Thursday, 18 January 2018

Menurut Kalian, Arti Dewasa Itu Seperti Apa?

Saya sering mendengar dari pembicaraan orang bahwa tingkat kedewasaan seseorang itu terlihat dari tingkah lakunya. Dewasa tak selalu di ikuti oleh pertumbuhan usia.

Secara hukum yang berlaku di Indonesia memang seseorang dikatakan dewasa kalau sudah lulus sekolah menengah, karena di Negara Indonesia ini, seseorang yang sudah lulus sekolah berhak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan berhak mengutarakan suaranya di pemungutan suara seperti pemilu.

Arti dewasa yang sebenarnya

Namun, jika dilihat dari sudut pengertian ‘DEWASA’ itu sendiri, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dewasa adalah mencapai usia akil baligh, yaitu bukan anak-anak ataupun remaja lagi.

Sedangkan menurut islam, seseorang baik perempuan maupun laki-laki dikatakan dewasa atau baligh apabila seseorang tersebut sudah mengalami haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki. Tentu saja masa seseorang untuk mencapai akil baligh, berbeda satu dengan lainnya.

Dewasa berarti matang. Baik matang secara biologis, maupun secara psikis.Sehingga bisa dikatakan tidak perlu menunggu tua untuk menjadi dewasa, karena kedewasaan tidak selalu beriringan dengan bertambahnya usia.
Tua itu pasti, dewasa itu pilihan!
Bagi saya pribadi, dewasa adalah orang yang telah mampu memilih dan memilah serta mengkategorikan mana yang perintah dan mana yang larangan Allah Subhanahu Wata'ala. Ia telah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya.

Terkadang apa yang menurut kita baik belum tentu menurut orang lain itu baik juga, apa yang kita yakini sudah dewasa belum tentu juga menurut orang lain itu dewasa. Dan pengertian dewasa seperti itu sangat relatif tergantung sudut pandang masing-masing orang.
Baca juga   Disaat dirimu mengutuk dunia dan merasa dunia ini tak adil
Memang tidak mudah untuk menjadi dewasa, ada masa transisi yang panjang, perlu ilmu, ada latihan, dan sebagainya. Seperti kata-kata inspirasi yang saya temukan disalah satu status di media sosial :
"Ada banyak cara menjadi dewasa, kadang begitu mudah semudah membaca buku dan menemukan kearifan di tiap lembarnya. Bahkan ada yang lebih mudah, seperti bercermin pada setiap kejadian yang terjadi pada orang lain."

"Tapi tidak jarang, kita harus menempuh jalan yang begitu berat untuk menjadi dewasa dan sadar. Kita mesti melewati sungai fitnah yang deras, harus membelah rimba cobaan dengan kerja dan sabar, bahkan kita harus penuh luka sebelum akhirnya memetik hikmah dan menjadi dewasa. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang gugur di tengah jalan."
Saya semakin teringat sabda Rasulullah tentang sifat Allah SWT, “Sesungguhnya Allah SWT adalah yang Maha Pencemburunya.”

Karena itulah, saya juga ingin mengingatkan kembali bahwa sesungguhnya setiap “teguran” yang datang kepada kita bukanlah pertanda bahwa Allah SWT ingin menyengsarakan kita. Tapi mungkin karena kita sudah mulai menjauh dariNya, atau mungkin dengan cara begitu Allah SWT menguji kita untuk menjadi khalifah yang lebih dewasa dari sebelumnya.
Baca juga   Tidak ada kerugian di saat melakukan kebaikan
Dewasa adalah pilihan, maka jalan mana yang akan kita pilih? Berusaha menjadi dewasa seiring putaran masa atau bertahan dalam kekanakan dengan wajah kita yang kian menua?.


Pandaan, 18 Januari 2018
Dewi'Na Irawan

Peridiri
Perihal Diri Updated at: 08:04:00
Share this article :

1 komentar:

  1. Makasih mba, artikelnya jd pengingat buat saya :)

    ReplyDelete

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger