Thursday, 26 October 2017

Jika Si Anak Tidak Mau Berbagi? Mungkin Ini Dia Penyebabnya

Mengapa anak tidak mau berbagi? – Sering sekali kita melihat anak sendiri maupun anak tetangga yang enggan membagikan mainannya kepada anak yang lain, entah berbagi mainan ataupun berbagi makanan. Pasti para ibu-ibu berpikir apakah wajar perilaku seperti ini ada pada sang buah hati? apakah akan berdampak hingga dewasa nanti?

Tenang Bunda, Perilaku pelit atau enggan berbagi makanan atau mainan dengan anak tetangga, itu wajar saja. Ini biasa terjadi pada anak-anak usia 2-5 tahun. Karena pada usia ini, ego si kecil mulai tumbuh. Nah kalau dia mau berbagi, itu malah bagus banget, tapi bukan berarti dia tidak normal ya.

Jika Si Anak Tidak Mau Berbagi? Mungkin Ini Dia Penyebabnya

Dan jika anak kita belum mau berbagi tidak usah risau, yang penting jangan dipaksa dan ciptakan momen untuk dia berbagi. Selain itu, faktor lain yang membuat karakter pelit juga bisa terjadi karena pola didik orang tua juga loh?

Bagaimana bisa?

Dalam rapat wali murid yang diselenggarakan di taman kanak-kanak pada tanggal 21 Oktober 2017 hari sabtu kemarin, Perilaku pelit bisa dikarenakan dari meniru atau ajaran orang tuanya ataupun cara dia diperlakukan oleh orang tuanya.

Sebagai contoh, saat anak memegang camilan, dia hendak keluar rumah, dari kejauhan terlihat beberapa teman sebayanya bermain. Pola pikir kita melarang anak untuk keluar karena takut camilan itu habis dimakan teman-temannya ataupun kita berasumsi entar anak kita tidak kebagian banyak saat teman-temannya mulai meminta camilan tersebut.

Nah dari sini kita sudah mengajarkan anak kita untuk pelit, padahal pelajaran sosial seperti itu memungkinkan anak belajar bagaimana bersosialisasi, bagaimana dia harus berbagi. Sebelum dia belajar untuk berbagi, justru kita sebagai orang tua melarang anak untuk melakukan hal demikian, justru kita mengajarkan hal negatif kepada si anak.
Baca juga  Jangan Terlalu Banyak Melarang si Kecil, Biarkan Dia Bereksplorasi
Contoh lain, disaat anak sedang bermain sepeda, kemudian salah satu temannya yang sudah sedikit besar meminjam sepedanya. Dalam hati kita takut sepeda milik anak kita entar malah rusak di pakai anak yang lebih besar dari anak kita. Kemudian kita menasehati agar si anak tidak mengizinkan kalau ada teman yang mau pinjam sepeda tersebut. Nah dari sini juga kita sudah mengajarkan untuk pelit terhadap orang lain.

“Sebenarnya, anak itu sudah ingin belajar berbagi, tapi kebanyakan orang tua yang mengajarinya untuk pelit dan tidak mau berbagi karena ketakutan dan kekhawatiran orang tua itu sendiri”

Nah maka dari itu, kita sebagai orang tua jangan terlalu khawatir bahkan melarang untuk hal-hal yang belum tentu itu terjadi. Sebagai orang tua kita harus pintar-pintar bagaimana mengarahkan anak ke hal yang positif dan terus memotivasi untuk tetap berperilaku baik dan bersosialisasi dengan anak seumurannya.

Lalu bagaimana mengajarkan kepada anak agar mau berbagi sejak dini? Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk mengajarkan anak untuk berbagi kepada sesamanya.

Cara Mengajarkan Anak Untuk Berbagi

Mengajarkan Si Kecil Berbagi Dalam Keluarga

Mengajarkan Si Kecil Berbagi Dalam Keluarga

Mengajarkan berbagi pada anak harus diterapkan terlebih dahulu dalam linkup keluarga. Ada banyak kesempatan yang bisa kita manfaatkan untuk mengajari si Kecil berbagi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari dirumah.

Contohnya, di saat makan bersama keluarga di rumah. Kita dapat mengenalkan si Kecil cara berbagi seperti membagikan lauk dan sayuran pada si Kecil, pada kakak, dan pada ayah. Kita juga bisa menawarkan camilan yang tengah kita makan kepada mereka.

Contoh lain, Disaat anak kita sedang makan sesuatu, cobalah untuk mengetes kepekaan mereka dengan meminta makanan tersebut kepada anak kita, meskipun kita sendiri tidak menginginkan makanan tersebut. Jika si Anak memberi, kita menolaknya dengan mengatakan “udah, adek aja yang makan, mama masih kenyang”.

Ajak Bicara Anak Tentang Dunia Sosialnya Sehari-Hari

Dengan seringnya kita mengajak bicara pada anak, menunjukkan padanya bahwa kita sebagai orang tua tertarik dengan dunianya. Kita pun akan terus mendapat informasi tentang kesehariannya dan membangun kepekaan kita tentang apa yang dialami anak.

Apabila si Kecil masih susah menghilangkan sikapnya yang tidak mau berbagi dengan temannya dan sering sekali ribut saat bermain, kita jangan menyerah dan putus asa untuk terus mengajarinya. Pantau terus anak saat bermain dengan temannya.

Sering sekali kita mendapati anak berebut mainan karena enggan berbagi dengan temannya atau dengana adiknya. Untuk mengatasi hal tersebut, dekati si Kecil dan beritahu ia bahwa kalau mau bermain dengan temannya, harus mau meminjamkan mainannya. Katakan kepadanya, “Adek, kalau main sama temannya di sini, berarti temannya boleh pinjam mainan Adek. Nanti kalau Adek main ke rumah teman, Adek dibolehin pinjam mainan temannya adek.

Seandainya si Kecil tetap tak mau meminjamkan mainannya, Kita bisa menyuruhnya untuk menyimpan mainan favoritnya disuatu tempat dan menaruh mainan yang boleh dipinjam temannya di luar. Selanjutnya berikan penjelasan kepada si Kecil bahwa mainan yang tidak disimpan berarti boleh dipakai bermain bersama saat bermain dengan teman-temannya nanti.
Baca juga  Tidak Ada Anak Kecil Yang Nakal, Hanya Ada orang Tua Yang Kurang Sabar

Jadilah Contoh Dalam Hal Berbagi Dengan Sesama

Orang tua adalah tauladan dan guru pertama bagi buah hati, jadi tidaklah salah kalau sebagian perilaku anak adalah cerminan dari orang tuanya. Dengan cara ini, jadilah orang pertama yang menjadi teladan dalam hal berbagi.

Seperti disaat Bunda sedang makan camilan atau donat, berbagilah kepada si Kecil dengan menawarinya. “Dek, lihat nih mama lagi makan Donat, enak deh. Adek mau nggak?” Lalu potong cokelat tersebut tanpa dia menjawab iya atau tidak kemudian berikan kepadanya.

Tidak hanya itu, ketika kita sedang makan kue bersama Si kecil, lalu tiba-tiba ada teman si Kecil datang ke rumah, beritahu kepada si Kecil untuk menawari temannya kue tersebut. Jika temannya mau, minta si Kecil memberikan sebagian kue yang dimilikinya untuk temannya atau mengambilkan kue baru di dapur. Dengan begitu, lama-kelamaan si kecil akan memahami dan belajar tentang berbagi dengan sendirinya.

Sadari Bahwa Berbagi Itu Sulit, Maka Ciptakanlah Momen Untuk Berbagi Bagi Si Kecil

Sadari Bahwa Berbagi Itu Sulit, Maka Ciptakanlah Momen Untuk Berbagi Bagi Si Kecil

Bagi orang dewasa, berbagi itu bukan hal yang mudah, begitu pun dengan anak. Karena itu bersabarlah. Selalu beri dukungan dan semangat pada si Kecil untuk berbagi serta ciptakanlah moment dimana si Kecil bisa berbagi.

Contoh untuk menciptakan momen bagi anak untuk saling berbagi misalnya saja dengan mengajak teman si anak bermain ke rumah. Kemudian, sediakan kue atau kacang di toples misalnya, lalu minta anak untuk membagikannya ke temanya. Atau ajak temannya itu menggunakan mainan yang dimiliki oleh si Kecil.

Dan hal terpenting lainnya, ketika si Kecil tiidak mau berbagi mainan dengan temannya, jangan memaksa si Kecil untuk meminjamkan mainan tersebut. Karena keinginan berbagi itu bukan karena dipaksa, melainkan sebaiknya memang muncul dari diri sendiri. Kita sebagai orang tua hendaknya menciptakan momennya saja biar si Kecil mau berbagi dengan temannya.
Baca juga  Mengembangkan Potensi Untuk Belajar Dari Hal Yang Disukainya
*****

Mengajarkan anak untuk mau berbagi memang dibutuhkan kepekaan orang tua serta kesabaran untuk selalu mengawasi sang buah hati. Jangan putus asa ketika si Kecil masih belum mau berbagi, Terapkanlah lingkungan yang positif dengan contoh dan tauladan dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Karena faktor terpenting agar anak mau berbagi adalah dari pola asuh orang tua yang baik.


Pandaan 26 Oktober 2017 
Dewi’Na Irawan

Perihal Diri
Perihal Diri Updated at: 07:11:00
Share this article :

4 komentar:

  1. Saya setuju kalau orang tua perlu memberika contoh dari pd sekedar nyuruh tapi sendirinya masih pelit heheeh

    ReplyDelete
  2. Iya, saya pernah dengan memang hal yang wajar bila anak usia 2 tahunan masih punya rasa memiliki yang tinggi.

    ReplyDelete
  3. Kadang saya memasukkan nilai kepada anak melalui dongeng atau bercerita ketika menjelang tidur dan lumayan efektif...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bisa jadi alternatif lain nih..
      Makasih sudah share mbak

      Delete

 

Perihal Diri Copyright © 2016 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger