Tuesday, 18 July 2017

Arti Senja Yang Berwarna Jingga

Menurut Wikipedia, Senja adalah bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala. Waktu ini dimulai setelah matahari tenggelam saat cahaya masih terlihat di langit hingga datangnya waktu malam (isya) saat cahaya merah (syafak) benar-benar hilang.

Senja itu pemandangan sore hari menjelang matahari tenggelam di ufuk timur. Ya seperti itulah saya mengartikan senja dengan begitu sederhana.
Apa arti senja bagimu?

Senja.., Yang sangat populer dikalangan penyuka diksi dan puisi. Mereka sering menyangkut pautkan “senja” didalam cerita maupun puisi yang dibuatnya.

Saya juga termasuk penyuka warna jingga di angkasa ini. Rasanya, ketika melihat senja di ufuk barat, terlukis banyak kata-kata romantis yang tercipta saat saya mulai merenung dalam hangatnya senja itu.

Senja bisa berarti mengambarkan tentang dua hal yang bersebrangan, tentang keindahan yang berarti kebahagiaan, juga tentang kesedihan dikala perpisahan. Bagi saya, keduanya sama-sama menyeruak kedalam dada saat aku melihatnya. Dan itu tergantung suasana hati saya saat melihatnya.

Senja Itu Pemandangan Indah Diangkasa

Senja di Pantai Jimbaran
Cahaya redup dari matahari senja, tak begitu meyilaukan bahkan terlihat begitu anggun dan menawan. Cahaya jingga yang menghiasi langit-langit ufuk barat, seakan melukiskan sebuah ketenangan bagi yang melihatnya.

Sering sekali saya berhenti saat berjalan di waktu menjelang magrib, saya berhenti untuk menantikan waktu dimana matahari yang begitu angkuh memberi panas di siang hari, kini tenggelam dan memancarkan cahaya yang kemayu.

Saya sangat suka melihat warna jingga di awan itu, seakan saya bernostalgia dengan diri saya yang melankolis dan sering membuat puisi tentang senja. Tapi sekarang saya sudah jarang melakukannya, karena sudah berkeluarga, rasanya sudah cukup bertingkah melankolis dan penuh drama, hehehe.

Tapi tetap saja, saya sangat menikmati pemandangan senja yang saya lihat. Sesekali saya juga mengabadikannya via jepretan handphone jadul yang saya miliki.

Senja Itu Pembatas Siang Dan Malam

Senja disekitaran rumah

Senja juga pembatas antar siang dan malam

Banyak orang yang bekerja mulai dari pagi hari, akhirnya pulang saat senja tiba. Seorang petanipun juga pulang saat senja tiba. Dan setelah senja, orang akan beristirahat setelah menjalani aktivitas dan rutinitas harian disiang harinya.

Begitupun dengan saya, disaat saya mengajak anak-anak jalan-jalan disekitaran rumah saat sore hari. Ketika menjelang maghrib, saya buru-buru untuk pulang kerumah. Entah kenapa, adat ditempat saya, mengharuskan untuk pulang dulu sesaat menjelang adzan maghrib berkumandang. Barulah sesudah sholat magrib, saya boleh kembali keluar rumah untuk mengobrol dengan tetangga.

Senja itu pembatas antara jam aktivitas bekerja dan jam untuk rehat dirumah.

Dulu sewaktu masih kecil, saya sering bermain dengan teman sebaya. Kami berlari kesana-kemari, bermain petak umpet, loncat tali, bersepeda dan banyak lagi yang lainnya. Kami sering lupa waktu kalau sedang asik bermain, tapi tetap saja, senja adalah penanda bagi kami untuk mengakhiri kesenangan ini.

Senja juga tentang perpisahan, perpisahan untuk hari ini, karena kami akan lanjut main lagi esok hari lagi.

Senja Melukiskan Sebuah Perasaaan

Senja di Panta kuta
Seperti halnya seorang penulis puisi yang bisa sangat dalam menghayati arti senja dalam setiap kata-kata yang dia tuliskan.

Senja itu memang bisa melukiskan sebuah perasaan. Pernah sewaktu di kapal saat mau berangkat menuju Bali dan meninggalkan anak yang amsih satu tahun selama 3 hari karena KKN. 

Melihat Cahaya redup di atas kapal itu mengingatkan saya kepada keluarga yang saya tinggalkan sementara waktu. Padahal belum sehari, padahal baru berangkat dan masih dalam perjalanan, tapi rasa rindu ini menyeruak kedalam hati dikala senja yang pilu itu.

Terbayang bagaimana mengatasi rasa kangen kepada anak dan suami saat itu, Anak yang masih berusia 1 tahun, pasti akan bertanya-tanya kemana hilangnya ibu-nya. Bagaimana kalau suami tidak bisa menenangkan anak yang sedang menangis. Perasaan itu yang sering berkecamuk di hati saya.

Dan Alhamdulillah, ada teknologi yang terus bisa untuk mengontrol dan mengawasi walau dari kejauhan, begitu juga teknologi untuk bisa melepas kangen walupun hanya via suara. Senja itu, membuat saya semakin merindu kepadanya.

******* 

Begitulah cara saya mengartikan senja, senja yang berwarna jingga di angkasa. Senja yang menandakan berakhirnya aktivitas hari ini, Dan senja yang membuat saya merindu akan hadirmu saat ini. :D

Kalau menurut kalian, Apa arti senja bagi kalian?



Pandaan, 18 Juli 2017
Dewi’Na Irawan

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger