Tuesday, 28 November 2017

Dukung Tumbuh Kembang Anak Dengan Cerdik Bersama So Good

Saya seorang ibu dengan dua anak yang cantik dan aktif. Anak pertama saya bernama Naila dan adiknya bernama Nisa. Saat ini, anak pertama saya berumur 4 tahun lebih 1bulan dan adiknya berumur 1,5 tahun.

Naila sudah menginjak sekolah taman kanak-kanak (TK A) diumurnya belum genap 4 tahun. Memang terlalu muda untuk langsung memasukkan ke Taman kanak-kanak, karena seumuran dengan anak saya banyak yang masih belum bersekolah dan ada juga yang sekolah PAUD terlebih dahulu.

Saya memang sengaja langsung menyekolahkannya ke TK dari pada ke PAUD terlebih dahulu. Menurut saya, anak pertama saya ini sedikit special dan saya yakin dia mampu untuk langsung ke jenjang Taman Kanak-kanak di usianya masih belum genap 4 tahun.

Alasannya, anak pertama saya ini cukup aktif. Dia mampu berkomunikasi dan berteman dengan baik, bahkan teman-temannya kebanyakan lebih besar darinya.

Sebagai orang tua, saya selalu mengusahakan yang terbaik untuk tumbuh kembang sang buah hati. Sejak dari bayi, saya sudah memberikan ASI eksklusif untuk anak saya. Saya juga rela meninggalkan pekerjaan saya untuk bisa merawat dan mengawasi tumbuh kembang sang buah hati sepenuhnya.

Banyak hal yang bisa saya lakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak, karena saya menyadari bahwa penting sekali mengawasi dan membimbing anak diusia belia seperti itu. Langkah-langkah yang saya ambil untuk mendukung tumbuh kembang sang anak antara lain:

#1. Memberikan Asupan Gizi Yang Seimbang

Selain memberikan asupan ASI selama lebih dari 1 tahun, saya juga mendukung tumbuh kembang anak dengan susu fomula yang baik menurut saya. Saya juga memberikan asupan gizi berupa makanan yang sehat dan seimbang.

Kebanyakan anak kecil, sangat susah untuk makan, terlebih lagi, mereka sering makan makanan yang mereka sukai saja. Saya juga mengalami hal serupa pada anak saya, tapi bukan berarti saya menyerah begitu saja untuk memberikan makanan sesuai porsi yang sehat tiap harinya.

Saya mengakalinya dengan ikut bermain bersamanya. Sambil bermain, saya menyuapi mereka dengan sabar. Meskipun yang mereka makan tidak terlalu banyak, tapi saya selalu mengusahakan mereka untuk makan tiga kali sehari meskipun porsinya tidak terlalu banyak.

Dengan cara itu, Anak saya sudah terbiasa makan secara teratur dan mengkomsumsi baik sayur, ikan, daging dan buah-buahan tanpa pilih-pilih lagi.

#2. Mengenalkan dan Mengajarkan Pendidikan Dasar Sejak Dini

Car free day pandaan

Sebenarnya, sejak dalam kandunganpun saya sudah mengajaknya berbicara, dari memujinya, membacakan sholawat dan ayat Alqur’an kepadanya. Di masa kehamilan yang kedua juga sama, bahkan kakaknya juga ikutan berbicara kepada adiknya yang masih dalam kandungan.

Disaat umur anak saya 5 bulan, saya mengajarkan cara berbicara. Dari memanggil “mama”dan “ayah”, juga mengenalkan kepada keluarga lainnya. Saya juga mengenalkan dan menirukan suara binatang untuk menstimulasi otaknya untuk mengenal benda-benda disekitarnya.

Anak saya yang pertama sudah bisa jalan di umurnya yang belum genap 11 bulan, dan bisa mengerti dan menirukan suara orang di usia 1 tahun. Berbeda dengan anak kedua saya, yang justru lebih banyak bicara disaat masih berumur 9 bulan dan baru bisa berjalan di umurnya tepat 1 tahun lebih satu bulan.

Memang setiap anak tingkat aktifnya berbeda-beda, ada yang bisa berjalan di umur 10 bulan, ada juga yang bisa berjalan setelah 1,5 tahun. Ada yang bisa bicara dan memahami ucapan orang lain di umur belum genap satu tahun, ada juga yang butuh waktu lebih lama dari itu.

Apapun itu, tugas orang tua adalah mengajarkan pendidikan dasar sejak dini untuk anaknya.

#3. Mengajak Untuk Bersosialisasi Sesamanya

Menurut saya, mengajak anak untuk bersosialisasi dengan sesamanya itu sangat penting sekali. Selain dengan bersosialisasi kita mengajarkan anak untuk bisa berteman dengan orang lain. Juga dengan bersosialisasi, anak akan belajar banyak hal.

Misalnya belajar bicara, Dengan bersosialisasi, anak akan menambah kosakata dari cara berbicara yang mereka tiru dari anak lain. Ataupun dengan aktivitas lainnya seperti melompat, memanjat, duduk dan sebagainya.

Anak saya juga belajar banyak dari sosialisasinya dengan anak tetangga, dari bisa bernyanyi, menari bahkan dia bisa bercerita kepada saya tentang apa yang dia alami saat bermain dengan temannya.

#4. Membiasakan Sang Anak Dengan Aturan Dan Kebebasan

Saya termasuk orang tua yang membebaskan anaknya untuk bermain sesukanya, tapi tetap dengan rule yang sudah saya buat. Seperti boleh main bersepeda, asal tidak ke jalan besar meskipun cuacanya cukup terik. Saya membolehkan untuk bermain disore hari, asal disaat adzan maghrib berkumandang harus pulang.

Tentu untuk membiasakan hal seperti itu tidak lah mudah, dan butuh sekali pengawasan yang intensif agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan. Saat pertama bersepeda, saya sudah mengatakan rule tersebut kepada anak, tapi tetap saya mengawasinya dari jauh. Begitupun saat bermain sore hari, terkadang saya juga harus menjemput dia untuk pulang saat maghrib.

Dengan cara memberikan rule dan kebebasan yang seimbang, selain bisa meningkatkan potensi anak, juga akan membangun kepercayaan anak kepada orang tua.

#5. Liburan Ke Wisata Yang Menyenangkan Dan Edukatif

Taman dayu pandaan

Setiap satu minggu sekali ataupun dua minggu sekali, saya selalu mengajak anak untuk pergi jalan-jalan ke tempat wisata. Tidak jauh-jauh dan juga tidak terlalu banyak pengeluaran juga, yang penting anak bisa senang dan saya juga bisa ikut refreshing juga.

Saya lebih suka memilih wisata atau liburan yang lebih aman, nyaman dikantong dan edukatif buat anak-anak. Semisal tempat out bond, pusat perbelanjaan yang terdapat permainannya, waterpark ataupun car free day.

Dan terkadang kalau tidak ada budget, saya mengajak anak untuk pergi ke rumah sanak saudara. Selain refreshing, kita juga bisa mengajarkan anak untuk menjaga silaturokhim dengan saudara-saudaranya.

#6. Mengarahkan Dan Mendukung Potensi Yang Dimiliki Anak

Tugas orang tua selain merawat dan memberikan yang terbaik untuk sang buah hati adalah ikut serta dalam mencari dan mendukung potensi yang dimiliki anak.

Sebagai orang tua, kita harus tau apa yang disukai anak, seperti tentang makanan kesukaannya misalnya. Kebanyakan anak pasti akan menyukai “permen”, “snack”,“cokelat” dan “mainan”. Tentu itu hal wajar jika seorang anak menyukai makanan seperti itu.

Tapi bukan berarti kita sebagai orang tua harus menuruti apapun kesukaan mereka, pun juga kita dengan sengaja melarang mereka untuk menkomsumsi makanan tersebut, dengan alasan tidak baik bagi anak. Kita harus paham bagaimana mengakali hal tersebut dengan cara yang CERDIK.

taman dayu pandaan

Dalam pengalaman saya, saya tetap membiarkan mereka mengkomsumsi makanan snack, permen, dan cokelat dalam batasan yang saya tentukan. Saya akan memilih dan memilah snack, permen maupun cokelat yang ingin saya berikan kepada anak saya.

Banyak para tentangga mencemaskan tentang perlakuan saya dengan memberikan makanan tersebut kepada anak yang masih sangat kecil. Tapi bagi saya, kalaupun dilarang, anak justru akan merasa penasaran untuk mengkomsumsi makanan tersebut.

Dan pengalaman saya, banyak anak yang masih kecil dilarang mengkomsumsi snack, permen dan cokelat. Disaat dia sudah tumbuh sedikit lebih besar. Makanan tersebut justru menjadi favorit tiap harinya, dan tentu untuk melarangnya pun akan lebih susah.

Begitu juga dengan potensi anak semisal hobi dan aktivitas lainnya. Tentu dengan memahami hobi dan aktifitasnya, akan menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dan juga sebagai sarana mengasah kemampuan dan kecerdasan otaknya.

Bagaimana kalau hobi seorang anak adalah bermain game di gadget?

Di era toknologi seperti sekarang, sudah tidak dipungkiri lagi bahwa kebutuhan akan teknologi sudah sangat vital dalam kehidupan sehari-hari.

Sewaktu dulu, orang memasak dengan menggunakan kayu bakar, sekarang jauh lebih cepat dengan adanya rice cooker ataupun menggunakan kompor gas. Dulu butuh beberapa hari untuk mengirimkan kabar melalui surat, sekarang hanya butuh beberapa detik pesan sudah diterima, bahkan bisa bicara secara langsung meskipun terpisah oleh samudra.

Jadi jika anak bermain dengan gadget adalah hal yang wajar menurut saya karena selain mengenalkan anak dengan teknologi agar tidak gaptek (gagap teknologi), anak juga dapat bermain sambil belajar dengan aplikasi-aplikasi edukatif melalui gadget.

Tentu dalam penggunaan gadget ini kita sebagai orang tua harus tetap mengawasi dan membatasi dalam penggunaannya. Misalkan seperti yang saya terapkan kepada anak saya, dengan menerapkan kebebasan mengunakan gadget dengan ketentuan yang sudah saya buat.

Saya memberi ketentuan anak saya boleh bermain dengan gadget hanya pada hari libur sekolah saja. Jika anak saya tetap memaksa ingin bermain dengan gadgetnya, saya tetap mengizinkannya asal tidak lebih dari 30 menit.

Saya pun tak lupa mematikan koneksi internet di gadget, karena kebiasaan anak saya adalah menonton video di youtube.

Tentu saya mengakalinya dengan mendownload video kesukaan anak saya terlebih dahulu. Selain bisa menghemat kuota internet saya, juga video yang di download bisa dinikmati walau dalam keadaan offline (koneksi internet terputus).

Aplikasi SO Good Cerdik Solusi Mendidik Anak Zaman Now

sogood cerdik

Mendidik anak zaman generasi sekarang tidak bisa disamakan dengan anak zaman generasi sebelumnya. Kita tidak bisa memisahkan dan melarang masuknya teknologi kedalam keluarga kita, terutama anak-anak.

Karena dengan larangan maupun tidak, cepat atau lambat, perkembangan teknologi pasti akan membuat anak-anak tertarik untuk masuk didalamnya. Kita harus peka dengan perkembangan tersebut. Melarang perkembangan teknologi pada anak bukan sebuah solusi yang tepat untuk saat ini.

Kita harus paham bahwa teknologi memiliki dampak positif dan negatif dalam penggunaanya. Selama kita mengawasi pengunaan teknologi secara positif pada anak, seperti mengarahkan penggunaan aplikasi yang edukatif, ataupun membatasi pemakaian gadget pada anak.

