Sepeda Baru Untuk Naila Di Tahun ke-4

Saya ingat kembali bagaimana sulitnya kehidupan saya sewaktu kecil dulu, hidup sebagai gadis paling kecil bapak yang sudah ditinggal Ibu sejak masih kelas empat Sekolah dasar. Bapak yang kerja sebagai penunggu sebuah perusahaan kecil di malam hari, dengan gaji tak begitu besar hanya cukup untuk membeli makanan tiap harinya.

Kadang saya harus berhemat dengan tidak membeli jajan sewaktu sekolah agar saya bisa membeli sesuatu yang saya inginkan. Seperti ingin membeli sepatu baru, buku baru dan berbagai kebutuhan sekolah lainnya. Rasanya sangat ingin sekali membeli boneka atau barang-barang buat mainan, tapi saya sadar atas keadaan saya sewaktu dulu.

Begitupun saat diajak main sepeda dengan teman-teman sekitar rumah, saya yang tidak memiliki sepeda sendiri berusaha sabar dan tabah untuk tidak mengeluh dan merengek kepada bapak agar dibelikan. Saya bersyukur masih memiliki teman yang mau berbagi sepeda sewaktu saya kecil dulu.

Beberapa hari yang lalu, anak tetangga sekitaran rumah lagi musim bersepeda dan ponakan saya juga membeli sepeda baru. Sebelumnya, ponakan saya ini sakit berhari-hari, dan karena kesembuhannya, sepupu saya membelikan sepeda baru kepada anaknya karena sudah menjanjikannya disaat anaknya masih sakit.

Melihat Naila yang tidak mempunyai sepeda sendiri, saya teringat kisah masa lalu saya. Saya mengerti bagaimana irinya dia dengan keadaan seperti itu. Disaat semua temannya memacu sepedanya saat bermain, Naila harus lari dibelakang sepeda untuk mengikuti teman-temannya.


Besok tanggal 23 oktober adalah hari ulang tahun Naila yang ke-empat. Rencananya, saya dan suami hanya ingin mengajaknya pergi ke taman bermain di Taman dayu dan membeli makanan dan minuman disana. Juga saya menyiapkan kado kecil berupa kotak pensil beserta krayon untuk keperluan sekolahnya juga.
Baca Liburan ke Waterpark Taman Dayu Ciputra
Tapi setelah melihat Naila bermain dengan teman-temannya yang menaiki sepeda, saya mulai berpikir kembali untuk menghadiahi semacam itu. Saya tahu bahwa Naila sangat menginginkan sepeda seperti teman-temannya walaupun dia tidak mengatakannya kepada saya.

Senin kemarin saya membicarakan kepada suami saya tentang hal tersebut, biarlah kita merogoh simpanan uang lebih dalam asal anak kita bahagia, begitu yang saya ucapkan kepada suami saya.

Alhamdulillah suami saya menyetujui hal tersebut, kita mulai mengambil uang tabungan dan hari selasa membeli sepeda itu disaat Naila masih berada disekolah. Saya begitu senang melihat senyum naila begitu berbunga-bunga. Dia langsung memakainya dan bermain dengan teman-temannya. Waktu sorepun dia kembali menaiki sepedanya selepas pulang mengaji di madrasah dekat rumah, bahkan setelah maghribpun dia kembali menaiki sepedanya.

Naila memakai sepeda barunya
Saya memaklumi kejadian seperti itu, karena dia baru mempunyai sepeda baru lagi setelah setahun lalu sepeda kecilnya rusak. Sepedanya kali ini juga sedikit lebih besar dan rodanya juga lebih banyak dari pada sepeda dengan tiga rodanya dulu.
Baca Hadiah ulang tahun Anniversary ke-4
Yang jelas, Selamat ulang tahun Naila, semoga engkau sehat selalu anakku, dan semoga di tahun ke-empat ini, engkau selalu jadi anak yang membanggakan dan menjadi wanita sholihah, berbakti kepada kedua orang tua nanti. Aamiin.


Pandaan 18 Oktober 2017
Dewi’Na Irawan

Sepeda Baru Untuk Naila Di Tahun ke-4