Wednesday, 22 February 2017

Islam memuliakan Wanita sebagai Perhiasan Terindah di Dunia

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholihah (HR.Muslim).
Wanita Sholihah
Jika Anda sudah menikah, maka patutlah Anda bersyukur akan nikmat dipertemukan jodoh Anda. bersyukur bukan berarti hanya dengan mengucapkan “Alhamdulillah” saja!. Harus ada pertanggung-jawaban atas janji suci yang Anda ucapkan saat meminang istri Anda.

Tidaklah mudah membina rumah tangga kalau Anda tidak memahami wanita yang Anda nikahi. karena tidaklah cukup kata “CINTA” untuk membuat dia bahagia dan tidaklah cukup membuatnya tersenyum dengan memberinya hadiah saat dia menangis karena kesalahan Anda. 

Karena sesungguhnya Wanita itu sangat unik dan rumit, mereka tak butuh harta, hadiah, kata romantis dan sebagainya. Yang mereka tunggu hanyalah kata maaf yang tulus serta perhatian Anda kepadanya.

Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air.

Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman.

Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya.

Wanita itu mutiara. Orang perlu menyelam jauh ke dasarnya untuk mendapatkan kecantikan sesungguhnya. Karenanya, melihat dengan tanpa membuka tabir hatinya niscaya hanya semu sesaat yang seringkali mampu mengelabui mata. 

Orang perlu berjuang menyusur ombak, menahan arus dan menantang semua bahayanya untuk bisa meraihnya. Dan tentu untuk itu, orang harus memiliki bekal yang cukup sehingga layak dan pantas mendapatkan mutiara indah itu.

Wanita itu separuh dari jiwa yang hilang. Maka orang harus mencarinya dengan seksama, memilihnya dengan teliti, melihat dengan hati-hati sebelum menjadikannya pasangan jiwa. 

Karena jika salah, ia tidak akan menjadi sepasang jiwa yang bisa menghasilkan bunga-bunga cinta, melainkan noktah merah menyemai pertikaian. Ia tak akan bisa menyamakan langkah, selalu bertolak pandang sehingga tak memberikan kenyamanan dan keserasian. Ia tak mungkin menjadi satu hati meski seluruh daya dikerahkan untuk melakukannya. Dan yang jelas ia tak bisa menjadi cermin diri disaat lengah atau larut.

Wanita memiliki kekuatan luar biasa yang tak pernah dipunyai lawan jenisnya dengan lebih baik. Yakni kekuatan cinta, empati dan kesetiaan. Dengan cintanya ia menguatkan langkah orang-orang yang bersamanya, empatinya membangkitkan mereka yang jatuh dan kesetiaannya tak lekang oleh waktu, tak lebur oleh perubahan.

Dan wanita adalah sumber kehidupan. Yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadikan seorang wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yang kelak mendampinginya di surga

Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita sholihah (HR.Muslim).

Pandaan, 23.02.2017
Dewi'Na Irawan 

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger