Saturday, 7 January 2017

Kenikmatan Yang Jarang Disadari dan Disyukuri Oleh Kebanyakan Orang


Kenikmatan Yang Jarang Disyukuri, Sebelum kita bahas mengenai syukur lebih jauh, alangkah baiknya kita memahami “apa sih arti syukur” sebenarnya ?.

Kata "syukur" adalah kata yang berasal dari bahasa Arab Syakaro-yasykuru-syukron yang artinya adalah “membuka” dan lawan katanya adalah Kufur yang berasal dari kata Kafaro-yakfuru-kufron yang artinya “menutup”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Syukur diartikan sebagai Rasa terima kasih kepada Allah, dan Untunglah (menyatakan lega, senang, dan sebagainya).

Bagi saya syukur sangatlah sering di artikan sebagai suatu ungkapan sebagai tanda rasa terimakasih kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Karena kita telah menerima kenikmatan yang begitu besar dari-Nya.

Source image by google
Kenikmatan itu beraneka ragam, mungkin dengan mendapatkan rezeki dari hasil kerja kita, mendapat hadiah dari tetangga atau sanak saudara, pun juga nikmat terhindar dari malapetaka.

Cara menyampaikan syukurpun beraneka ragam, ada yang hanya mengucapkan rasa syukur hanya dari lisan, seperti mengucapkan terima kasih yang di tujuhkan ke Allah atau dengan mengucapkan Alhamdulillah. Ada pula yang mengunakan acara sebagai rasa syukurnya, seperti membuat acara undangan syukuran dengan mengundang tetangga terdekat untuk bisa berbagi kebahagiaan.

Tapi dewasa ini, banyak orang yang sudah jarang mensyukuri nikmat yang telah diberikan kepadanya. Mereka hanya beranggapan bahwa semua karunia yang didapatnya, bukan lain hanya karena usaha kerasnya sendiri. Ada pula yang memang tidak sadar atau lalai bahwa apa yang sekarang dipunyainya tak lain dan tak bukan adalah nikmat dari Allah semata.

Kufur nikmat, begitulah yang terjadi di zaman kita ini. Kita sebagai manusia lebih banyak menyombongkan diri dengan hasil yang didapat dari usaha sendiri. Padahal, kalau kita lebih teliti, kesuksesan kita dan keberhasilan kita, jika Allah tidak mengizinkannya, maka kesuksesan tersebut juga tak akan terjadi.

Barulah, ketika kita sudah berada dalam titik bawah, dengan dihancurkannya kenikmatan yang selama ini kita peroleh tiap harinya. Kita baru sadar bahwa kita terlalu sombong dengan apa yang kita punyai. Semua yang kita miliki tak lebih dari pemberian sang Ilahi.

Banyak orang tidak menyadari bahwa Nikmat yang kita miliki tidak hanya berupa uang, harta dan jabatan saja. Masih banyak lagi di Dunia ini yang merupakan nikmat yang diberikan kepada kita oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Nah pada kesempatan kali ini, saya ingin mendiskripsikan Kenikmatan apa saja yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang.

Nikmat Terlahir Berkecukupan

Menjadi anak orang berkecukupan adalah anugrah dalam kehidupan, diberi fasilitas untuk bisa bahagia dalam konteks tidak menderita kelaparan dan terpenuhi beberapa keinginan yang mungkin tidak semua anak bisa mengalami hal tersebut.

Akan tetapi, terlahir menjadi anak orang kaya, justru membuat dia terbelingar dengan gemerlap kehidupan. Terlahir menjadi anak orang kaya justru membuatnya sombong, dengan hidup berfoya-foya dan lebih banyak mengunakan harta dari orang tuanya hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu saja.

Seharusnya, ketika kita terlahir sebagai anak orang yang berkecukupan, kita harus mensyukuri keadaan tersebut. Tidak banyak anak seberuntung Anda yang bisa mendapatkan fasilitas dan pendidikan yang layak.

Banyak anak yang tidak bisa sekolah karena keadaan orang tuanya, banyak anak yang terpaksa melakukan tindak kriminal karena ingin memenuhi kebutuhannya. Terlahir sebagai anak yang berkecukupan itu nikmat, sayang tak banyak orang yang menyadarinya.

Berkecukupan disini bukan hanya orang kaya saja, tapi lebih tepatnya kita merasa cukup ketimbang keluarga yang jauh dari standart yang kita bayangkan. Bukan dengan melihat status sosial di atas kita, tapi lebih merenungi bahwa masih banyak keluarga yang berada di status sosial di bawah kita.

Nikmat Terlahir Fisik Sempurna

Nikmat diberi fisik yang sempurna
Tubuh Yang Sempurna adalah kenikmatan yang tiada tara
Terlahir dengan fisik yang sempurna adalah anugrah terindah dalam hidup kita, diberi akal yang sehat, tubuh yang kuat, dan otak yang cerdas adalah sebuah keberuntungan yang diberikan kepada kita.

Tak semua orang terlahir sama, ada yang memiliki cacat fisik sejak lahir, entah itu kebutaan, kelumpuhan dan kehilangan panca indera lainnya. Juga ada yang terlahir dengan otak yang cerdas dan ada juga yang terlahir dengan otak yang standart.

Mensyukuri nikmat berupa kesempurnaan fisik sering kali kita lupakan, hanya dengan penyakit rabun jauh saja kita sudah mengkufuri nikmat fisik yang lainnya. Padahal masih banyak yang tidak beruntung dengan mengalami cacat kebutaan sejak lahir, tapi mereka tetap bahagia.

Bukannya seharusnya kita tetap mensyukuri keadaan kita walau menurut kita itu tidak sempurna, setidaknya masih banyak orang yang tak seberuntung kita. Allah Dzat yang Maha Adil, Dibalik kekurangan kita, pasti ada tujuan yang terbaik dibaliknya.

Nikmat Diberi Kesehatan

Sehat itu nikmat, tapi tak banyak orang yang menyadari bahwa kesehatan kita sehari-hari adalah kenikmatan melebihi rezeki yang kita peroleh.

Sebanyak apapun rezeki dan harta yang kita miliki, ketika fisik kita dalam keadaan sakit, kita tak akan bisa menikmatinya. Seberapa lezat masakan yang mampu kita beli, tapi jika pada akhirnya ketika kita makan dan terbuang sia-sia karena kita memuntahkannya.

Nikmat sehat itu nomer satu, mending sehat walau keadaan ekonomi sedikit memburuk dari pada sakit-sakitan walau dengan harta melimpah.
Nikmat sehat
Kesehatan itu Nikmat

Nikmat Diberi Keturunan Yang Baik

Ada tigal hal yang tidak akan putus amalannya walau sudah berada di liang lahat, amal jariyah, anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat.

Mempunyai anak yang sholeh/sholihah merupakan sebuah anugrah terindah dalam hidup. Anak merupakan suatu hal yang bisa mempererat hubungan rumah tangga, anak juga obat pelipur lara ketika hati merasa terluka.

Jadi, beruntung sekali ketika menjalani keluarga dan di anugerahi seorang anak. Tak sedikit dari kita yang masih belum di beri amanat seorang anak meski sudah 10 tahun menjalani pernikahannya.

Anak adalah rezeki yang tak ternilai harganya, biarpun fisik kedua pasangan dengan keadaan sehat dan prima, tapi perihal anak, bukan tentang sehat atau tidaknya kedua pasangan, bukan tentang mandul atau tidak. Tapi tentang siapa yang diberi amanat oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Jadi, bersyukurlah ketika kita sudah di karuniai ahli waris dari darah daging kita sendiri, karena tak semua orang bisa menikmati kenikmatan yang luar biasa seperti itu.

Nikmat Terlahir Islam

Terlahir isalam itu Nikmat Yang Luar Biasa
Terlahir isalam itu Nikmat Yang Luar Biasa
Sebagai orang Islam, Terlahir dalam keadaan Islam adalah nikmat yang luar biasa. Tanpa harus menemukan taukhid diri, kita sudah berbekal ke-islaman dari orang tua. Memang konteksnya kita masih ikut-ikutan dalam mengerti arti islam, tapi setidaknya kita sudah berada di jalan yang benar.

Banyak yang tidak menyadari bahwa terlahir Islam itu anugrah yang wajib kita syukuri. Seandainya kita terlahir sebagai Nasrani atau Yahudi, tentu kita akan sepaham dengan jalan yang dipilih orang tua kita. Kita pasti akan mengaku bahwa agama yang dianut orang tua kita itu yang paling benar.

Terlahir islam merupakan anugrah yang terindah, kita pasti akan sulit menemukan taukhid diri jika kita terlahir di keluaga dengan agama lain selain Islam. Tak banyak orang yang beruntung mendapat hidayah dengan menjadi mualaf.

So, untukmu wahai sahabat sesama Muslim. Temukanlah sejatinya Islam didalam dirimu, Bersyukurlah terlahir di keluarga islam, tapi berusahalah untuk menemukan keislamanmu sendiri, mencintai agama islam dengan hakekat diri dan mengakui secara hakiki dalam diri bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

*****

Itulah beberapa pembahasan perihal Kenikmatan yang jarang disadari dan disyukuri oleh kebanyakan orang, kiranya itu bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan tentunya bagi sang pembaca yang semoga dalam hidayah-Nya. Aamiin



Perihal Diri
Perihal Diri Updated at: 00:54:00
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2016 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger