Thursday, 15 December 2016

[Parenting] Mengembangkan Potensi Untuk Belajar Dari Hal Yang Disukainya

Ini adalah artikel pertama saya berkategori Parenting yang saya tulis berdasarkan pengalaman saya dalam menangani masalah anak-anak di setiap harinya.

Menjadi ibu rumah tangga merupakan pekerjaan paling mulia bagi seorang wanita. Karena tugas seorang ibu rumah tangga sangatlah berat, di mulai bangun pagi buta untuk menyiapkan makanan untuk suami dan anak, membersihkan rumah, menata dan merapikan rumah juga menata keuangan keluarga.

Membiarkan anak berkreasi agar potensinya berkembang dengan sendirinya

Saya sempat salut terhadap mereka para wanita yang telah berhasil mengatur waktu menjadi ibu rumah tangga sekaligus menjadi menjadi wanita karir. Mempunyai penghasilan sendiri tapi tidak mempengaruhi pekerjaan dia sebagai ibu rumah tangga, juga tetap melihat dan mendidik anaknya dengan baik.

Menjadi seorang ibu rumah tangga bertanggung jawab atas tumbuh kembang sang buah hati. Ibu yang merupakan guru pertama bagi seorang anak, dia lah yang berpotensi penuh dalam mengarahkan seperti apa karakter dari seorang anak.

Sangat disayangkan jika kita sebagai ibu dari anak-anak, tapi kita jarang dan tidak pernah tahu anak kita berkembang seperti apa. Kita lebih sibuk mengurusi bisnis dan jarang memperhatikan mereka. Padahal, menurut saya, tidak ada hal yang lebih menyenangkan ketimbang melihat sang buah hati tumbuh.
Baca  Tidak ada anak yang nakal, hanya ada orang tua yang kurang sabar
Perihal masalah tumbuh kembang anak, saya biasanya sebagai seorang guru pertama bagi anak saya, tetap saya menyarankan anak-anak saya untuk belajar. Tapi pelajaran yang saya maksudkan bukan seperti menghafal atau membaca dengan waktu yang kita tentukan.

Anak saya tahun depan akan masuk PAUD, tapi dia sudah hafal nama huruf abjad dan angka sampai 20. Saya tak pernah menyuruh dia untuk belajar menghafal. Cuma terkadang saya kasih kuis dan memberi pertanyaan tentang huruf-huruf pada sebuah tulisan yang tertera pada sebuah buku atau karton bungkus susu formula.
Terus siapa yang mengajarinya hingga hafal?
Handphone, anak saya ini, sering sekali merebut Handphone saya untuk sekedar lihat video dan foto, terkadang dia sendiri yang memotret dan membuat video dengan Handphone itu. Pada awalnya dia hanya melihat saja cara memakai Handphone ini, lama-kelamaan, dia belajar mencet-mencet layar Handphone dan akhirnya menguasai Handphone saya.

Dari pada saya larang main Handphone, yang ujungnya di menangis, mending aku isi program yang bermanfaat untuk dia. Saya mengisi nyanyian anak-anak dan aplikasi belajar "marbel" di Handphone saya. Awalnya saya ajari cara buka dan memakainya, dan akhirnya dia belajar sendiri dan mengingatnya. Lihat video dibawah ini


Memang memberi anak sekecil itu sebuah gadget adalah hal yang tidak bagus bagi sebagian orang. Tapi bagi saya, kebahagiaan anak adalah nomor satu. Jika dia bahagia dengan bermain Gadget, ya sudah, saya biarkan dengan batasan yang tidak melebihi waktu yang saya tentukan.
Intinya tetap bagaimana kita mengawasi pemakaian dari gadget itu
Jadi, untuk menanggulangi biar anak saya bermain gadget itu tidak mubazir tapi masih ada manfaat dari tindakannya itu, oleh sebab itu, saya masukkan aplikasi yang mendukung untuk belajar dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Baca  Jangan terlalu banyak melarang si kecil, biarkan dia bereksplorasi
Menurut saya, kita sebagai orang tua harusnya mengarahkan anak untuk hal yang disukainya, bukan dengan memutuskan dia berkembang seperti kehendak kita, Membiarkan anak bermain dengan gadget kita atau bermain dengan teman-teman sebayanya, Menjadikan dia belajar memanfaatkan teknologi yang ada serta belajar berkomunikasi dengan sesamanya dengan sendirinya, Meskipun begitu, semua tindakan anak, tetap harus dalam pengawasan kita.

Hasilnya, anak saya bisa menyanyi seperti video yang di tontonnya, juga menghafal huruf abjad dan angka dengan sendirinya dengan bantuan aplikasi di gadget. juga dia belajar mewarnai sebuah objek di buku dengan ajaran teman-temannya

Memang seperti kita tidak mempunyai andil dalam pengembangan potensi anak, tapi riview dan pengawasan kita itu sangat mendukung bagaimana anak kita bisa berkembang.

So, bunda, bagaimana cara kalian mengajari anak-anak? Boleh dishare disini^_^

Perihal Diri
Perihal Diri Updated at: 07:36:00
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2016 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger