Monday, 19 September 2016

Inilah 4 Alasan Kenapa Cinta Musti Harus Diungkapkan, Jika Tidak Bisa Berbahaya

Membiarkan perasaan cinta terhadap seseorang, terkubur dalam-dalam dilubuk sanubari. Bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu akan meledak dengan sendirinya.



Iya, Bom waktu. Menurut saya, tidak berlebihan dengan menyebutnya bom waktu. Kalaupun kita sendiri sangat pandai dalam menyembunyikan bom tersebut, apalagi menyembunyikan didalam diri sendiri. Suatu saat, ketika pemicunya mulai bereaksi, pastinya bom tersebut akan meledak dan menghancurkan kita berkeping-keping.

Sepandai-pandainya kita menyembunyikan perasaan kita terhadap seseorang. Suatu ketika, orang yang kita sayangi mendapatkan orang lain sebagai pendampingnya, disitulah penyesalan yang tiada akhir kita akan rasakan. Walaupun kita terus berkutat tentang rasa ikhlas, tetap saja, rasa sakit hati tentang seorang yang kita sayangi, di ambil orang itu sesuatu yang menyakitkan. Apalagi rasa menyesal ketika kita tak pernah berani mengutarakan perasaan kita.

Justru lebih ringan ketika kita mengungkapkan perasaan walaupun hasilnya bertepuk sebelah tangan, Se-enggaknya, ada perasaan lega ketika kita sudah mengungkapkan perihal isi dalam hati.

Banyak kerugian ketika kita harus bersusah payah menyimpan dalam-dalam perasaaan cinta kita kepada seseorang. Dan inilah alasan kenapa cinta itu harus di ungkapkan :

1.  Cinta Yang dipendam Menjadikan jerawat

Seperti yang dilansir di web wajahjerawat(dot)com. Menjelaskan bahwa penyebab jerawat yang utama adalah produksi minyak berlebih, sel-sel kulit mati, bakteri dan pori-pori tersumbat. Faktor lain yang bisa memicu timbulnya jerawat adalah hormon, stress, dan pengaruh obat-obatan.

Banyak yang mengatakan “jerawat itu timbul dari cinta yang dipendam” hanya sebagai mitos belaka. Karena tidak ada pembuktian secara teori,

Tapi perlu kita sadari, Cinta yang dipendam, memicu timbulnya stress yang berlebihan.  Stress juga merupakan faktor yang memicu timbulnya jerawat.

Begitu juga hormon, orang yang jatuh cinta, hormonnya akan berubah-ubah. Kadang dia merasa sangat bahagia dan juga merasa tersakiti akan cinta.

Dan menurut saya, orang yang terlanjur memendam perasaan cinta kepada seseorang, secara tidak sadar, dia mempekerjakan tubuhnya tidak serileks seharusnya. Percaya atau tidak. Tipe orang seperti ini, lebih banyak pemikir dan takut untuk melangkah.

Karena ketidak stabilan tubuh akibat kurangnya rileks dalam hatinya, memungkinkan terjadi penyumbatan pori-pori dan sel-sel mati yang mengakibatkan jerawat. Memang tidak ada penjelasan secara ilmiah tentang ini. Tapi saya percaya cinta juga punya andil tentang jerawat ini.
Baca juga  Arti Cinta Yang Sesungguhnya Itu Menurut Kalian Seperti Apa?

2. Nambah pikiran dan stress berkelanjutan

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, yang namanya memendam rasa cinta dalam-dalam tanpa harus  tau kapan akan diungkapkannya seperti bom bunuh diri. Karena kita tidak tahu, kapan rasa sakit karena kehilangan dan penyesalan akan datang. sewaktu-waktu ketika si doi sudah punya kekasih. Barulah kita menyadari bahwa hidup ini memang tak adil, wkwkwk

Tiap hari, yang dipikirkan selalu dia yang cantik nan jelita. Tetapi setiap bertemu dan bertatap muka dengan dia, selalu memalingkan mata dan tak bisa berkata apa-apa.
Melihatnya bahagia itu sudah cukup membuat saya bahagia
Kalau ada teman saya yang mengatakan seperti itu, saya akan seret dia ke sungai, saya gampar berkali-kali hingga dia sadar apa yang diucapkan itu hanya kemunafikan.

Bayangin saja, mana ada orang yang bahagia, ketika melihat lelaki atau wanita yang disayanginya jalan dengan pasangan lain.

Kalau itu terjadi kepada anda, dan anda setuju tentang statement “Melihatnya bahagia itu sudah cukup membuat saya bahagia”, berarti anda harus berpikir ulang. Mungkin saja yang anda rasakan hanya perasaan suka biasa, atau anda memang tidak benar-benar mencintainya.

3. Menyakiti diri sendiri

Semakin lama kita menyimpan rasa sayang kita kepada seseorang, tanpa mampu kita utarakan yang sebenarnya kepada orang tersebut. Justru itu akan menyakiti diri sendiri.

Kenapa saya bisa mengatakan seperti itu. Sedikit aku jelaskan dengan memakai contoh cerita:
ada seorang gadis yang sangat mencintai seorang lelaki, tapi tak pernah sekalipun si lelaki ini tahu, bagaimana perasaan si gadis ini.

Suatu ketika, Si lelaki ini mengoda wanita lain, yang jelas-jelas itu wajar dilakukan si lelaki ini untuk berusaha mendapatkan pasangan hidup. Sedangkan si gadis ini, terus menerus menyimpan isi hatinya, dan terus merasa tersakiti ketika melihat lelaki pujaannya mendekati wanita lain.

So, dari sini, siapa yang salah, si gadis atau si lelaki ini?

Tentunya, si gadis dong. Mengapa tidak di ungkapkan isi hatinya, si laki-laki ini juga tidak tau menau ada orang lain yang selama ini mencintainya dalam diam-nya.

4. Kelamaan Diambil teman

“Cinta itu seperti bolpoint, kalau ngak ilang yang diambil teman”

Capture from Google
Saya suka dengan meme ini, sebuah realita hidup, terkadang cinta itu pergi dengan sendirinya. Mungkin dari kasus ini, lebih memudahkan untuk move on ke hati lain. Tapi kalau cinta berpaling ke teman, Gimana mau move on, yang ada Sakit hati berkelanjutan yang iya.


Bagi yang masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan, saya sarankan jangan curhat dengan teman yang mengenal orang yang kita sukai, terlebih lagi yang kita curhati juga termasuk jomblo.

Sebuah pengalaman, bahwa kebanyakan orang yang dicurhati malah jadi pasangan orang yang kita sayangi. Kenapa demikian. Karena seringnya kita curhat, lama-kelamaan orang yang dicurhati ini penasaran kepada wanita atau lelaki yang kita sukai.

Dan tanpa susah payah mencari kesukaan dan karakter si wanita atau lelaki idaman , orang yang di curhati sudah mendapat banyak informasi yang diperlukan secara Cuma-Cuma untuk bisa memuluskan jalan untuk mendekatinya.

Jadi, tak usahlah curhat sana sini  tentang kesukaan kita terhadap seseorang. Dan janganlah terlalu lama untuk mengungkapkan cinta dihati. Siapa tau ada teman yang akan menyatakan cinta lebih dulu. Dan akhirnya kita menyesalinya.
Baca juga  Enaknya Membangun Cinta, Bukan Jatuh Dari Cinta

Kesimpulan,

kenapa harus dipendam?

kan belum tentu, dia menerima atau tidaknya!, kita juga belum tau perasaan dia kepada kita itu seperti apa. Apa Anda tidak menyesal, ketika dia mempunyai perasan yang sama dan sama-sama memendam dalam dalam seperti anda.


Seberapa buruk imaginasi kita tentang hal setelah kita menyatakan cinta, Se-enggaknya ada rasa lega dan puas mengeluarkan isi hati dan se-enggaknya kita tau bagaimana reaksi dia akan perasaan kita.
Seandainya kita ditolak, kan ada alasan kuat untuk move on dan tidak terbebani rasa cinta yang terlanjur dalam.

Sekian, semoga bermanfaat


Pandaan 19 September 2017
Dewi'Na Irawan

Perihal Diri
Perihal Diri Updated at: 15:00:00
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 

Perihal Diri Copyright © 2016 Minima Template
Designed by BTDesigner · Powered by Blogger