Tuesday, 24 October 2017

Jangan Terlalu Banyak Melarang si Kecil, Biarkan Dia Bereksplorasi

Jangan Melarang Anak Bermain - Menurut psikolog Ratih Ibrahim bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi yang penting buat anak. Dengan bermain, anak akan mengeksplorasi lingkungan dan mereka belajar dari situ. Seperti ketika memegang kertas misalnya, buat anak itu benda yang asing atau baru dia ketahui. Tapi dengaan memegang, mereka bisa merasakan tekstur kertas, oh ternyata bisa diremas dan dimainkan.

Dampak buruk saat terlalu sering melarang anak bermain

Anak saya Nisa (1,3 tahun) sering sekali naik turun meja sendiri ataupun memanjat dan menaiki sepeda motor yang sedang parkir didalam rumah. Awalnya sering sekali saya melarang anak saya untuk melakukan hal tersebut, tapi hal yang saya lakukan justru sia-sia saja. Nisa malah lebih sering memanjat meja dan sepeda tiap kali dia menemukan kesempatan, semakin dilarang semakin dia sering melakukannya, seakan apa yang dilakukannya memang sengaja untuk menarik perhatian kita.

Akhirnya saya biarkan saja dan tetap saya awasi setiap Nisa melakukan hal tersebut. Mungkin bagi sebagian orang tua sangat heran ketika melihat saya membiarkan anak manjat-manjat dengan sendirinya. Saya paham, mereka pasti akan tidak mengizinkan anaknya melakukan hal semacam itu. Karena bisa jadi hal demikian membuat anak jatuh dan cedera.
Baca  Tidak ada anak yang nakal, hanya ada orang tua yang kurang sabar
Tiga hari yang lalu, Sabtu 21 oktober 2017, kembali di sekolah Taman Kanak-kanak mengadakan rapat wali murid dengan agenda wacana membahas tentang tumbuh kembang sang Anak. Saya menghadiri rapat tersebut dengan ibu-ibu yang lainnya, terlihat dari sekian ibu-ibu yang hadir, saya seakan paling muda dan paling kecil. Hehehe :P

Banyak orang tua cenderung mencemaskan anak-anaknya membuat sebuah kesalahan ataupun hal yang tidak diinginkan, dan saya kira itu wajar. Kita sebagai orang tua memang takut terjadi apa-apa terhadap sang buah hati kita bukan?.

Tapi dengan melarang anak untuk melakukan hal seperti ini, hal seperti itu, jangan begini, jangan begitu, tidak boleh begini, tidak boleh begitu, bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang si Anak, jelas kepala sekolah.

Terlalu banyak melarang anak itu seperti meragukan kemampuan anak, tidak percaya bahwa anak itu bisa, membuat anak merasa tidak mampu dan sebagainya. Jika sudah seperti ini, terlalu banyak melarang anak akan berdampak kepada anak menjadi kurang percaya diri dan penakut.

Saat anak berada pada tahap eksplorasi, izinkan anak untuk melakukan yang dia inginkan. Ada baiknya kita sebagai orang tua menerapkan pola asuh yang “demokratis” artinya kita membebaskan anak melakukan apa saja namun tetap memberikan batasan-batasan yang sudah disepakati.

Seperti contoh Anak boleh main sepeda di dekat-dekat rumah, tapi tidak sampai keluar hingga jalan raya. Anak-anak boleh main hujan-hujanan, tapi tidak lebih dari batasan yang kita berikan. Anak main lari-larian, tapi kita menasehati agar hati-hati tapi bukan melarangnya.

Seperti kasus pada Nisa, saya tidak berusaha melarang dia, tapi dengan catatan saya tetap mengawasi dia. Terkadang ada kasus seperti ini, Disaat orang tua sering sekali melarang dan memarahi anaknya untuk naik tangga, hal semacam itu justru membuat rasa penasaran sang Anak meningkat.

Akibatnya disaat orang tuannya tidak ada, dikesempatan seperti itu dia mencoba untuk naik tangga dan kejadian yang tidak di inginkan terjadi. Seandainya jika orang tua membolehkan anaknya naik tangga dan di awasi, bisa saja pengalaman seperti itu berharga baginya dan membuat sang anak tidak ingin melakukan hal seperti itu lagi.

Manffat tidak melarang anak saat bermain

Dengan mengizinkan anak-anak bereksplorasi dan menghindari kata “jangan” pada anak, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, yaitu:
  • Anak jadi memiliki kesempatan untuk belajar.
  • Anak belajar aturan yang membuat dirinya nyaman dan aman.
  • Anak merasa dirinya bisa dan mampu melakukan beberapa hal.
  • Anak hidup di lingkungan yang positif.
  • Anak menjadi berani menghadapi tantangan.
  • Anak menjadi percaya diri dan mandiri.
Meskipun begitu banyak manfaatnya, bukan berarti sebagai orang tua kita tidak khawatir saat membiarkan anak melakukan hal sesukanya. Kekhawatiran yang terjadi itu wajar, dan sebagai orang tua, sebaiknya kita musti harus pintar-pintar dalam hal ini.
Baca  Mengembangkan potensi anak untuk belajar dari hal yang disukainya
Jika memang hal yang disukanya itu resikonya cukup tinggi seperti lari-larian di komplek yang dekat jalan raya ataupun kesukaan anak itu memanjak sesuatu yang tinggi. Mungkin dengan mengajak ke sebuah taman bermain yang aman, anak tetap bisa eksplorasi kemampuannya dan juga meredakan rasa khawatir kita. di tempat bermain kita bisa lihat anak aktiv bermain disamping itu kita tetap aman tanpa menyampingkan kesenangan sang Anak.

Jadi, yuk dukung setiap tumbuh kembang anak dan biarkan dia ber-explorisasi sesukanya asal tetap dalam pengawasan kita.

Pandaan 14 Oktober 2017
Dewi'Na Irawan

Perihal Diri
Perihal Diri Updated at: 05:30:00
Share this article :

4 komentar:

  1. Banyak melarang anak ga baik ya buat tumbuh kembang anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kita musti hati2 dalam melarang anak-anak kita

      Delete
  2. Aku termasuk tipe orangtua yang asik membebaskan anak2 bereksplorasi. Misal main tanah, hujan-hujanan, gambar2 dll. Ikutan memasak di dapur, memilih pakaian kesukaannya dll. Kalau dilarang2 malah nanti mempersempit keingintahuan dan wawasan anak. Selama itu baik, kita awasi saja dan menasehati sang anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, biasanya kalau anak semakin sering dilarang, maka tingkat penasarannya semakin tinggi..
      takutnnya dia akan melakukan itu disaat tidak ada yang mengawasi,

      Delete

 

Perihal Diri Copyright © 2016 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger