Aku Tak Pernah Mau Menjadi Seperti Bunga Yang Indah Tapi Murahan

Wanita identik dengan bunga, Bunga memang melambangkan kecantikan, dengan warna yang begitu indah dan menggoda.

Wanita juga sangat menyukai bunga, entah itu bunga tumbuhan maupun bunga simpanan di Bank. Keduanya mempunyai daya tarik yang luar biasa dan menimbulkan rasa senang pada diri setiap wanita.



Aku Tak Pernah Mau Menjadi Seperti Bunga Yang Indah Tapi Murahan

Jadi tak heran ketika seorang wanita mendapatkan hadiah berupa bunga, entah itu bunga nyata atau bunga bank. Hati wanita akan luluh karena itu.

Tapi, saya tak pernah mau menjadi seperti bunga, bahkan tak mau kalau di ibaratkan seperti bunga walaupun itu terlihat anggun dan indah.

Banyak alasan kenapa saya menolak ketika wanita di samakan seperti bunga, berikut ini adalah alasan mengapa saya tak mau disamakan dengan bunga

Sebut Saja Bunga

Inilah salah satu alasan yang membuat saya enggan tuk disamakan dengan bunga. Banyak perumpamaan di media dan di berita-berita tentang kata “Sebut saja Bunga”.

Sungguh, kata “bunga” itu lebih menjurus ke sebuah wanita yang kondisinya teraniaya, wanita nakal, wanita simpanan dan typikal wanita yang tidak baik menurut saya.

Jadi ogah aja, ketika saya harus disamakan dengan Bunga atau wanita seperti itu.

Bunga Yang Dikerumuni Kumbang

Bunga yang tidak pernah menolak setiap kumbang datang untuk menikmatinya.

Kenapa saya mengatakan demikian?

Karena memang terjalin simbiosis mutualisme antara kumbang dengan bunga, Kumbang selalu menikmati sari pati bunga dengan leluasa dan tanpa perlawanan sedikitpun, sedangkan bunga mendapatkan cara untuk berkembang biak lewat penyebaran benih dari si kumbang.

Selayaknya wanita pelacur, yang membiarkan lelaki menyentuh dan menikmati setiap lekuk tubuh. Dan si wanita mendapatkan uang atau perasaan senang.

Karena alasan ini, saya tak mau di ibaratkan menjadi bunga yang selalu dinikmati si kumbang tanpa penolakan.

Bukankah ironi di zaman sekarang seperti itu, banyak wanita yang mau terikat sebuah hubungan tanpa status, seperti pacaran. Mereka rela si lelaki menyentuh dan menikmati setiap lekuk tubuh indah si wanita. Jujur, saya tak ingin disamakan dengan Bunga seperti itu

Bunga Untuk Berduka

Selain untuk hadiah event bahagia, Bunga juga untuk hadiah saat berduka. Setiap kematian, selalu ada hiasan bunga yang dikirim untuk menghormati orang yang meninggal.

Saya tak ingin di ibaratkan menjadi bunga pembawa duka, Saya ingin menjadikan sekitar saya berbahagia atas kehadiran saya. Bukan malah berduka saat saya hadir didalamnya.

Seharusnya…

Wanita itu harus Seindah Dan Semahal Mutiara

Begitu indah dengan kilaunya, begitu mengoda dan begitu berharga.

Wanita itu terlahir cantik, baik dari parasnya, lembut hatinya dan perasaannya. Wanita juga mahluk paling menggoda didunia, banyak raja takluk dengan kecantikan istrinya.

Dan Wanita adalah makhluk yang berharga, Lelaki harus mau membeli dengan cinta dan mahar untuk bisa memilikinya. Wanita juga tempat manusia untuk bisa berkembang dan mendapat keturunan.

Jadi bukan sekedar wanita yang bisa di sentuh dan di nikmati secara gratis dalam sebuah hubungan tanpa status kejelasan.

Wanita Harus Terjaga Layaknya Mutiara

Wanita itu harusnya selayak mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya, untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya.

Tersembunyi, tetapi sangat berharga…

Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Selayaknya wanita yang berharga, Yang selalu menjaga kecantikannya dengan bersembunyi di tabir penutup auratnya. Menunggu dengan sabar sosok lelaki yang mau berusaha menemukannya dan berusaha mati-matian untuk bisa memilikinya.

Jadi, maukah anda (seorang wanita) di ibaratkan dengan sekunt
um bunga?

Pikirkan sekali lagi...



Pandaan 29 September 2017
Dewi'Na Irawan

Aku Tak Pernah Mau Menjadi Seperti Bunga Yang Indah Tapi Murahan