Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Menulis Artikel Blog Bagi Seorang Ibu Rumah Tangga

Untuk bisa menulis dengan baik, kita juga harus bisa mengatur waktu dengan baik. Mengatur agar waktu untuk kerjaan nyata dan konsistensi menulis tidak saling mengganggu. Yang jelas kita sebagai Ibu rumah tangga, pasti akan memprioritaskan urusan keluarga dari pada yang lain.

Sebagai emak-emak yang sibuk mengurusi keluarga, terkadang kita merasa tidak mempunyai waktu untuk sekedar menulis. Belum sempat hidupin laptop, anak yang kecil nangis atau terbangun dari tidurnya, juga mau mencoba mengetik di gadget, eh belum kelar nulis judul, udah di ambil sama anak yang besar.
Waktu yang tepat untuk menulis bagi bloger pemula apalagi seorang ibu ibu

Yah begitulah dilema para emak-emak yang baru menggeluti dunia blogging. Memang tidak mudah menyiasati waktu, tapi bukan tidak mungkin. Pasti ada waktu dimana kita bisa berkosentrasi penuh dalam menulis sebuah konten untuk di posting di blog.

Intinya ada kemauan dan berusaha untuk menulis, sembari mencuri-curi waktu untuk bisa menulis walau hanya satu paragraf saja.

Kalau saya sendiri, ada waktu-waktu yang biasanya longgar untuk bisa menulis. Walau hanya bisa beberapa kata yang tertulis, yang penting kita berusaha untuk menyelesaikannya sedikit demi sedikit hingga selesai.
Baca juga : Apa Tujuan Anda Menulis Di Blog Dan Apa Keuntungannya Bagi Anda Terutama Anda seorang Ibu Rumah Tangga?

Berikut saya deskripsikan Waktu yang tepat untuk menulis sesuai pengalaman saya.

Menulis Kala Terbangun Tengah Malam

Tengah malam adalah waktu yang tepat untuk mengexplore ide-ide saat menulis
Terjaga saat tengah malam, entah itu karena alarm Handphone atau karena terjaga sendiri adalah sebuah keberuntungan buat Anda, apalagi kalau Anda seorang penulis di blog. Karena waktu seperti ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mencari ide dan mengembangkan ide yang sudah terpikirkan oleh kita.

Heningnya malam membuat kita lebih rileks untuk bisa memunculkan ide-ide cemerlang di otak kita. Di tengah malam juga tidak ada isengnya anak atau kerjaan lain yang mengganggu konsentrasi kita dalam menulis.

Kebanyakan artikel yang saya tulis, saya lakukan saat terbangun di pagi buta, dengan mata yang sedikit ngantuk, saya paksakan untuk mengetik sesuatu dari Handphone saya menjadi artikel yang siap posting di blog.

Membiasakan Menulis Saat Lagi Nongkrong di Cafe Sendirian

Sebenarnya jarang juga saya mengetik saat seperti ini, bukan karena tidak ada inspirasi di cafe atau kedai kopi, cuma saya memang jarang pergi ke cafe atau kedai kopi, dikarenakan ada kesibukan dirumah yang tak mengizinkan untuk pergi ke cafe.

Juga dengan adanya anak-anak di rumah, tak mungkin juga saya pergi ke cafe sementara anak-anak saya masih membutuhkan perhatian saya. Yang pasti, jika memang saya harus ke cafe mungkin anak saya juga akan ikut bersama saya.

Sewaktu masih single dulu, saya masih sering pergi ke cafe atau sekedar hangout bersama teman-teman untuk mencicipi segelas kopi. Dengan suasana yang sedikit lebih tenang terkadang ada alunan musik yang menenangkan hati, ide-ide brilian terkadang muncul saat hati dan pikiran kita sedang rileks,

Entah itu ide tentang kata romantis, atau dari curhatan teman berubah menjadi artikel yang bermanfaat, bukan curhatannya yang saya tulis, tapi lebih kepada pembelajaran dri apa yang saya pelajari dari pengalaman teman itu.

Menulis Saat Free Time Dirumah

Kadang saat tengah hari, ketika kerjaan rumah sudah beres, ditambah anak-anak sudah pada tidur siang, saat itulah waktu yang tepat untuk mencari ide judul posting atau merangkai kata untuk di tulis di sebuah kertas ataupun aplikasi notepad di gadget.

Waktu seperti itu memang jarang terjadi, dan saat hal tersebut terjadi, mengapa kita tidak memanfaatkan sebaik-baiknya?

Menulis itu tidak hanya tentang niat dan kemauan keras untuk menulis saja, juga tentang cara kita mengatur waktu dan mencari sela untuk bisa menulis. Karena tidak gampang bagi kita, terutama emak-emak yang selalu sibuk mengurusi anak dan rumah, untuk sekedar meluangkan waktu untuk menulis.

Menulis Saat Berada Dalam Kendaraan Umum

Saat masih kuliah dulu, saya sering memakai jasa angkutan umum seperti bus untuk pergi ke kuliahan. Selama di dalam bus, selain hanya diam melihat-lihat jalanan dari jendela kaca samping, paling ya tidur. Seandainya waktu kuliah dulu saya sudah terjun di dunia blogging, mungkin sudah banyak artikel yang saya posting di sini. Kan dari pada bengong nunggu kapan kita turun, mending di manfaatin buat nulis toh?

Sayang, sekarang sudah jarang sekali saya memakai jasa angkutan umum, secara saya sudah lulus kuliah, juga sudah jarang pergi jalan-jalan mengunakan kendaraan umum.

Jadi, jika Anda adalah seorang blogger, dan Anda sering sekali memakai jasa angkutan umum, saya sarankan waktu menunggu tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk menulis.

Menulis Saat Senggang Sebelum Tidur

Seperti halnya saat terbangun tengah malam, ketika sedang menidurkan anak-anak, kita masih belum ngantuk sementara anak sudah melayang jauh ke alam mimpinya, sesekali saya menulis saat seperti itu.

Memang waktu seperti itu terkadang ide jarang keluar, mungkin karena rasa letih dan lelah bekerja seharian. Tapi berusaha untuk memikirkan sesuatu dan pada akhirnya kita akan mendapatkan hasil dari buah pikir kita. Walaupun itu hanya judul atau ide pokoknya saja, se-enggaknya kita sudah mempunyai gambaran apa yang akan kita tulis selanjutnya di lain waktu.

Menulis Saat Menunggu Sesuatu Atau Menunggu Antrian


Menulis bisa membunuh waktu kala sedang menunggu sesuatu

Waiting is Boring things. Menunggu adalah hal yang paling membosankan dan menyebalkan, terutama kalau kita sudah mati gaya dan tidak tau harus berbuat apa.

Tapi jika kita seorang blogger, tentunya menunggu bukan suatu yang menyebalkan, karena di balik menunggu ada satu atau dua postingan menanti untuk kita tuliskan.
Antrian panjang menunggu sebuah panggilan di Bank, ternyata tak begitu menyeramkan saat kita bisa memanfaatkannya.

Tapi berbeda jika kita menunggu sebuah kepastian cinta, rasanya pasti tidak mengenakkan walau kita juga tetap bisa menuliskan rasa galau itu kedalam sebuah puisi. Walaupun puisi sudah tersirat indah, rasa galaupun tak akan sirna begitu saja, hingga yang memberi kepastian menunjukkan jalan yang bahagia.

*** 

Sekian Tip menulis dari saya, jika saya menemukan hal baru tentang waktu yang tepat untuk menulis lagi, InsyaAllah saya akan update kembali artikel ini. Semoga artikel ini bisa membantu para pembaca, terutama


Pdn.17 Desember 2016
Dewi Na Irawan

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Menulis Artikel Blog Bagi Seorang Ibu Rumah Tangga