Baca dan Renungkanlah! Disaat Dirimu Mengutuk Dunia Dan Merasa Dunia Ini Tak Adil

Kita pasti pernah merasakan yang namanya ketidakadilan. Merasa bahwa kehidupan dunia ini seakan tidak berpihak pada kita, juga semua yang kita lakukan seakan kita melakukan hal yang sia-sia, karena selalu mengalami sebuah kegagalan.

Atau mungkin kita pernah merasa tidak diperlakukan adil oleh seseorang misalnya. Meskipun, di dalam hati kita yakin dan percaya bahwa pencipta kita itu MAHA ADIL.

Baca dan Renungkanlah! Disaat Dirimu Mengutuk Dunia Dan Merasa Dunia Ini Tak Adil

Paradoksnya kita sebagai manusia itu percaya di alam semesta ini ada hukum timbal balik atau yang lebih hits disebut KARMA. Setiap yang kita lakukan pasti akan berimbas ke diri kita sendiri.

Lalu mengapa kita sering menganggap bahwa dunia ini tak adil jika kita tau bahwa Tuhan itu Maha Adil?

Hidup memang tak selalu mudah. Kadang kita berada di atas dan kadang kita berada di bawah. Disaat berada dibawah, kita harus melewati berbagai kesulitan yang terkadang membuat kita ingin menyerah.

Baca juga   Dampak Buruk Sering Marah-marah Dan Cara Ampuh Menahan Rasa Marah Berlebih

Seperti contoh disaat kita bekerja dalam suatu perusahaan, kita lebih sering disuruh ini itu, pergi kesana, pergi kesitu, belajar ini, belajar itu dan dituntut serba cepat dan perfect. Serasa tugas yang dibebankan kepada kita itu terlalu berat.

Dengan pekerjaan tersebut, Kita merasa bahwa kita pantas mendapatkan hasil yang lebih dari ini, yakni berupa materi (gaji) yang sepantasnya dengan kesulitan pekerjaan yang kita lakukan. Tapi pada kenyataanya, gaji kita tetap saja masih sama dengan gaji karyawan lainnya yang justru kerjanya biasa-biasa saja. Disaat itulah kita merasa hidup ini tak adil.

Disitulah masalahnya, fitrah manusia tentu mengharapkan kehidupan yang baik dan bahagia. Tetapi pada kenyataannya, kita selalu berfokus pada “hasil atau materi” dari pekerjaan yang kita lakukan, tanpa peduli bagaimana “pembelajaran” pada saat proses melakukan pekerjaan tersebut.

Kita tidak melihat dari sudut pandang yang berbeda, ada banyak hal di luar materi yang bisa kita dapatkan.

Misalnya disaat kita disuruh belajar ini dan itu. Memang akan berat kita menghadapinya, dari adaptasi dengan pekerjaan baru, kembali belajar dan mengingat pekerjaan baru, kesalahan juga akan sering kita dapati karena kita masih belum paham betul pekerjaan yang kita lakukan.

Tapi coba renungkan dampak positifnya? Kita mendapat ilmu dan pengalaman baru yang tidak semua orang bisa mengalaminya. Dan saya rasa ilmu dan pengalaman tidak sebanding dengan materi berupa apapun.

Begitupun juga disaat kita sering disuruh ini dan itu, disuruh pergi kesana dan kesitu. Sesungguhnya, jika kita meyakini kebesaran dan Kebaikan Allah pada hamba-Nya, pada saat proses disuruh-suruh itulah Allah sedang bersamamu, Allah menemani setiap langkahmu, mengamati keikhlasanmu dan tentunya sedang menyiapkan hadiah yang sesuai dengan perjuanganmu itu.

Disaat perusahaan mengalami krisis besar dan terdengar kabar ada pengurangan karyawan. Kita lah orang yang tidak akan masuk daftar pengurangan karyawan. Karena dibalik kita mondar-mandir kesana kemari, belajar ini dan itu. Pimpinan kita yang tidak pernah mengatakan apapun pada kita, dan tanpa mendengar dari orang lainpun dimatanya kita dianggap pekerja yang giat dan pekerja yang kompeten. Bisa jadi, kita akan dipromosikan menjadi pimpinan suatu hari nanti.

Dalam Alqur’an menjelakan bahwa “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,Kecuali orang yg mendirikan shalat,(yaitu) orang yg istikhomah mendirikan shalat." (QS Al-Maarij 19-23).

Disaat kita merasa dunia ini tak adil, percayalah kita hanya mengukur dari sudut pandang kita yang amat sempit. Kita terlalu sibuk mengutuk kekurangan diri sendiri dan menganggap dunia ini tak adil. Padahal di luar sana, banyak orang yang ingin bertukar posisi dengan kita, yang melihat sisi bahagia dari sudut pandang yang berbeda.


Pandaan 09 Januari 2018
Dewi'Na Irawan

Baca dan Renungkanlah! Disaat Dirimu Mengutuk Dunia Dan Merasa Dunia Ini Tak Adil
  1. terima kasih, mbak. Oase kehidupannya sangat bermanfaat. Mengingatkan diri saya sendiri akan pentignya penghayatan dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  2. sesungguhnya saya tuh sedang mengalami ini. bukan merasa dunia tidak adil sih. cuma sering aja ngebading-bandingin diri saya sama tema seusia, kok dia udah gitu gw masih gini aja yaa? gitu sih seringnya. bahkan kadang sampai stres. tapi alhamdulillah, sejauh ini masih bisa mengendalikan diri dengan berpikir, semua orang punya red karpet masing2 dan saya hanya perlu menggelar red karpet saya sendiri. walopun susah. makanya itu usaha sangat dibutuhkan.
    omooo saya jadi curhat :'(

    ReplyDelete