Sewaktu kecil dulu, kita sering diceritakan sebuah dongeng oleh orang tua kita maupun guru-guru kita. Dongeng yang merupakan metode pembelajaran yang mengasyikkan bagi anak, sehingga anak dapat belajar dengan suasana kondusif dan lebih cepat dalam menyerap pesan moral dalam cerita.

Kini So Good cerdik hadir dengan aplikasi cerita dongeng yang dikemas menarik dan inovatif.

Apa itu Aplikasi So Good Cerdik?

Sebuah aplikasi keren dari So Good berupa cerita dongeng anak-anak yang dikemas sangat inovatif dan kreatif dengan mengunakan teknologi Augmented Reality (AR).

Menurut wikipedia, Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan benda-benda maya dan benda-benda nyata kedalam sebuah lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata.
Aplikasi So good cerdik


Bagaimana Cara Memainkannya?

Cara mainnya ada dua, pertama kita harus menginstall aplikasinya di playstore. Kedua, kita harus membeli produk So good kemasan 400 gram.

Mengapa harus membeli produk so good dulu?

Yah karena aplikasi bernama CERDIK alias Cerita Digital Interaktif yang mengunakan teknologi Augmented Reality ini harus mempunyai marker atau semacam QR Kode untuk dibaca oleh aplikasi Android. Nantinya data dari marker tadi di cocokan dengan database di aplikasi tersebut, jika data cocok, maka visual dari database bisa ditampilkan secara nyata melalui aplikasi Android.

Jadi, disaat kita membeli produk So good kemasan 400 gram (Nugget, Stick, Bakso, Seafood dan lain-lain) kita akan mendapat hadiah berupa kartu So Good Cerdik, kartu inilah yang berfungsi sebagai marker atau QR kode.

Cara memainkan aplikasi So Good Cerdik ini hanya cukup dengan mengarahkan kamera pada aplikasi So good cerdik ke kartu tersebut. Gambar yang tadinya dua dimensi dikartu, berubah menjadi visual animasi yang menarik di layar Android.

Anak saya sangat suka dengan aplikasi ini, selain bisa mendengarkan dongeng dari aplikasi ini, juga visual dongeng yang bisa di putar-putar 360 derajat, menambah daya tangkap anak terhadap cerita dongeng tersebut lebih terlihat nyata. 

Aplikasi so good cerdik

Aplikasi so good cerdik


Aplikasi So Good Cerdik ini tidak hanya berisi tentang dongeng untuk anak-anak saja, ada fitur tambahan yang sangat cocok bagi ibu-ibu dalam mengembangkan kreasi dan inovasi dalam hal masak-memasak.

Resepnya tidak terlalu sulit dan bisa di aplikasikan menjadi menu favorit yang menarik untuk bekal anak waktu sekolah. Tentu dengan kreasi seperti itu, akan meningkatkan selera makan anak. Anak doyan makan, ibupun jadi senang.

resep so good


Resep so good cerdik


Oh iya, Terdapat 3 seri dalam dongeng ini, ada seri Chika chiko, Lala & sing sing, dan Umbo larage. Kemarin anak saya melihat dongeng Chika Chiko part 1, Dan dia tidak sabar lagi ingin mendapatkan cerita kelanjutannya serta cerita yang lainnya juga.

Begitupun dengan fitur resep di aplikasi, disetiap kita melakukan scan pada satu cerita dongeng, maka fitur resep akan unlock dengan sendirinya. Satu cerita dongeng akan unlock satu part resep yang terdapat dua kreasi resep yang inovatif.



Menarik bukan?

Yuk segera kumpulkan kartu cerita So Good Cerdik dari setiap pembelian So Good Nugget 400gram, dan dapatkan cerita-cerita dongeng menarik untuk jadi permainan edukatif buat sang buah hati.

Perihal Diri
Perihal Diri Updated at: 03:23:00
Share this article :

1 komentar:

 

Perihal Diri Copyright © 2016 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger