Monday, 20 March 2017

Selingkuh Itu Sebuah Pilihan Bagi Orang Pengecut

Memilih untuk tidak selingkuh
Memilih untuk tidak selingkuh
“Jika suami kamu ketahuan selingkuh, kemudian meminta maaf, bakal kamu maafkan tidak?”

Terdengar ucapan salah satu teman yang melemparkan pertanyaan kepada teman saya yang lainnya dalam sebuah perbincangan di acara kondangan teman SMA.

Aku minta cerai. Bagiku selingkuh bukan hal yang patut dimaafkan”. Jawab salah satu teman saya tersebut.

Kamu sih enak, masih punya usaha sendiri dirumah dan kamu juga belum punya anak, nah kalau istri yang mengantungkan kebutuhan hidupnya pada suami, Harus bagaimana? Kembali teman saya ini mengajukan pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab.

Dengan tersenyum teman saya menjawab “Kamu curhat yah! Jadi suamimu ketahuan selingkuh?” serentak beberapa orang yang ikut mendengarkan juga ikutan tertawa.

Ya ndak lah...!, Hubungan kami aman-aman saja, aku kan cuma tanya dan mengibaratkan tentang suatu hal, Jika memang itu terjadi, sebaiknya bagaimana kita sebagai istri dan ibu dari anak-anak bersikap?” Suara teman saya itu membuat beberapa teman yang lain ikut berpikir.

Dalam pandangan Islam, Selingkuh itu sama halnya dengan zina, apalagi sampai berhubungan intim. Ketika orang yang sudah menikah berzina, hukumannya mungkin lebih berat dibandingkan yang belum menikah.

Kalau pendapat saya, seandainya itu terjadi pada saya, saya akan menuntut cerai suami seperti yang teman saya bilang. Dari awal menikah pun saya dan suami sudah berkomitment, jika ada salah satu dari kita yang selingkuh, maka kita cerai.

Bahkan untuk masalah poligami pun, saya pernah bilang ke suami bahwa selama saya masih hidup, saya tidak mau dipoligami. Memang poligami dibolehkan dalam Islam. Tapi kembali lagi, itu adalah pilihan. Saya sebagai istri memilih tidak mau dipoligami, dan itu saya sampaikan sebelum kami menikah.

Jika memang dia sudah tidak lagi mencintai saya sebagai istrinya dan menemukan perempuan lain yang lebih baik dari saya, maka saya lebih baik meminta cerai. Kenapa? Karena saya sudah menimbang-nimbang konsekuensi buruk yang mungkin saja terjadi pada diri saya. Saya tidak bisa menerima dipoligami apalagi mentolerir sebuah perselingkuhan.

“Bagaimana dengan anak-anak? Bagaimana dengan perempuan yang bergantung secara finansial terhadap suaminya?”

Saya sendiri masih belum kepikiran bagaimana menjalani hidup di hari-hari berat seperti itu. Saya tidak pernah terpikirkan mempunyai suami yang selingkuh dengan orang lain. Tapi jika itu terjadi, Pondasi pernikahan yang dibangun atas rasa kepercayaan dan rasa cinta antara keduanya akan runtuh begitu saja. Terus untuk apa dipertahankan kalau sudah seperti itu. Masalah anak!, saya percaya Allah sudah menetapkan rejeki kita masing-masing selama kita hidup.

Sebenarnya, dampak percerian juga tidak hanya berdampak pada kehidupan suami dan istri, namun juga fatal untuk perkembangan psikis anak-anak mereka. Anak tersebut akan tumbuh dengan dua ekstremitas:

Entah dia menerima bahwa perselingkuhan sebagai hal yang lumrah dalam sebuah hubungan,
atau
Dia tidak akan percaya dengan yang namanya cinta sejati dan sulit untuk menjalin sebuah hubungan.

Selingkuh Adalah Sebuah Pilihan Bagi Pengecut

Cari laki-laki yang biasa saja, jangan terlalu ganteng, entar banyak yang ngicar!”. Begitulah kira-kira guyonan para tetangga dulu saat saya masih belum menikah. Tapi bukan itu yang terpenting, mau dia ganteng, mau dia standart maupun dia jelek, selingkuh adalah sebuah pilihan.

Selingkuh adalah pilihan dari orang-orang pengecut yang ingin menikmati kesenangannya sendiri dengan melepas tanggung jawabnya sebagai seoarang suami atau seorang istri.

Tidak hanya laki-laki saja yang menjadi lakon perselingkuhan, wanita juga punya andil menjadi pihak yang bisa disalahkan. Di masyarakat, akan selalu ada dua kubu pembela. Dari pihak pria yang melihat, “Ah itu ceweknya aja yang kegatelan.” Sedangkan dari pihak wanita, “Cowoknya juga sih sok ke-gantengan.”. Jadi Perselingkungan bagi saya, adalah andil dari dua orang.

Cantik atau enggak, ganteng atau enggak, tidak menjamin seseorang akan selingkuh atau tidak. Selingkuh, bagi saya, hanya dilakukan oleh orang-orang yang pengecut. Mereka yang melakukan perselingkuhan adalah mereka yang hanya mencari kepuasan hasrat yang tidak pernah puas, tapi tidak mau bertanggungjawab atas perbuatan yang mereka lakukan.

Bagi saya, selingkuh itu pilihan. Dalm hidup pun kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Pilihan untuk menjadi seorang pengecut atau seorang yang bertanggungjawab.
Baca juga : Pria seperti ini yang di idam-idamkan wanita

Memilih Tidak Selingkuh Adalah Sebuah Pilihan Yang Berat, Tapi Bertanggung Jawab

Ketika saya mengambil keputusan untuk tidak mau dipoligami dan tidak ingin diselingkuhi, saya sadar akan tanggungjawab saya untuk belajar menjadi seorang istri yang memang patut dihargai oleh suami. Memang tidak mudah, namun ini memotivasi saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik untuk orang yang saya cintai. Ketika sudah berumahtangga, cinta itu harus diperjuangkan.

Sebagai seseorang yang percaya pada Tuhan, saya harus bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi seorang istri yang baik. Selalu berusaha mencintai suami dan menundukkan pandangan dengan pria lain. Jika memang jodoh adalah cerminan diri, saya akan memilih untuk tidak selingkuh agar suami juga tidak selingkuh dan tetap menjaga kadar cintanya kepadaku.

Terlepas dari semua itu, Kami mempunyai keinginan yang akan menguatkan cinta kita berdua, membangun rumah kecil disurga yang bisa menampung anak keturunan kita bersama. Semoga Allah meridhoi cinta kami berdua untuk selalu bersama, baik di Dunia maupun di Akhirat (Surga).

Pandaan. 21.03.2017
Dewi'Na Irawan

Share this article :

2 komentar:

  1. ahh aku juga nggak terima mbak kalo diselingkuhin
    suami itu imam keluarga yang harusnya jaga keluarganya dari api nereka
    tapi kalo suaminya aja nggak takut sama api neraka
    nggak mau lah jadi makmumnya lagi >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. :)
      yah semoga keluarga kita, terutama suami kita tetap berada dalam jalur yang di Ridhoi-Nya mbak.. Aamiin

      Delete

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger