sistem, aparat dan sebagainya.

Tamu oportunis ini lebih mementingkan “Pokoknya makan”. Sedangkan nilai dari amplopnya jauh dari standart yang ada di satu wilayah. Sebut saja jika standart amplop hajatan berisi sekitar 15rb-20rb minimal. Si Opoportunis ini justru mengisi amplop dengan besaran 5rb rupiah saja.

Dan ironisnya amplop yang berisi besaran uang segitu tidak tercantum nama pemberinya. Bahkan ada juga yang berupa amplop tak berisi (kosong). Kan kasihan juga pemilik hajatannya kalau tipikal tamu opportunis ini banyak yang datang.

Mungkin karena alasan ini, banyak hajatan modern yang mengunakan buku tamu yang ditulis disetiap tamu yang baru hadir di hajatan tersebut. Dengan adanya buku tamu, bisa meminimalisir adanya tamu opportunis seperti ini.

Baca juga   7 Macam Hal Jorok Yang Biasa Dilakukan Cowok Yang Jarang Diketahui Wanita

***

Dari berbagai tipe tamu undangan yang saya sebutkan, tipe tamu undangan mana yang sering kalian jumpai? Jika tidak keberatan, coba deh di share di kolom komentar, atau mungkin ada tipikal tamu undangan lain menurut kalian?


Pandaan, 09 Januari 2018
Dewi'Na Irawan

Tipe-tipe Tamu Undangan Hajatan Pernikahan
  1. Tamu terakhir yang dengan maksud menggoda ituu menyebalkan iya, tapi pasti teman-teman dekat yang kurang ajar hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, memang teman dekat yang biasanya usil kayak gitu

      Delete
  2. tapi kalau tamu yang hobi memburu souvenir masuk kategori yang mana yach Mbak... ? :)

    ReplyDelete