Tuesday, 6 February 2018

Bukan Tentang Bakat! Tapi Kemauan Untuk Terus Belajar

Setiap manusia pada dasarnya mempunyai keunikan sendiri-sendiri, memiliki khas yang menarik dan mempunyai keistimewaan yang berbeda-beda. Diciptakannya manusia tentu lengkap dengan kelebihannya agar supaya dia lebih bersyukur, dan kekurangannya supaya senantiasa berusaha dan menghindari takabur.

Bukan Tentang Bakat! Tapi Kemauan Untuk Terus Belajar

Seringkali saya sering mendengar orang mengatakan bahwa kegagalan seseorang adalah hasil dari pribadi yang tidak berbakat. Padahal, bakat itu sendiri sudah ada dalam diri, hanya mungkin, termasuk dalam kategori yang tidak kuat, sehingga, perlu dikuatkan keberadaannya dengan usaha yang gigih dan proses yang keras.

Sebagai contoh, saya punya seorang teman yang begitu kreatif membuat video menarik dan banyak yang menyukai karya-karyanya. Dia begitu lihai dan penuh imajinasi dalam membuat ide dan tema video tersebut, seolah dia punya kekuatan sihir yang mampu menjadikan gambar dan video yang sederhana menjadi hal yang luar biasa dan begitu indah.

Berbakat? Tentu!

Tidak bisa dipungkiri hal tesebut adalah bakat, karena pada dasarnya dia tidak pernah bersekolah dengan jurusan computer ataupun multimedia. Namun, yang seringkali luput dari pandangan adalah bagaimana dia berusaha menemukan bakatnya dan mengasahnya hingga seperti sekarang.
Baca juga   Kenikmatan yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang
Teman saya ini bergelut dalam dunia IT, padahal basic pendidikannya adalah IPA. Saya sendiri bersekolah di sekolah ternama akan program IT-nya, dan sedikit banyak mempelajari dunia IT lebih lama sebelum teman saya. Tapi sekarang, dia justru melampaui apa yang saya kuasai.
Kira-kira bagaimana bisa terjadi hal seperti itu?

Secara latar belakang, tentu saya seharusnya lebih unggul, mengingat 3 tahun saya habiskan dengan hasil selembar kertas yang diakui oleh Negara (Ijazah). Juga saya sempat belajar pula saat kuliah meskipun hanya 2 semester tentang design dan perangkat multimedia. Lantas bagaimana dia bisa jauh melampaui kemampuan saya?

Apakah dia jauh lebih berbakat dari saya?

Ternyata bukan karena itu!

Ketika saya mencari tahu, ternyata teman saya itu, rela tidak tidur semalaman demi mempelajari apa yang ingin dia ketahui dan ingin dia kuasai. Sedangkan saya hanya mengandalkan kemampuan yang saya dapat dari sekolah saja, tanpa pernah mempelajari lebih lanjut.

Hasilnya? jelas sekali dia yang jauh mengungguli saya.

Allah Maha adil. Tidak ada pencapaian besar yang dihasilkan tanpa usaha maksimal. Kalaupun usaha kita yang maksimal tidak mampu menyaingi hasil mereka yang terlahir dengan bakat yang besar, yakini saja bahwa setiap usaha pasti bernilai pahala.
Baca juga   Tidak ada kerugian disaat melakukan kebaikan
Bakat bukan tentang kita lahir dari rahim seorang yang berbakat akan suatu hal dan kita dapat mewarisinya secara otomatis. Seperti penyanyi berbakat melahirkan anak yang juga berbakat menyanyi atau seorang atlet tenis berbakat juga akan melahirkan atlet yang berbakat pula.

Tidak mesti begitu, meski memang kemungkinan seperti itu bukan perihal yang asing. Tapi yang harus kita yakini bahwa bakat dapat terbentuk pula dari proses belajar dan usaha yang keras dalam terus menggali potensi dalam diri.

Sama halnya dengan menulis di blog, bukan tentang bakat agar supaya tulisan kita disukai oleh para pembaca. Bahkan banyak penulis blogger terkenal yang pada awalnya juga tidak begitu disukai oleh pembaca saat awal-awal menulis.

Tapi setelah beberapa tahun dia menjaga konsisten menulis, akhirnya kualitas menulisnya berkembang, dari gaya bahasanya, dari ide artikelnya, dan bagaimana si penulis bisa membawa dan menguasai emosi pembacanya.

Jadi, jangan menyerah karena pernah gagal dan merasa tidak berbakat dalam beberapa hal. Bakat bisa ditemukan dan dilatih dengan usaha dan kemauan yang keras. InsyaAllah tidak ada usaha yang sia-sia.


Pandaan 06 Februari 2018
Dewi'Na Irawan

Peridiri
Perihal Diri Updated at: 07:22:00
Share this article :

1 komentar:

  1. Benar. Bakat tinggi kalau tidak dilatih hanya akan menjadi sia-sia. Bahkan bisa kalah dengan yang tidak berbakat tetapi mau bekerja keras.

    ReplyDelete

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger