Thursday, 5 October 2017

Arti Cinta Yang Sesungguhnya Itu Menurut Kalian Seperti Apa?

Arti Cinta SejatiApa sebenarnya arti cinta itu? Saya yakin semua orang tentu pernah merasakan cinta. Namun juga banyak dari kita yang sulit untuk mendefinisikan makna cinta yang sesungguhnya.

Kadang saya berfikir bahwa cinta itu tidak bisa didefinisikan, karena Cinta itu bersifat batiniah. Tak seorangpun bisa menebak perasaan seseorang hanya dengan melihat fisiknya saja. Bisa saja semua perkataan tentang cinta yang diungkapkan itu tak selaras dengan hati yang dirasakannya.

Bahkan ketika saya bertanya kepada seseorang tentang arti tentang cinta, kebanyakan dari mereka akan menjawab dengan jawaban yang berbeda satu sama lain. Itu mencerminkan keunikan dari cinta itu sendiri. Setiap orang memiliki pengalaman tersendiri dalam hubungan percintaan. Ketika seseorang memiliki pengalaman tentang cintanya sendiri, dia pun akan menjelaskan arti cinta menurut pengalamannya dan sudut pandangnya sendiri.

Tapi benarkah semua pendapat itu merupakan arti cinta yang sesungguhnya?

Cinta Itu Tidak Bisa Dirumuskan Seperti Pelajaran Matematika

Cinta Itu Tidak Bisa Dirumuskan Seperti Pelajaran Matematika

Cinta itu tentang kemurnian hati, jadi tak mungkin perasaan cinta itu bisa diajarkan dan dirumuskan seperti pelajaran matematika dan fisika. Cinta itu tidak mengenal logika, begitulah kenyataannya. Semua persepsi dan konsep dasar mencari cinta dari berbagai buku ternama, tidak selalu berhasil sesuai ending dari cerita.

Cinta itu muncul dengan sendirinya, biar kata orang cinta juga bisa berawal dari MAK COMBLANG yang mengawalinya, tapi belum tentu orang yang di comblangkan menjadi cinta. Karena cinta itu perihal hati yang memilih, perihal rasa nyaman yang mulai ada dan perihal rasa sayang yang mulai tumbuh dengan sendirinya.

Anda boleh merumuskan dengan memberi bunga dan perhatian kepada seorang wanita, Anda akan mendapatkan hatinya. Tidak segampang itu, cinta bukan perihal Anda memberi dan anda akan menuai hasilnya. Tak selalu perjalanan cinta seperti itu.

Anda juga boleh beranggapan kalau dengan memiliki wajah yang tampan, Anda akan mudah mendapatkan cinta dari seorang wanita. Pada kenyataanya wanita memang suka dengan pria berwajah tampan, tapi tidak sedikit orang yang berwajah tampan sulit juga mendapatkan cinta yang tulus dari seorang wanita.
Baca : Enaknya Membangun Cinta, Bukan Jatuh Dari Cinta
Karena cinta adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa, Anda tidak mungkin bisa merencanakan dan merumuskan cara mudah untuk mendapatkan cinta dari seseorang. Karena cinta yang tulus itu berasal dari hati, dan tak seorangpun bisa menebak isi hati.

Cinta Itu Berasal Dari Hati Yang Terwujud Oleh Tindakan Nyata

Cinta Itu Berasal Dari Hati Yang Terwujut Oleh Tindakan Nyata

Cinta itu perihal rasa, tak seorangpun bisa mendefinisikan tentang rasa, karena semua orang punya pendapat sendiri dengan perasaannya. Cinta itu tidak bisa dilihat dan diraba, cinta hanya bisa dirasa. Seorang akan mengetahui perasaan cinta bukan dari kata cinta yang diungkapkannya, melainkan dari rasa yang telah dirasakannya secara nyata.

Terkadang, Saya pernah berpikir cinta sebenarnya itu berawal dari mana? Pada saat saya menyanyangi kedua orang tua, cinta itu berasal dari kasih sayang mereka kepada kita, hingga akhirnya kita juga membalasnya dengan penuh rasa cinta juga.

Tetapi ketika kita mencoba mencintai pasangan kita, cinta tidak berasal dari kasih sayang pasangan kita saja, tapi juga dari pemikiran cara kita memandang pasangan. Entah karena rasa penasaran atau fitrah ketertarikan kita sebagai makhluk yang tak bisa hidup sendirian.

Seperti halnya saat dua orang (laki-laki dan perempuan) sedang duduk bersama, bagaimana keduanya bisa saling mencintai jika hanya saling berhadap-hadapan tanpa ada tindakan nyata untuk membuktikan perasaan cintanya. Pastilah dengan saling berbicara dan memberikan perhatian untuk bisa saling merasakan cinta antara keduanya.
Baca juga: Ini Alasanya Kenapa Cinta Musti Harus Diungkapkan
Pada kenyataanya, Cinta adalah suatu rasa yang bersifat batiniah yang kemudian diwujudkan dengan tindakan lahiriah. Tidaklah dianggap cinta jika hanya berada dalam benak sanubari tanpa ada pembuktian yang nyata.

Cinta Sejati Itu Hanya Bisa Dirasakan Setelah Pernikahan

Cinta Sejati Itu Hanya Bisa Dirasakan Setelah Pernikahan

Banyak orang yang mengira bahwa orang yang sedang berpacaran itu dikarenakan karena rasa suka dan cinta. Tapi kita tak pernah tau apakah itu benar-benar cinta atau hanya sekedar cinta penuh hasrat rasa penasaran saja.

Perasaan mencintai seseorang akan benar-benar terlihat tulus jika sudah melewati masa pernikahan. Karena disaat kita mulai mencintai seseorang, perasaan itu berasal dari ketertarikan kita dengan lawan jenis, kemudian timbul rasa penasaran dan ingin memiliki dan menikmati kedekatan.
Baca : Apa sih untungnya pacaran? Rugian mana Pacaran atau Single?
Seperti yang saya jelaskan diatas, bahwa cinta itu perihal rasa yang bersifat batiniah yang harus dinyatakan dengan tindakan nyata, tak mungkin jika kita mencintai seseorang, kita hanya mengatakan dan bercengkrama dalam hati saja. Tentu kita butuh fisik untuk bisa membuktikan rasa cinta tersebut.

Dan cinta sejati itu cinta yang masih terus tumbuh walau sudah memiliki satu sama lain. Jika kamu sekarang sangat mencintai pacarmu, tidak berarti itu cinta yang sejatinya cinta. Karena cinta disaat sebelum menikah lebih banyak timbul karena rasa suka secara fisik, atau rasa sayang karena sering bersama dan saling memberi perhatian, juga karena rasa penasaran ingin memiliki.

Terus bagaimana jika kamu sudah memiliki dia seutuhnya, apakah rasa penasaran dan seringnya pertemuan itu akan tetap membuatmu merasa cinta?

Cinta sejati adalah cinta yang terus tumbuh ditengah-tengah kebosanan sebuah kebersamaan. Sebuah rasa sayang yang terus hidup walau rasa penasaran telah hilang karena sebuah kepemilikan. Dan rasa rindu yang terus menggebu walau diterjang konflik dan permasalahan kehidupan.

Karena cinta sejati itu tentang rasa syukur. Rasa syukur telah dipertemukan dengan jodoh pasangan hidup, Rasa syukur telah diberi kesempatan mencintai pasangan sepenuh hati. Rasa syukur telah menjalani hari bersama dengan sang pujaan hati Dan rasa syukur bisa merasakan suka duka dengan sang kekasih.

Pandaan, 05 Oktober 2017
Dewi'Na Irawan

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger