Tip Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik Dan Menarik

Menulis Artikel Blog Yang Baik – Setelah setahun lebih saya menulis di blog ini, saya menyadari bahwa tujuan setiap orang membuat blog itu beraneka ragam.

Ada yang fokus dengan mengejar pundi-pundi uang, ada juga yang membuat blognya sebagai curhatan untuk mengurangi beban dipikiran, dan ada juga yang menganggap blognya adalah media share dan dakwah. Dengan tujuan itulah, kita bisa tetap berkarya dan tetap menulis di blog. 

Tip Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik Dan Menarik

Tapi ada satu tujuan yang selalu sama diinginkan oleh setiap blogger, yaitu :

AGAR TULISAN YANG TELAH DIBUAT, “DI BACA” OLEH ORANG LAIN.

Saya sendiri juga menginginkan artikel yang saya buat, dilihat oleh ratusan, ribuan, jutaan bahkan milyaran orang kalau bisa. 

Pastilah kita sebagai sipenulis artikel akan sangat bangga dan senang saat ada seseorang yang membaca artikel kita, apalagi ikut menanggapi berupa komentar atau share artikel yang kita buat. 

Terlepas dari sedikit atau banyaknya yang membaca artikel kita, mungkin yang lebih penting tentang manfaatnya artikel tersebut bagi pembaca. Jika orang yang membaca artikel kita, menemukan sesuatu yang ingin dicarinya di artikel kita. Rasa puas dari seorang pembaca itulah yang sangat saya inginkan disaat saya menuliskan sebuah artikel.

Bagi saya, Artikel yang baik itu bukan artikel yang dibaca ratusan ribu pengunjung, tapi pembaca merasa tertipu dengan judul yang menarik tapi isinya tidak begitu kompeten. 

Akan lebih baik jika artikel yang hanya di kunjungi hanya puluhan sampai ratusan orang perbulan, tapi sebagian dari mereka merasa tercerahkan dan mengambil manfaat dari artikel tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua orang suka membaca, apalagi di dunia internet yang menuntut serba cepat. Artikel yang panjang akan terlihat membosankan dan enggan untuk dibaca.

Kriteria pembaca artikel itu berbeda-beda
- Ada yang melihat artikel yang panjang, sudah enggan melanjutkannya. 
- Ada juga yang membaca awal dan akhirnya saja, 
- Ada juga yang sudah baca, kemudian lanngsung pergi begitu saja
- Ada juga yang membaca sekaligus memberi tanggapan terhadap artikel tersebut. 
- Dan ada yang menjengkelkan, belum baca sudah komen link afilasinya
Semua kriteria itu tidak ada yang salah, adalah hak setiap orang memperlakukan seperti apa cara mereka membaca suatu informasi. Tapi sebagai penulis, besar harapan kita agar artikel yang kita buat bisa di baca dan bermanfaat bagi orang lain.

Dengan memahami bahwa tidak semua orang suka membaca terlebih pengguna internet yang menginginkan informasi yang tepat dan cepat, maka sebagai penulis, kita harus mencari cara bagaimana agar artikel kita di baca oleh orang lain secara penuh.

          Kita sudah capek-capek menulis artikel, tapi tidak ada yang baca.

          Sudah belajar SEO, tapi tidak ada yang berkunjung ke Blog


Bukan SEO nya yang salah, bisa jadi artikel yang kita buat yang bermasalah. Bukan karena isinya yang tak berbobot atau tidak. Bukan kontennya yang terlalu panjang dan kurang menarik.

TAPI INI TENTANG BAGAIMANA KITA MENYAJIKANNYA?

tidak semua orang menajdi penulis yang baik, tapi penulis yang baik bisa dari siapa saja

Banyak loh, penulis yang menulis artikel curhatan tentang kegiatan sehari-hari, tapi justru mendapat banyak komentar dan like tiap dia update. Banyak faktor yang mempengaruhi kenapa bisa demikian?

Faktor pertama, mungkin saja folowernya banyak dan sudah sangat akrab dengan folowernya.

Faktor kedua, Bisa juga karena dia sering blogwalking mengunjungi blog folowernya, dan mendapat timbal balik.

Faktor ketiga, Artikel yang dibuatnya memang mengundang pembaca untuk berlama-lama berkunjung di blognya.

Bagi pemula, mendapat folower tidaklah mudah, disaat kita mencoba untuk follow blog orang lain, belum tentu kita dapat balasan yang sama.
Baca juga  Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar Blogmu Disukai Dan Dikunjungi Banyak Orang
Begitu juga dengan blogwalking, tidak semua blogger menyukai hal tersebut, karena blogwalking cukup banyak menyita waktu dan tenaga. Banyak yang beralasan demikian, daripada blogwalking, akan lebih bijak jika waktu yang digunakan untuk blogwalking digunakan untuk menulis konten.

Dan point ke tiga lah yang harus diterapkan bagi setiap blogger untuk mendapatkan hasil kunjungan dari pembaca yang maksimal.

Tentu akan banyak pertanyaan tentang bagaimana menciptakan artikel yang disajikan menjadi lebih menarik dan membuat pembaca mengunjungi dan betah berlama-lama membaca artikel yang kita sajikan.

Untuk membuat artikel dengan penyajian yang lebih menarik, kita harus pelajari beberapa hal. Berikut hal-hal yang harus diterapkan agar artikel kita lebih menarik.

#1. Manjakan Calon Pembaca Dengan Memahami Karakter Mereka

Manjakan Calon Pembaca Dengan Memahami Karakter Mereka

Calon pembaca bisa terdiri dari anak-anak, remaja, setengah baya, orang dewasa (tua), Pria dan Wanita. Kita harus paham, bahwa setiap kita membuat artikel ini ditujukan untuk siapa?

Beda topik, peminatnya juga beda.

Jika kita membuat artikel “Ilmu Islam dan Hukum” tentu pembacanya adalah orang dewasa yang paham ilmu dan hukum. Kalau tentang “cinta” kebanyakan yang baca sekitaran remaja umur 15 tahun sampai 25 tahun..

Tentu untuk menulis artikel “hukum” dan artikel “Cinta” kita harus membedakan cara nulisnya.

Kenapa harus dibedakan sesuai karakter pembacanya?

Tujuannya simple, agar artikel lebih mudah dibaca sesuai karakter pembacanya, Dan tentu agar pembaca tidak bosan.

Contohnya seperti ini, kita membuat artikel tentang “Cinta” yang pada umumnya pembacanya adalah anak muda. Jika gaya penulisan artikel kaku dan sesuai EYD yang baik dan benar. Pasti pembacanya juga akan bosan dan tidak menikmati membaca artikel tersebut.

Beda jika kita menuliskan artikel “Cinta” itu dengan gaya penulisan yang santai, pakai sedikit candaan yang disukai oleh kebanyakan anak muda. Pasti artikel kita akan disukai dan bisa jadi dishare ke media sosial.
Baca juga  Apa yang harus saya tulis sebagai pemula dalam dunia blogger

#2. Gunakan Font Huruf Yang Mudah Dibaca

gunakan font yang mudah dibaca

Artikelnya menarik dengan dilengkapi oleh berbagai referensi untuk menguatkan riset, tapi SUSAH di baca?

Percuma, Pasti di abaikan!

Coba bayangkan, jika kita menemukan judul artikel yang menarik saat kita sedang surfing, tapi:
1. Hurufnya terlalu kecil
2. Memakai Font yang susah dibaca
3. Terlalu banyak tautan link
Semenarik apapun isi artikelnya, kalau tidak bisa terbaca juga percuma.

Mungkin kalau dilihat versi mobile, semua huruf dalam artikel akan terlihat besar dibanding saat dilihat versi webnya. Tapi apa artikel yang kita buat di khususkan hanya untuk pengguna mobile saja?

Tentu saja tidak kan.

Tidak semua orang semuda dan memiliki penglihatan yang normal seperti kita. Terkadang ada beberapa orang yang kesulitan membaca tulisan di desktop dan harus mendekatkan wajahnya untuk bisa membaca artikel tersebut.

Jadi berhenti menyiksa mereka.

Gunakan font yang lebih mudah dibaca dan ukuran font yang standart, agar artikel kita bisa dibaca dengan mudah oleh banyak orang.

Sebagai perbandingan dan acuan, Facebook menggunakan font Helvetica, Arial, dan sans-serif, kalau kita intip dengan mengunakan view-source pada web browser.

Menurut Panduanim.com, setting font yang bagus untuk blogger agar mudah dibaca yaitu
- Gunakan font yang mudah dibaca Arial, verdana, Helvetica, sans-serif dan lain-lain
- Ukuran antara 14-22px (Ukuran font)
- Lebar horizontal antara 480-720px
- Line-height antara 1.5-2em (jarak antar baris)
- Margin di bawah paragraf antara 1.5-2em (jarak antar paragraf)

#3. Jangan Samakan Menulis Blog Seperti Menulis Novel

Ingat tidak pelajaran bahasa Indonesia saat di sekolah dahulu.
“Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5-7 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok”.
Ketentuan seperti itu bagus untuk makalah sekolah dan tugas skripsi. Tapi tidak untuk digunakan di Blog.

Kenapa?

Karena paragraf yang terdiri dari beberapa baris tulisan, bahkan satu paragraf bisa terdapat 20 kalimat utuh, bisa menyebabkan mata lelah saat membacanya.

Jangan bandingkan membaca blog sama seperti membaca novel dan koran.

Ingat, Novel dan koran memang dibaca untuk dinikmati di waktu senggang dan santai dirumah, juga saat kita membaca novel dan koran tersebut memang kita dalam keadaan fokus untuk mengerti jalan ceritanya.

Tapi tidak untuk blog.

Di internet, orang-orang kebanyakan ingin bergerak dengan cepat dari Blog A ke Blog B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata. Terkecuali ketika pembaca menemukan sesuatu yang dicari dari artikel yang kita buat.

Coba perhatikan gambar di bawah ini:

Tip Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik Dan Menarik

Lebih enak mana, baca yang artikel A atau artikel B?.

Saya pribadi akan memilih artikel B.

Jika kita menyajikan tulisan kita seperti format pada koran atau novel. Dari lihat di awalnya saja, sudah membuat mata lelah, apalagi saat membacanya. Terutama bagi yang tidak begitu suka baca.

Kita harus paham dengan karakter calon pembaca artikel kita, mungkin kalau yang berkunjung sesama blogger, kebanyakan dari mereka memang suka membaca.

Tapi kalau yang berkunjung adalah orang lain yang tidak sengaja menemukan blog kita dari search engine, apakah mereka juga suka membaca?

Jadi buatlah seakan-akan artikel yang kita buat itu Human friendly, yang membuat pembacanya menikmati saat berkunjung ke blog. Sebab artikel yang Human friendly berarti SEO Friendly.
Baca juga  Cara Membuat Page Sitemap/Daftar Isi Keren Dan Seo Friendly

#4. Manjakanlah Pembaca Dengan Artikel Yang Atraktif

Tidak semua orang menyukai membaca secara fokus pada tulisan panjang. Banyak diantara pembaca yang lebih suka membaca point-pointnya saja.

Bahkan ada juga yang memutuskan untuk membaca kesimpulannya saja di bagian akhir artikel. Dan itu sah-sah saja dan wajar. Karena saya juga sering melakukan hal demikian, hehehe.

Pembaca adalah raja, sedangkan kita para penulis merupakan pendongeng untuk menyenangkan raja.

Jika Raja sudah tidak tertarik dengan dongeng yang terlalu panjang dan berbelit-belit, bagaimana kita bisa menyenangkan raja?

Ada beberapa cara untuk mengakali pembaca seperti itu agar pembaca tetap mendapat ide pokok dari apa yang kita tulis dan memahami maksud dan tujuan dari artikel.
Baca juga  10 Tips Bagaimana Cara Mendapat Dan Menemukan Puluhan Ide Artikel Setiap Hari

Yang Pertama Dengan Menambahkan Gambar.

Ingat, tidak semua orang menyukai Novel, ada sebagian orang yang lebih suka menonton filmnya ketimbang membaca novelnya.

Dan ada juga sebagian orang yang memutuskan untuk menyukai Komik. Tanpa harus baca cerita yang panjang, dengan melihat gambarnya saja, kita bisa menafsirkan kejadiannya seperti apa.

Sama halnya dengan menambahkan gambar di artikel. Gambar dalam artikel untuk menerangkan konsep yang susah dijelaskan hanya dengan tulisan. Seperti gambar panduan, atau grafick dan sebagainya.

Gambar dan foto pada artikel juga bisa dijadikan sebuah alternatif lain keyword pada search engine.

Tidak harus gambar itu menunjukkan infografis, bahkan gambar atau foto untuk pemanis artikel juga tidak mengapa. Tujuannya biat pembaca tidak disajikan artikel berupa tulisan saja, juga ada jeda diantara point pertama dan juga point selanjutnya.

Yang Kedua, Kita Bisa Menambahkan Sub Header

Cara ini cukup efektif untuk memisah point-point penting dalam membuat artikel.

Dengan cara ini, pembaca akan mengetahui point dari sebuah artikel tanpa perlu membaca sepenuhnya. dan dengan cara ini, pembaca lebih mudah untuk mengerti isi dari artikel yang kita buat.

Menambahkan Sub header juga untuk membuat artikel yang panjang, menjadi lebih ringkas dan menarik untuk di baca.

Dengan demikian, calon pembaca tidak perlu mengerutkan dahinya saat melihat artikel panjang yang lebih dari 1500 kata.

**** 

Jadi kesimpulannya, Artikel yang baik bukan karena artikel tersebut berada di page pertama google.

Juga bukan karena artikelnya sangat panjang dan komplek dengan pembahasan kata-kata yang sangat jurnalistik.

Tapi, artikel yang baik itu memanjakan dan memudahkan pembacanya untuk memahami isi dari artikel tersebut . Terlebih lagi menjadikan solusi bagi yang membaca akan problem yang sedang dicarinya.


Pandaan 22 November 2017
Dewi'Na Irawan

Tip Bagaimana Cara Menulis Artikel Blog Yang Baik Dan Menarik