Tuesday, 24 January 2017

Menunggu Itu Tak Selamanya Membosankan, Bahkan Menyenangkan Bagi Yang Mau Berfikir

Menunggu itu Tak Selamanya Membosankan
Menunggu itu membosankan!, Dulu, saya setuju dengan pernyataan itu, menunggu adalah pekerjaan yang paling tidak saya sukai , apalagi menunggu kepastian dari orang yang kita cintai, Ciyeee.. Baper..

Saya sudah bosan menunggu saat masih lajang dulu, menunggu pacar yang tak kunjung datang dari perantaun, menunggu janji yang dia ucapkan dengan senyuman tanpa ada kejelasan kapan akan ditepatinya, dan menunggu sebuah kepastian yang mungkin tak akan pernah terwujudkan oleh penghianatannya.

Saya kesal harus menunggu lama sewaktu itu, Saya tidak diperbolehkan pindah kelain hati, sementara dia tidak pernah membuat hatiku senyaman dan setenang yang saya harapkan. Yang ada hanya cacian dan hinaan yang jelas dia tidak tau yang terjadi, tuduhan tidak setia kerap saya dapatkan, padahal kenyataannya tidak begitu. Justru di ending cerita, dialah yang ketahuan selingkuh tidak dibelakang saya, malah tepat didepan saya.

Mungkin ini jalan yang ditunjukkan oleh Allah, Selang waktu saya menunggu dengan memperbaiki diri tanpa harus ada cinta-cintaan lagi. Saya mulai fokus dengan tujuan awal saya bekerja, dan selama setahun, akhirnya mimpi saya tercapai juga, saya bisa masuk keperguruan tinggi dengan biaya yang saya kumpulkan sendiri dari bekerja setahun tersebut.

Jodoh itu unik, berharap saya bisa fokus kuliah, justru ada pinangan dari seseorang dengan ketulusannya, bukan dengan janji-janji palsu yang memabukkan hati. Akhirnya saya menerimanya, dengan syarat kita jalan selama setahun, seandainya ada ketidak cocokan antara kita, kita bisa mengakhirinya ebelum ikatan suci itu diikatkan.

Dan Alhamdulillah, Dia adalah jodoh yang saya harapkan. Tak pernah terbesit rasa cinta saat pertama bertemu, tapi ketika jalan takdir yang disatukan oleh ridho-Nya, akan berbuah manis dengan kuatnya sebuah ikatan cinta. Dan kita menikah.

Kenyataan Hidup Ini Hanya Untuk Menunggu

“Patience is not the ability to wait. Waiting is a fact of life. Patience is the ability to keep a good attitude while waiting” (Joyce Meyers)
Ternyata selama ini, saya baru sadar akan satu hal, Kita hidup didunia ini memang untuk menunggu. Kehidupan itu ada karena ada waktu didalamnya. Kehidupan itu seperti sebuah rentetan penantian dalam hidup. Deretan list tunggu yang menghiasi disetiap keseharian. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita tetap harus bergelut dengan hal menunggu. Seperti contoh, menunggu nasi matang, menunggu jemuran kering, bayi yang masih dalam kandungan, harus menunggu kurang lebih 9 bulan untuk bisa keluar di dunia ini. Anak sekolah setelah ujian semester usai, dia harus menunggu nilai yang dihasilkan.

Kita hidup didunia ini juga untuk menunggu, menunggu ajal menjemput. Begitulah kehidupan ini berjalan, Allah memberikan jeda untuk membuat alam beserta isinya ini selama 6 hari, bukan karena Allah tidak sanggup untuk membuat alam dengan sekejap mata, Allah Maha Kuasa dan Maha Berkehendak, Cukup mudah bagi Allah untuk membuat dunia ini dalam sekejap mata, hanya saja, jeda tersebut dibuat agar kita senantiasa berfikir, ada alasan kuat mengapa ada jeda untuk proses pembuatan dunia ini.

Menunggu Itu Tidak Selamanya Membosankan

Saya baru menyadari akhir-akhir ini, bahwa apa yang saya tunggu bukan sekedar menunggu dalam diam. Banyak pelajaran yang kita bisa ambil hikmah didalamnya. Seperti waktu menunggu mendapatkan jodoh, menunggu disini bukan diam, menunggu tanpa ada aktivitas. Bukan seperti itu menunggu jodoh datang.

Sama halnya dengan rezeki, kita sudah tau bahwa rezeki tidak akan tertukar, rezeki juga sudah di putuskan sejak kita dilahirkan. Tapi kalau hanya diam, bagaimana kita mendapatkan rezeki tersebut. Ikhtiar diri tetap perlu kita lakukan, untuk menjemput rezeki yang ditakdirkan.

Menunggu itu tidak selamanya membosankan bagi mereka yang berfikir. Kita ambil seperti menunggu sebuah bus di terminal. Kita tidak hanya menunggu bisa datang saja, ada banyak hal yang bisa kita lihat dan pelajari dari sana. Dari anak-anak yang berjualan asongan yang menjajakan air minuman sebagai dagangannya. Ada juga kakek rentah yang meminta-minta di pinggir trotoar. Semua itu pelajaran agar kita bersyukur mempunyai kehidupan yang lebih baik dari mereka.

Menunggu Itu Menyenangkan

Untuk sekarang, menunggu itu sangat menyenangkan bagi saya. Menunggu melihat kedua anak saya tumbuh sehat dan aktif, itu sudah hiburan tersendiri bagi saya. Saya tak perlu banyak uang dan harta yang berlimpah untuk membuat saya bahagia, cukup dengan melihat tawa dan keisengan anak-anak saya, itu sudah cukup membuat saya bahagia yang melebihi kebahagiaan mendapat harta yang melimpah.

Menunggu Itu Waktu Yang Saya Nantikan

Sebagai penulis di blogger, menunggu adalah waktu yang paling tepat untuk dimanfaatkan mencari ide atau gagasan sebuah artikel ataupun untuk sekedar menulis kata demi kata untuk menjadi artikel utuh yang bermakna. Menunggu juga waktu yang tepat untuk mencari referensi artikel yang mau kita tulis.

Tak banyak waktu yang bisa saya luangkan untuk menulis dengan nyaman dengan kesibukan sebagai ibu-ibu dua anak yang masih kecil-kecil. Yang paling besar dengan keaktifan dan keisengannya membuat saya sibuk dengan tingkahnya, entah menata kembali kotak mainannya, merapikan buku gambar dan pencil warna yang berceceran di lantai juga ikut berlari-larian saat menyuapinya.

Sementara yang masih kecil, belum bisa berdiri, lebih banyak di gendongan. Jadi waktu tunggu seperti itu yang paling saya tunggu untuk bisa menulis artikel yang ingin saya buat walau hanya sekedar beberapa kata saja.

--------------------------------------- 

Menunggu itu pasti dalam menjalani sebuah kehidupan, Bukan masalah menunggunya yang perlu diperhatikan! Karena menunggu itu fakta kehidupan, menunggu itu sesuatu yang pasti dan memang harus dijalani. Namun, yang harus digarisbawahi adalah perilaku kita saat menunggu, apakah diiringi ragu dan gerutu, atau tetap bersabar dan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab

Menunggu itu tak selamanya membosankan, bahkan menyenangkan dan ditunggu oleh kebanyakan penulis atau penulis di blogger. Karena diwaktu tunggu tersebut, ada waktu kosong yang bisa kita manfaatkan untuk hal yang berguna ketimbang hanya diam sembari memainkan handphone saja.

So, Bagi Anda, Apa yang Anda lakukan saat menjalani masa menunggu?^_^

Pandaan, 24.01.2017
Dewi'Na Irawan

Peridiri
Perihal Diri Updated at: 13:52:00
Share this article :

5 komentar:

  1. setuju mbak, kalau hidup itu hanya menunggu. jadinya saya mencoba menjadikan masa menunggu ini bermanfaat :)

    ReplyDelete
  2. Hai mbak. Nice kata2nya. Dalem ya :) Semoga waktu menunggumu selalu tergantikan dg kebahagiaan dr Allah
    Amin ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak :D
      Semoga mbak Elok juga mendapatkan kebahagiaan kala menunggu..

      Delete
    2. Amin ya Rab. Salam kenal jg ya mbak

      Delete

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger