Monday, 28 November 2016

Tips Buat Single Yang Sedang Mencari Jodoh Dunia Akherat

Single itu pribadi yang sedang menunggu datangnya jodoh yang hanya diciptakan untuknya. Menanti dengan sabar dan ikhlas menjalani setiap harinya, penuh senyum dan tawa walau kadang kesepian selalu datang membayanginya.

Memang datangnya jodoh tak pernah sama setiap orang, ada yang sangat beruntung di usia yang masih muda sudah mendapatkannya, ada juga yang baru menemukan jodohnya ketika usia tak lagi muda. Ada yang mendapatkan jodohnya hanya dari cinta yang pertama yang dirasakannya, ada pula yang harus mengalami jatuh bangun permasalahan cinta, baru mendapatkan jodohnya, dan ada juga yang terus tersakiti oleh cinta dan tak kunjung mendapatkannya.
Percayalah, kalau jodoh tak akan kemana, tinggal kita berusaha mencari serta dengan sabar dan ikhlas menanti waktunya tiba.

Berikut saya tuliskan beberapa tips buat para single yang sedang mencari jodoh

Percayalah, Jodoh Pasti Datang

Sumber Gambar disini
Melihat teman seangkatan sudah mempunyai pasangan dan momongan, terkadang kita pasti akan merasa iri dengan takdir mereka yang begitu mudahnya menemukan jodoh pasangannya. Walaupun kita tidak tau bagaimana perjuangan mereka dalam mendapatkan jodoh tersebut.

Tak semua pasangan berjodoh hanya dengan satu kali pertemuan dan berlanjut pada pelaminan. Tak semua seberuntung itu, terkadang ada yang harus tersakiti terlebih dahulu baru mendapatkan jodoh yang baik.

Tapi percayalah, Jodoh pasti akan datang. 

Kita tidak tau tempat dan bagaimana kita bisa bertemu dengan jodoh kita, selagi menunggu, selayaknya kita membuat diri kita pantas saat waktu bertemu jodoh itu tiba.

Bagaimana dia akan datang, jika kamu selalu bersembunyi dibalik bayang?

Menunggu bukan berarti kita diam ditempat dan tidak melakukan apa-apa. Menunggu yang benar itu selayak kita bekerja. Sembari berusaha mengikuti aturan dalam perusahaan dan kita menunggu dengan sabar hasil jerih payah kita berupa uang gaji-an.

jodoh juga begitu, kalau kita hanya diam tanpa melakukan apa-apa dan menunggu dia datang. Mau sampai kapan?

Memantaskan diri adalah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan sembari menunggu. Jika kita seorang pria, kemapanan berupa materi adalah hal yang pantas untuk dipersiapkan sembari menunggu jodoh datang.

Jika kita seorang wanita, menjadikan diri kita semenarik mungkin adalah hal yang wajar dan wajib dilakukan agar para pencari jodoh bisa melirik kita. Bukan hanya tampilan wajah saja yang perlu kita perbaiki, melainkan hati yang bersih, sifat yang bagus dan karakter yang menarik agar kita pantas bersanding dengan jodoh yang baik.

Jangan Hanya Sibuk Memantaskan Diri, Karena Jodoh Tak Selalu Datang Sendiri

Sumber gambar disini
Seperti yang saya katakan tadi, menunggu bukan tentang duduk diam dan menunggu tanpa melakukan apa-apa. Menunggu dengan sabar setelah kita melakukan hal yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Perjalanan mencari jodoh memang penuh dilema, terkadang terasa begitu sakit karena sebuah penolakan, ataupun terasa begitu rumit dengan banyaknya ketidak pastian

Apalagi di tengah kejaran usia, Usia yang tak bisa dibilang masih muda. Usia yang sudah bisa dikatakan usia matang dalam mengarungi lika-liku kehidupan rumah tangga.

Umur yang sudah berkepala tiga tapi tanpa dibarengi oleh pasangan hidup yang istimewa. Disaat semua teman seangkatan pergi kondangan bersama pasangan dan anak-anaknya, kita betah berkutat dengan status single dengan segala tanya dari berbagai teman tentang “Kapan Nikah?”

Waktu yang terlalu cepat berlalu, ketika kita sibuk memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tanpa sadar kita melewatkan beberapa kali kesempatan untuk mengapai jodoh disekitar kita.

Single menunggu halal adalah sesuatu keputusan yang sangat luar biasa bagi seseorang, Tetap menjaga pandangan dan tak membiarkan menyentuh tangan yang bukan haknya.

Tapi dengan semua itu, kita terlalu percaya diri akan datangnya jodoh dengan sendirinya, Tak semua kehidupan seperti itu, kita diciptakan dengan berbagai kelebihan dan kekurangan yang tidak sama, Dan pastinya, dengan jalan kehidupan yang berbeda pula.

Jodoh tiap orang itu berbeda, Tak semua orang mempunyai keberuntungan yang sama, yang hanya menunggu jodoh datang untuk melamar, atau Tanpa sengaja mendapatkan jodoh dari sekali pertemuan. Kadang kita juga tetap butuh untuk menujukkan siapa kita, agar si calon pelamar tertarik dan menghampiri untuk melamar kita.

Jika jodoh itu mudah didapatkan, maka setiap orang sudah memilikinya sekarang.Kenyataannya, tak semua orang begitu, tak semua orang beruntung bisa menikah saat usia masih muda. Terkadang ada juga yang baru menemukan pasangan di usia yang dibilang tidak muda lagi. Karena setiap orang diciptakan dengan pilihan yang berbeda-beda dan kitalah yang menentukan pilihan itu sendiri.

Mencari jodoh itu butuh perjuangan. Jangan menunggu semata dan berharap mendapatkan kemudahan dalam hal bertemu jodoh, Sebab mencari jodoh tak seindah di sinetron, Hanya dari tabrakan berujung dengan jodoh, hanya dari sebuah benci bisa jadi cinta.

Kadang kita harus berjuang juga, agar dipertemukan dengan seseorang yang ditakdirkan-Nya menjadi jodoh kita. Berjuang untuk mencari, berjuang dalam mencari informasi, dan berjuang untuk bisa mengenal secara langsung dengan calon jodoh.

Memang terkadang kita akan merasakan tersakiti dalam proses menemukan jodoh, Tapi jangan putus asa, setiap perjalanan pasti ada hikmah didalamnya.

Jika jodoh adalah cerminan diri, ketika kita tak mau berjuang mencari jodoh, begitupun dengan cerminannya yang melakukan hal yang sama untuk enggan mencari. Jika sama-sama hanya saling menunggu, dan sama-sama berkutat dalam diam saat menikmati proses memantaskan diri.

Terus, kapan kalian akan bertemu?

Memantaskan diri itu perlu, tapi berjuang untuk mencari, sembari memantaskan diri dari setiap perjalanan yang terjadi. Disitulah pintu hikmah dan berkah akan terbuka seiring dengan bertemu jodoh yang di nanti

Jangan Turunkan Standartmu, Hanya Kamu Lelah Menunggu

Sumber gambar disini
Setiap orang pasti pernah menunggu, entah itu menunggu antrian, menunggu angkutan, menunggu adzan maghrib untuk lekas berbuka, dan banyak lagi yang lainnya. Kadang menunggu itu terasa lebih lama dan membuat kita lelah.

Patience is not the ability to wait. Waiting is a fact of life. Patience is the ability to keep a good attitude while waiting” (Joyce Meyers)

Tapi Menunggu itu fakta sebuah kehidupan. Kehidupan itu ada karena ada waktu didalamnya. Kehidupan itu seperti sebuah rentetan penantian dalam hidup. Deretan list tunggu yang menghiasi disetiap keseharian. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita tetap harus bergelut dengan hal menunggu. Menunggu nasi matang, menunggu pakaian kering, menunggu kopi menghangat dan sebagainya.

Jadi, jangan kau turunkan standartmu hanya kamu menyerah dalam menunggu, Bukan masalah menunggunya yang perlu diperhatikan! Karena menunggu itu fakta kehidupan, menunggu itu sesuatu yang pasti dan memang harus dijalani. Namun, yang harus digarisbawahi adalah perilaku kita saat menunggu, apakah diiringi ragu dan gerutu, atau tetap bersabar dan menjalaninya dengan penuh tanggung jawab.

Jadilah yang terbaik biar dapat yang terbaik, Siapa yang menanam kebaikan, pasti akan menuai kebaikan pula. Begitulah seharusnya, Tak perlulah kita menurunkan standart dalam proses mencari jodoh. Ketika kita menginginkan wanita sholihah, maka tugas kita menjadi shoeih terlebih dahulu.

Jika kita menginginkan wanita yang baik, maka berusahalah untuk menjadi baik. Jika kita menginginkan wanita yang baik untuk anak-anak kita, maka jadilah pria yang baik dengan anak-anak.

Selama masa menunggu, janganlah lelah untuk menanam kebaikan, walau kita tidak pernah tau kapan harus memetik hasil dari apa yang kita tanam. Tapi percayalah, ketika hal baik yang kita tanam, semoga hal terbaik pula yang kita akan dapatkan.

Memantaskan diri bukan untuk supaya mendapatkan pasangan yang tepat, tapi dengan memantaskan diri, kita menjadikan diri kita layak untuk pasangan yang tepat.

Maksudnya, jangan hanya berpikir bahwa, memantaskan diri agar mendapat pasangan yang baik menurut kamu, karena, batasan baik menurut kamu pribadi, adalah memaksa-kan pasanganmu menjadi baik sesuai dengan egomu.

Tapi, Pasangan yang baik mampu menghargai kekurangan pasangannya. Mampu menutupi kekurangan pasangannya, dan saling menghargai ego dan keinginan masing-masing. Jadi, memantaskan diri agar menjadikan yang tepat dan layak untuk bisa mendapat pasangan yang saling menghargai dan saling menutupi kekurangan masing-masing.

Jika Dia Sudah Datang,Bagaimana Agar Dia Tidak hilang

Sumber gambar disini
Ketika calon sudah ada, tinggal bagaimana agar hubungan ini terjalin semestinya. Kejenuhan dalam suatu hubungan, kerap kali terjadi. Tidak hanya pada hubungan pacaran, hubungan suami istri saja, terkadang mengalami titik jenuh, Hingga terjadi konflik dan perselingkuhan.

Menjalin hubungan itu mudah, yang sulit adalah mempertahankannya.

Itulah kenyataan yang kita hadapi. Mempertahankan sebuah hubungan, yang didasari oleh keberagaman ego dan karakter kedua insan. Tidak semudah mengawali sebuah hubungan. Saling menghargai perbedaan adalah kunci untuk bisa mempertahankan sebuah hubungan dengan semestinya.

Kenyamanan dalam hubungan itu penting, Jika dia tidak suka akan suatu hal, jangan memaksakan dia untuk suka, jika dia menyukai hobby yang dilakukannya, janganlah melarangnya. Asalkan masih dalam kontek hal baik, tak perlulah kita melarang-larangnya. Hargailah keberagaman yang terjadi antara kalian berdua. Agar tercipta rasa nyaman ketika kalian bersama

Memantaskan diri itu, bukan untuk mendapatkan pasangan hidup yang pantas. Tapi menjadikan pribadi yang tepat untuk pasangan yang pantas.

Memantaskan diri berarti kita mengusahakan menjadi pribadi yang baik untuk layak dicintai pasangan yang baik. Sama halnya seperti ingin mempunyai sahabat yang baik, maka sepantasnya kita menjadi sahabat yang baik dulu, untuk layak berteman dengan orang-orang yang baik juga.

Jika ingin punya pasangan yang sholeh atau sholihah, berarti kita harus memantaskan diri dulu menjadi sholeh atau sholihah, baru kita akan layak untuk menjadi pasangan seorang muslim yang sholeh atau sholihah.

*** 

Dewi'Na Irawan


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2013 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger